Mohon tunggu...
Harry Ramdhani
Harry Ramdhani Mohon Tunggu... Immaterial Worker

Sedang berusaha agar namanya di "Kata Pengantar" Skripsi orang lain. | Think Globally Act Comedy | @_HarRam

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Arsenal Pecat Unai Emery, "Basi! Mading Klasemennya Udah Terbit!"

29 November 2019   19:56 Diperbarui: 30 November 2019   08:20 0 9 2 Mohon Tunggu...
Arsenal Pecat Unai Emery, "Basi! Mading Klasemennya Udah Terbit!"
Unai Emery ketika baru mendapat kontrak dari Arsenal dan melihat-lihat stadion. (Foto: @Arsenal)

Arsenal telah mengambil keputusan: Unai Emery didepak sebagai pelatih kepala.

Sampai saat ini belum ada kabar bahwa ada pelatih pengganti. Hanya saja, Freddie Ljungberg yang selama ini diminta membantu tim sebagai asisten pelatih diminta untuk menjadi pelatih kepala untuk sementara.

Yang kemudian bisa didiskusikan: mengapa mesti memecat Unai Emery?

Arsenal dan menejemen melihat dan menilai kalau hasil dan kinerja Unai Emery tidak berada pada level yang diperlukan.

Tidak diperlukan, katanya. Benar. Itu fakta. Untuk bisa duduk di peringkat ke-8 dengan defisit 1 gol, Coach Justin Laksana juga bisa. Apalagi sekadar memuncaki grup F di Europa League, pelatihnya Peang di sekolah juga mampu.

Memang tidak ada yang dilakukan Unai Emery selama ini, sepanjang ia memegang Arsenal --sudah begitu menggantikan The Great Arsene Wenger.

Sebanar tidak melakukan apa-apa di Arsenal, mengikuti yang sudah ada dan berjalan selama ini, Unai Emery pasti nyaman dan aman.

Tapi yang namanya ego memang tidak bisa dibendung. Kemudian ia berinovasi. Merombak sana-sini. Apa saja? Banyak!

1/
Unai Emery memberi ban kapten untuk Granit Xhaka. Baginya, mungkin, seorang kapten tidak punya andil banyak atas tim di lapangan. Mungkin, dengan bermain sesuai konsep dan skenario yang ia bisa, Arsenal bisa menang siapapun kaptennya.

Itu bisa saja benar, tapi seorang kapten punya menit bermain yang lebih. Yang jauh lebih menjengkelkan: seorang kapten dipastikan selalu main.

Sayangnya, seperti semua orang tahu, Xhaka tidak bisa main sepak bola. Mungkin dengan badan yang bidang dan se-atletis itu ia bisa ikut tim dayung perahu. Jika tidak bisa mengayuh, ia bisa ambil posisi sebagai penabung gendang.

2/
Rasa-rasanya gaya bermain seperti ini sedang jadi tren di sepakbola modern. Maksudnya, serangan dimulai dari belakang.

Begini, seorang kiper mengoper bola ke pemain belakang. Memainkannya dengan satu-dua sentuhan dan operan bersama pemain belakang lainnya. Harapannya: pemain lawan memberi pressing tinggi, setelah itu bola dialirkan ke depan dengan pola pertahanan lawan yang berantakan.

Sepintas kita akan melihat gaya bermain a la Total Football milik Belanda. Tapi, kali ini, rasa-rasanya menjadi anti-tesis atas Gegen-pressing milik Klopp.

Para pelatih mungkin lupa, satu-satunya yang paham mengatasi Gegen-pressing adalah pembuatnya.

Lantas, bagaimana dengan Arsenal ketika memakai pola tersebut? Ambyar!

Sekumpulan pemain dengan skill seadanya ditambah gelandang semacam Xhaka, maka lengkap sudah penderitaan Leno sebagai penjaga gawang.

3/
Konflik antara Unai Emery dengan Ozil adalah lelucon yang tidak lucu. Hanya karena Ozil males ikut bertahan, maka ia tidak diperlukan. Konyol, kan?

Jika tidak ingin bertahan, yha keluar menyerang. Dominasi pertandingan. Buat lawan agar supaya gawang Leno tidak tertangkap kamera. Itu. Bukan malah membangkucadangkan Ozil.

Kamu tahu, saking tidak ada yang dipikirkan Ozil, akhirnya ia memutuskan untuk menikah saja. Beban pikirian dan masalah dalam pernikahan, konon, sama-sama bikin pusing. Ini dugaan, memang.

Yang jelas, karena tidak memainkan Ozil kemudian tidak memperpanjang kontrak Ramsey dan meminjamkan Mikhi adalah kebodohan level akut dari Unai Emery.

Semua orang iri sekaligus suka-ria manakala Pepe datang. Semua tim akan ketakutan menghadapi Arsenal karena lini depan diisi dengan nama-nama seperti Laca, Auba, Pepe, dan Ozil yang memanjakan.

Unai Emery tidak melakukan itu. Pernah, tapi saat tim sedang terdesak kalah dan akhirnya pertandingan imbang.

4/
Jika kamu adalah seorang penggemar Arsenal dan Los Angels Lakers secara bersamaan, kamu akan menyadari satu hal: kalau Arsenal dan Lakers bermain pada hari yang sama --atau selisih satu-dua hati-- maka bila satu tim menang, satu lainnya tidak. Kerap sekali berbanding terbalik.

Tidak perlu dipercaya, tapi begitulah adanya. Paling tidak saat Unai Emery menangani Arsenal dan Luke Walton pada musim terakhirnya bersama Lakers.

Musim lalu, misalnya, ketika Lebron James dan menjadi jaminan untuk Lakers bisa tampil di babak Play-offs nyatanya tidak terjadi. Baru kali itu, sepanjang karir LeBron James tidak bisa lolos ke babak Play-offs.

Sedang di mana Arsenal? Peringkat 5, sedikit lumayan. Jika saja Lakers bisa ada di posisi tersebut bisa jadi juaranya bukan Raptors, tapi Bucks~

Intinya, klasmen musim lalu Arsenal ada di atas, sedang Lakers terpuruk --walau ini bukan lagi hal baru.

Namun, musim ini, Lakers tidak terkalahkan dalam 8 pertandingan terakhir. Dari 18 pertandingan yang meraka mainkan, baru 2 kali kalah. Saat ini, Lakers adalah tim terbaik di NBA. Lalu, di mana Arsenal? Tentu dekat Man-United mengarungi sesaknya papan tengah.

***

Jadi, sampai sini paham mengapa Arsenal memecat Unai Emery? 

Siapapun penggantinya, fans Arsenal pasti dukung. Termasuk ex-pelatih Spurs sekalipun. Hanya saja, kalau benar ia yang ditunjuk, nanti kalau tanding bawa bangku sendiri. Bench Arsenal tidak bisa disusupi semudah itu, Brok!!!

VIDEO PILIHAN