Mohon tunggu...
H.Asrul Hoesein
H.Asrul Hoesein Mohon Tunggu... Pemerhati dan Pengamat Regulasi Persampahan | Terus Menyumbang Pemikiran yang Sedikit u/ Tata Kelola Sampah di Indonesia | Green Indonesia Foundation | Jakarta http://asrulhoesein.blogspot.co.id Mobile: +628119772131 WA: +6281287783331

Pemerhati dan Pengamat Regulasi Persampahan | Terus Menyumbang Pemikiran yang Sedikit u/ Tata Kelola Sampah di Indonesia | Green Indonesia Foundation | Jakarta http://asrulhoesein.blogspot.co.id Mobile: +628119772131 WA: +6281287783331

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Inovasi Syarikat Islam Dalam Membangun Ekonomi Umat

31 Agustus 2017   23:41 Diperbarui: 1 September 2017   01:31 0 0 0 Mohon Tunggu...
Inovasi Syarikat Islam Dalam Membangun Ekonomi Umat
Inovasi Syarikat Islam Dalam Membangun Ekonomi Umat (Dok-Asrul)

Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak merubah keadaan suatu kaum yang berada dalam kenikmatan dan kesejahteraan, sehingga mereka merubahnya sendiri. Juga tidak merubah suatu kaum yang hina dan rendah, kecuali  mereka merubah keadaan mereka sendiri. Yaitu dengan menjalankan  sebab-sebab yang dapat mengantarnya kepada kemulian dan kejayaan.  Sebagaimana dalam firman-Nya: "Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sampai kaum itu sendiri yang merubah diri-diri mereka sendiri" (QS Al-Ra'd: 11).  Sepenggal ayat dalam Al-Quran ini merupakan pijakan mendasar dalam membangun peradaban umat.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Syarikat Islam, Dr.H.Hamdan Zoelva,  dalam beberapa kesempatan. Menekankan bahwa Syarikat Islam harus  kembali kepada khittahnya. Selain melakukan dakwah, juga harus fokus  pada bidang pengembangan ekonomi, sebagaimana awal Syarikat Islam lahir  yakni Syarikat Dagang Islam. Untuk membangun bangsa yang kuat, negara  yang kuat maka kekuatan ekonomi rakyatnya harus kuat dan mandiri, tidak  boleh terjadi ketimpangan ekonomi yang terlalu besar.

Menyikapi  pandangan dan arahan Ketum DPP Syarikat Islam tersebut, kami mencoba  menelaah permasalahan ekonomi Indonesia secara umum dan sekaligus memberi solusi  untuk kembali membangun ekonomi keumatan melalui kepeloporan Syarikat  Islam yang memiliki potensi sumber daya manusia (SDM) dengan anggota  yang tersebar di seluruh Indonesia dan bahkan sampai ke manca negara.

"Umat Islam di Indonesia masih jadi kelompok terbawah dari   penguasaan ekonomi. Kalau sudah menguasai ekonomi, otomatis politik  akan  dikuasai" Dr. Hamdan Zoelva

Berdasarkan  data populasi penduduk Indonesia tahun 2016 adalah 257.912.349 jiwa.  Sekitar 85% penduduk Indonesia beragama Islam. Sisanya 15% beragama  Kristen, Hindu, Budha dan Konghucu. Terjadi penurunan populasi umat  Islam yang sebelumnya sekitar 95%. Namun demikian Indonesia masih  merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

Selain populasi menurun, juga sangat tertinggal dari percaturan politik  dan ekonomi.  Bila terjadi demikian, umat Islam Indonesia sebagai simbol  umat Islam dunia akan seperti apa ke depan ? Tidak lain adalah umat  Islam Indonesia harus bangkit dari kemerosotan ini. Islam merupakan  agama yang sempurna yang ajarannya mencakup serta mengurus berbagai  persoalan kehidupan manusia, baik yang dibahas secara rinci maupun  secara umum.

Paling  pertama yang harus dibenahi adalah sektor ekonomi, yang menjadi kunci  utama berubahnya peradabatan umat Islam dan masyarakat secara umum.  Dengan terbangunnya  ekonomi yang baik dan berkelanjutan, secara otomatis sektor lainnya akan  mengikuti dengan  sendirinya. Kendala utama Indonesia saat ini adalah hampir semua  kegiatan dilakukan pemerintah yang bertumpu pada masyarakat, itu tidak  berkesinambungan. Hanya orientasi proyek atau orientasi APBN/D bukan  orientasi program (berkelanjutan), artinya hanya menghabiskan anggaran  semata. Sungguh ironis kondisi ini ditengah arus modernisasi yang sudah  sangat mengglobal. Sepertinya kita kembali bodoh, namun pintar membodohi  dan membohongi masyarakat.

Ajaran  Islam yang diturunkan Allah  Swt. kepada Rasulullah Saw. secara umum terbagi tiga ranah, yakni  Akidah, Syariah dan Akhlaq yang masing-masing ranah mempunyai peranan  yang saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Kegiatan ekonomi (mu'amalah) sebagai salah satu bentuk implementasi dari hubungan antar sesama manusia (Hablumminannas),  merupakan bagian tak terpisahkan dari Akidah, Ibadah dan Akhlak.  Dengan kata lain, masalah ekonomi tidak lepas sama sekali dari aspek  Akidah, Ibadah, maupun Akhlak, hal ini didasarkan pada tinjauan dari  perspektif Islam, dimana perilaku ekonomi harus selalu diwarnai oleh  nilai-nilai Akidah, Ibadah dan Akhlak.

Pengembangan ekonomi dalam  Islam mengindikasikan bahwa perhatian Islam terhadap bidang ekonomi  merupakan bagian dari syariah dan yang menjadi tuntutan dalam upaya  pemeliharaan sumber-sumber ekonomi dan pengembangannya, meningkatkan  kemampuan produksi dengan mengembangkan sistem dan metodenya, dan  hal-hal lain yang menjadi tuntutan dalam merealisasikan kesejahteraan  ekonomi umat, untuk memenuhi kebutuhan yang mendasar dan memerangi  kemiskinan. Mengurai kembali soal asas keadilan sosial, mengingat  implementasi asas tersebut, yang menjadi pangkal dari segala masalah,  salah satunya adalah masih terjadinya kesenjangan kesejahteraan yang  kronis di masyarakat Indonesia. Ini merupakan pekerjaan rumah (PR) besar  untuk diantisipasi bersama, bukan hanya menjadi tugas pemerintah tapi merupakan  "kerja dan karya bersama" bagi segenap pemangku kepentingan  (stakeholder).

Membangun ekonomi umat tidaklah sesulit yang  dibayangkan bila semua potensi yang dimiliki itu diberdayakan. Misalnya  selain potensi SDM yang memadai, juga potensi pesantren, masjid, langgar  atau musallah. Ke depan, bukan hanya sebagai tempat ibadah ritual  semata, namun harus difungsikan sebagai pusat peradaban baru ekonomi  umat, termasuk pengembangan sosial kemasyarakatan, budaya dan pendidikan  politik bangsa yang berkeadilan.

Ekonomi Pertanian Menjadi Fokus Utama Syarikat Islam

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
VIDEO PILIHAN