Hendy Adinata
Hendy Adinata Pelayan

Badai memang menyukai negeri di mana orang menabur angin

Selanjutnya

Tutup

Karir

Rekrutmen CPNS Pasti Bukan Maret

24 Januari 2019   15:31 Diperbarui: 24 Januari 2019   15:38 19 0 0

Lebih dari 30 hari sudah pengumuman hasil akhir CPNS diumumkan. Kalau dilihat-lihat mereka yang menang jalannya semakin tegap, ya begitulah. Sebaliknya kepala yang tertunduk dan seperti peribahasa "Hidup segan kalau mati tak mau", bagi mereka yang kalah dan sampai sekarang masih gagal move on.

Sebulan sudah eforia ini mewabah di dalam negeri. Dari yang pesta sampai mereka yang harus jatuh sakit, depresi, gangguan jiwa bahkan sampai bunuh diri (ada loh walau tidak banyak). Untungnya rekan-rekan seperjuangan penulis tidak ada yang seperti itu, paling banter ya duduk berduka di sudut kamar sambil karokean dan nangis-nangis... hu hu hu hu

Mengingat kembali pengumuman CPNS Kemenkumham bulan lalu yang bunyinya "Sehubungan masih berlangsungnya proses integrasi pengelolaan hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) oleh Panselnas ..." Yang intinya adalah diundurnya jadwal pengumuman hasil akhir, bukanlah pengunduran yang pertama kalinya terjadi dalam tahapan seleksi CPNS ini.

Berikut adalah beberapa penundaan yang terjadi dalam proses rekrutmen CPNS 2018 lalu khusus di Kemenkumham.

1. Penerimaan CPNS 2018 dibuka pada akhir Juni atau awal Juli. 

Pemerintah berencana membuka penerimaan CPNS tahun 2018 pada akhir Juni atau awal Juli setelah proses Pilkada selesai. Namun janji akhir Juni atau awal Juli nya tidak jadi. Publik harus menunggu sampai tanggal 18 Agustus. Mungkin baiknya bilang saja akhir Agustus, kenapa bilang cepat-cepat kalau toh bukanya lama? Meleset jauh lagi, tesnya sendiri baru dilaksanakan pada Oktober.

2. Pendaftaran secara online mulai tanggal 26 September sampai 7 Oktober.

Kenyataan yang terjadi malah pendaftaran diperpanjang lagi sampai tanggal 15 Oktober. Perpanjangan ini tidak tepat jika dikatakan sebagai wujud kebesaran hati Panselnas, karena perpanjangan waktu ini hanya membuat tahapan terhambat, di samping itu juga jumlah pelamar semakin banyak dari yang sebelumnya diprediksi oleh pelamar.

Cukuplah menyusahkan bagi mereka yang sejak awal-awal harus mendaftar (jaringan sibuk, error, tidak bisa diakses, dsb) sedangkan yang akhir-akhir menikmati perpanjangan waktu (istilahnya sudah kalah/tidak berjuang tapi dapat jackpot). Jika mau diundur sebaiknya dari awal tulis saja batas akhir pendaftaran adalah tanggal 15 Oktober atau bila perlu masa pendaftaran adalah sampai 31 Oktober agar yang daftar pun puas dan deadline-nya juga on time.

3. Pengumuman hasil SKD yang semula tanggal 19 November diundur lagi.

Dalam cuitannya di twitter pada 18 November - dikatakan bahwa hasil SKD sendiri belum diterima oleh Kemenkumham dari BKN karena proses pembahasan hasil SKD oleh panselnas yang bisa penulis sebut "bermasalah".

Akhirnya pengumuman hasil pun ditunda lagi menjadi tanggal 29 November dengan dikeluarkannya surat bernomor SEK.KP.02.01.928 yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal selaku panitia seleksi Bambang Rantam Sariwanto yang bunyinya "Ditunda sampai dengan batas waktu yang belum dapat ditentukan", kan asem. Lebih bagus pengumumannya dari awal bilang saja 30 November atau 1 Desember kan bagus karena pasti.

4. Pengumuman kelulusan akhir juga tunda dari semula 12 Desember menjadi 13 Desember.

Penundaan pengumuman akhir sendiri dikarenakan masih berlangsungnya proses integrasi pengolahan hasil SKD dan SKB oleh Panselnas (Badan Kepegawaian Negara) dan Kemenkumham.

Walau pengumuman tetap dikeluarkan pada tanggal 13 Desember, namun banyak yang menggerutu walaupun hasilnya memuaskan (lolos) karena pengumuman diterbitkan pada waktu nyaris tengah malam. Coba bayangkan, pengumuman apa coba yang dikeluarkan di waktu tengah malam begini. Ya mungkin mau ikut parpol yang mendeklarasikan paslonnya pada tengah malam. Tidak salah sih, hanya terlihat kalau Panselnas sebenarnya tidak siap menggelar hajatan ini, mau buru-buru tapi tidak mampu, mau on time tapi over terus, tidak profesional lah.

Kalau pengumumannya ditulis tanggal 14Desember pukul 09.00 WIB misalnya, kan aman-aman saja. lebih elok lagi.

Dari 4 kali penundaan yang terjadi selama proses rekrutmen di atas - Penulis berkesimpulan bahwa Rekrutmen CPNS 2019 pasti ditunda. Pasti bukan bulan Maret (asumsi ini bukan tanpa dasar). Mungkin lebih elok jika bulannya tidak disebutkan, atau kalau mau disebutkan ya sebut yang agak jauh gitu misalnya Juli atau September. Nanti tunda lagi dengan alasan ada Pilpres, ada ujian nasional, dan segudang alasan lainnya. Nanti ditunda dan keluarkan pengumuman lagi "Sehubungan masih dalam suasana menjelang pilpres, dsb maka ... di tunda) kan asem.