Mohon tunggu...
Harry Ramdhani
Harry Ramdhani Mohon Tunggu... Teknisi - Immaterial Worker

sedang berusaha agar namanya di (((kata pengantar))) skripsi orang lain. | think globally act comedy | @_HarRam

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Artikel Utama

Sudah Coba StandAppComedy?

17 Maret 2016   15:58 Diperbarui: 17 Maret 2016   16:48 227
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption caption="Tampilan depan StandAppComedy"][/caption]Membuat orang tertawa itu susah. Tidak mudah. Ada caranya. Ada prosesnya. Ada tempatnya: sebuah usaha untuk komika menghibur sekaligus menguji materi: panggung open mic. Aplikasi game play StandAppComedy menghadirkan suasana itu.

Adalah Joy, orang di balik game play tersebut. Ia didukung oleh Komunitas Stand-up Comedy Bogor untuk merealisasikannya. StandAppComedy menjadi satu-satunya game play semenjak stand-up comedy berkembang dan maju di Indonesia sekitar lima tahunan ini.

Di sini, kita akan paham bagaimana seorang Komika membuat materi, menyusunnya dan mengujinya langsung dihadapan penonton. Jika materinya lucu, penonton tertawa; jika kurang lucu, penonton akan senyum-senyum saja; jika materi tidak lucu, penonton bisa mencibirnya; dan jika semakin tidak lucu, penonton meninggalkannya. Menarik, bukan? Ya, begitulah suasana asli panggung open mic. Kalian bisa membuktikannya sendiri. Datang dan tonton langsung open mic.

Cara main StandAppComedy terbilang sederhana. Dari sekian banyak teknik dalam stand-up comedy, StandAppComedy hanya fokus pada one-liner. One-liner adalah joke yang hanya terdiri dari dua atau tiga kalimat, di dalamnya hanya terdiri dari satu setup dan satu punch-line.

[caption caption="contoh one-liner dari @ridwanremin"]

[/caption]

[caption caption="Ketika one-liner tersebut diuji"]

[/caption]

[caption caption="Reaksi penonton terhadap joke yang telah disusun tadi"]

[/caption]Nah, untuk cara memainkannya, kita diberikan waktu lebih kurang tiga menit. Itu tidak termasuk saat kita menyusun one-liner. Untuk menyusunnya, ada waktu sekitar 30 detik. Sudah disediakan beberapa contoh setup dan kita tinggal menyusun punch-line. Percayalah dua menit akan berasa lama jika kita terus gagal membuat penonton tertawa. Nge-bomb, istilahnya.

Salah satu contoh one-liner yang gagal:

[caption caption="Contoh menyusun one-liner yang gagal"]

[/caption]

[caption caption="Contoh one-liner yang gagal"]

[/caption]

[caption caption="Reaksi penonton terhadap joke yang gagal"]

[/caption]Namun, setalah memainkan StandAppComedy ada dua hal yang saya sadari: mematenkan materi komika agar tidak diplagiasi oleh orang lain dan mencoba belajar menjadi seorang komika. Kedua hal tersebut itu penting. Apalagi setelah kita pernah tahu, beberapa waktu lalu TransTV lewat salah satu programnya kedapatan mencuri salah satu bit dari Rahmet Ababil. Atau, tahun lalu sebuah akun instagram terkenal, Dagelan, melakukan hal serupa lewat meme-meme yang dibuatnya. Ini sangat menciderai semangat industri krearif yang sedang digalangkan. Ya, walau plagiasi tidak bisa diberantas, setidaknya kita bisa menjaganya supaya tidak semakin menjamur.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun