Mohon tunggu...
Harlinton Simanjuntak
Harlinton Simanjuntak Mohon Tunggu... Administrasi - Disciple

Gunung itu tempat terindah merefleksikan keagungan Sang Pencipta. Ayo daki gunung....

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Generasi Milenial, Bonus Demografi Dan Stabilitas Sistem Keuangan

8 Juni 2020   14:18 Diperbarui: 8 Juni 2020   14:28 139
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ekonomi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Caruizp

Membedakan antara kebutuhan dan keinginan adalah penting dalam hal ini. Setelah kita bisa membuat perbedaan dalam hal kebutuhan dan keinginan, selanjutnya kita harus membedakan mana hal-hal yang urgen untuk segera dibeli dan hal-hal yang bisa ditunda untuk dibeli, dengan tetap malakukan proporsional kuantitas ketika membeli.

2. Manajemen Investasi

Hal berikutnya yang penting untuk kita pahami ialah melakukan kegiatan investasi dimasa sekarang untuk dinikmati dimasa yang akan datang. Investasi ini tidak hanya mengenai uang atau barang semata melainkan lebih berharga daripada itu ialah investasi kesehatan.

Kesehatan sangatlah penting untuk diinvestasikan, mengingat kita tidak dapat memastikan sampai kapan kita akan menjalani kehidupan ini. Ada banyak platform yang menyediakan berbagai layanan investasi baik di bidang keuangan, barang, maupun kesehatan. Kita dapat memanfaatkan semua ini dengan menakar potensi pertumbuhan nilai investasi, potensi risiko, dan jaminan investasi yang proporsional.

3. Manajemen Kewajiban dan Bisnis

Untuk konteks ini, tentu saja hal pertama yang harus kita ingat ialah bahwa setiap kita selalu memiliki kewajiban yang harus dipenuhi. Banyak generasi milenial saat ini memiliki kesempatan untuk dapat menikmati kucuran pinjaman dana terlebih dahulu, namun memiliki kewajiban untuk mengembalikannya dikemudian hari atau yang biasa kita sebut sebagai utang.

Ya, kita tidak dapat terhindar dari yang namanya utang. Selalu ada kondisi yang membuat kita memiliki utang dengan pihak lain, oleh karena itu, menjadi penting untuk kita pahami bahwa melaksanakan kewajiban dengan tepat waktu adalah sesuatu hal yang mendasar dalam kehidupan ini. Kita tidak boleh membiasakan diri untuk menunda-nunda membayar kewajiban tetapi mengusahakan untuk melaksanakan kewajiban dengan tepat waktu menolong roda perekonomian ini dapat berputar dengan baik dan lancar. Jika kita punya utang, tetapi selalu telat membayar tentu akan sangat menggangu proses pertumbuhan ekonomi itu sendiri.

Selanjutnya, adalah bijak ketika kita memiliki utang karena diperuntukkan mencukupi kebutuhan usaha atau bisnis yang sedang kita kelola. Dengan kata lain, kita memiliki usaha atau bisnis sampingan yang tidak mengganggu kerja utama kita yang menjadi sumber pemasukan utama keuangan kita. Dengan demikian kita tidak hanya memiliki utang konsumtif melainkan memanfaatkan utang untuk keperluan produktif.

4. Manajemen Gaya Hidup

Bagian ini juga perlu menjadi perhatian penting dalam mengelola keuangan. Gaya hidup sangat erat kaitannya dengan keuangan. Kegagalan seseorang dalam mengelola keuangan, tidak sedikit yang dipengaruhi oleh faktor gaya hidup yang tidak sehat. Kecenderungan yang umum dilakukan ialah ketika kita mendapatkan penghasilan yang lebih, maka akan diikuti dengan pengeluaran yang lebih juga. Hal ini tentu tidak baik dan tidak sehat secara finansial. Gaya hidup seperti ini tidak hanya merusak tatanan kehidupan kita pada masa kini melainkan juga merusak tatanan kehidupan kita di masa yang akan datang. Bagian ini lebih kepada hal mengenai keborosan. Artinya, gaya hidup yang boros akan merusak menajemen keuangan kita. Kita tidak memiliki jaminan akan hari depan yang cerah jika hidup kita hanya untuk memenuhi gaya hidup yang boros.

5. Manajemen Dana Darurat

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun