Hendro Santoso
Hendro Santoso Purnakaryawan

Seorang Kakek, hobi menulis hanya sekedar mengisi hari-hari pensiun bersama cucu sambil melawan pikun.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Gianluigi Buffon, Benteng Terakhir "La Vecchia Signora" di Wembley

7 Maret 2018   05:15 Diperbarui: 7 Maret 2018   06:23 806 7 7
Gianluigi Buffon, Benteng Terakhir "La Vecchia Signora" di Wembley
Gianluigi Buffon (Foto Getty Images)

Drama empat gol di Juventus Stadium Turin pada babak 16 besar leg pertama antara La Vecchia Signora, Si Nyonya Tua versus Spurs, masih meninggalkan bekas. Bagi Juventus adalah bekas yang sangat menyakitkan, bayangkan ketika mereka belum sepuluh menit sudah unggul 2-0 namun harus menerima kenyataan hasil imbang diakhir laga. 

Gol Gonzalo Higuain menit ke 2 dan penaltinya menit 9 seakan hilang begitu saja dari harapan untuk menapakkan kaki mereka ke perempat final. Adalah Harry Kane dan Eriksen yang membuyarkan impian Si Nyonya Besar dengan 2 gol penyeimbang.

Apa yang dirasakan seorang Mauricio Pochettino seusai laga tersebut. "Sejak awal, sulit, emosional, sedikit kesal, marah tapi pada akhirnya, saya sangat menikmatinya," katanya seperti dilansir Tottenhamhotspur.com (14/2/18).

Di babak kedua memang Spurs mulai mendominasi permainan. Mereka bermain sepakbola penuh karakter mengingatkan pada performa mereka ketika menahan Liverpool di Anfield dalam laga di Premier League. 

Dengan performa seperti itu mereka layak mendapat pujian kepada para pemain yang telah memberikan seluruh kemampuannya. "Kami bermain sepakbola yang luar biasa. Saya sangat senang dengan karakter dan kepribadian para pemain sangat fantastis. Kami mencetak dua gol melawan tim yang selalu sulit ditembus karena memiliki pertahanan bagus." Demikian Pochettino menambahkan dalam situs resmi klub tersebut.

Sementara itu Harry Kane menganggap bahwa Spurs sudah menunjukkan karakter besar yang tidak terbayangkan sebelumnya. Itulah sepak bola dan terkadang harus menghadapi situasi sulit dalam laga tandang namun mendapatkan hasil menggembirakan. Bermain dengan penuh ketenangan membuat Spurs saat itu mulai mendominasi permainan, memegang bola dan mulai menciptakan peluang.

Harry Kane, Spurs (Foto Fourfourtwo.com)
Harry Kane, Spurs (Foto Fourfourtwo.com)

Kane mengakui bahwa Juventus memiliki pertahanan yang baik dan sulit ditembus apalagi ada seorang Buffon, penjaga gawang legenda Italy. Mencetak dua gol di Turin adalah hal yang sangat besar artinya bagi skuat Spurs. 

Hal inilah yang menjadi modal besar klub asal London itu untuk menghadapi Juventus di Wembley dengan penuh percaya diri. Hasil ini juga memberikan Spurs keuntungan gol tandang yang akan dibawa saat mereka menjamu I Bianconeri di Wembley Stadium London pada Kamis (8/3/18) pk 2.45 WIB.

Ada suatu hal penting yang perlu diketahui bahwa saat itu sebelum laga melawan Juventus di Turin, Christian Eriksen menegaskan keyakinanannya bahwa dirinya beserta rekan setimnya tidak  mempedulikan status tim yang mereka hadapi adalah tim besar. 

Hal ini yang telah membuat skuat Spurs bermain dengan karakternya walaupun saat itu mendapat tekanan karena ketinggalan 2 gol hanya dalam waktu kurang dari 10 menit sejak laga dimulai.

Reputasi Juventus di kancah sepakbola Eropa adalah klub elit yang merupakan peraih gelar Liga Champions dua kali yaitu tahun 1985 dan 1996 dari 8 kali menembus final. Sementara Tottenham Hotspur belum pernah merasakan gelar tersebut.

Apakah saat ini merupakan kesempatan pertamanya bagi Spurs untuk meraih gelar Liga Champions Eropa? Perjalanan mereka masih panjang karena masih ada Leg 2 babak 16 besar, kemudian 8 besar, 4 besar dan final. Perjalanan masih terjal dan berliku. 

Namun awalnya adalah nanti saat mereka bertemu Juventus pada leg kedua di Stadion Wembley London Kamis 8 Maret 2018 pk 02.45 WIB dini hari.

Saat itu Harry Kane harus mampu membuktikan dirinya lebih baik dari Gianluigi Buffon seperti yang pernah dia lakukan di Turin.  Modal dua gol tandang di Juventus Stadium Turin merupakan setitik harapan bagi Spurs untuk meraih impian. 

Namun jika Buffon dan kawan-kawan bisa membuat gawang mereka tetap perawan maka jangan lupa Juventus hanya butuh 1 gol saja tanpa balas untuk meloloskannya ke perempat final Liga Champions Eropa.

#hensa07032018

Baca Artikel Liga Champions Eropa di Kompasiana