Hari Prasetya
Hari Prasetya Knowledge Seeker

Berbagi perenungan seputar perbankan, penjaminan simpanan, resolusi bank, dan stabilitas sistem keuangan. Dapat pula disimak di www.hariprasetya.blogspot.com atau www.facebook.com/BUKULPS

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Artikel Utama

Kejelasan Cakupan dan Kecepatan Klaim, Kunci Sukses Penjaminan Simpanan

12 Maret 2018   05:35 Diperbarui: 12 Maret 2018   18:13 1390 1 0
Kejelasan Cakupan dan Kecepatan Klaim, Kunci Sukses Penjaminan Simpanan
Sumber: www.modina.co.uk

Pada September 2007, media Internasional ramai memberitakan antrean nasabah di depan kantor Northern Rock di Inggris. Nasabah beramai-ramai menarik dananya setelah menyeruak kabar bank tersebut meminta bantuan likuiditas darurat (emergency liquidity assistance) dari Bank of England (BoE). 

Mengapa nasabah bank tersebut melakukan rush atau bank runs, bukankah Inggris telah memiliki sistem penjaminan simpanan yang dilaksanakan The Financial Services Compensation Scheme(FSCS) sejak 2001?

Dorongan untuk melakukan rush/bank runs lazimnya dimiliki nasabah yang berpikiran akan mengalami kerugian akibat kegagalan bank. Nasabah yang memiliki simpanan diatas jumlah yang dijamin (nasabah besar) wajar memiliki kekhawatiran simpanannya tidak akan kembali sepenuhnya, sehingga terdorong melakukan penarikan awal (early withdrawl). Namun jika nasabah kecil yang berbondong-bondong menarik dananya, patut diduga sistem penjaminan simpanan dipandang tidak kredibel; atau nasabah panik karena tidak memahami cakupan dan mekanisme penjaminan simpanan.

Beberapa studi setelah kejadian tersebut menyimpulkan bahwa ketidakpahaman nasabah terhadap cakupan dan mekanisme penjaminan simpanan menjadi faktor yang ikut memberi dorongan (contributory factor) kepada nasabah untuk melakukan rush/bank runs. Cakupan dan mekanisme penjaminan FSCS yang dipandang kurang dipahami nasabah, diantaranya: koasuransi, set-off atau netting, dan jangka waktu pembayaran klaim.

Koasuransi

Dalam penjaminan simpanan, koasuransi merupakan bentuk pembagian risiko antara penjamin simpanan dan nasabah penyimpan. Metode ini dimaksudkan untuk mengurangi moral hazard bagi nasabah penyimpan dengan cara membebankan sebagian risiko atas penempatan dananya pada bank tertentu.

Koasuransi dapat diterapkan dalam satu tingkat seperti pernah diterapkan di Republik Ceko, yakni jumlah yang dijamin maksimal sebesar 90% untuk simpanan sampai €25.000. Sedangkan koasuransi yang diterapkan di Inggris pada saat Northern Rock tersebut menggunakan dua tingkat, yakni jumlah yang dijamin sebesar 100% untuk £2.000 pertama dan 90% untuk £33.000 berikutnya, sehingga simpanan yang dijamin untuk seorang nasabah pada satu bank paling tinggi sebesar £31.700. Pemberlakuan koasuransi tersebut menyebabkan nasabah tidak secara mudah dapat mengetahui jumlah simpanannya yang dijamin tanpa melakukan perhitungan terlebih dahulu.

Sebagai misal, seorang nasabah memiliki simpanan pada Northern Rock sebesar £25.000, maka jumlah simpanannya yang dijamin sebesar £2.000 ditambah £20.700 (90% x £23.000) atau sebesar £22.700. 

Sisanya sebesar £2.300 tidak dijamin dan dipandang sebagai risiko yang harus ditanggung nasabah karena menempatkan dananya pada Northern Rock. Dalam Core Principles, koasuransi direkomendasikan untuk tidak diterapkan karena dipandang tidak efektif mencegah moral hazard, bahkan dapat membingungkan bagi nasabah sehingga berpotensi memicu rush/bank runs.

Setelah peristiwa Northern Rock tersebut, FSCS menghilangkan koasuransi dan menetapkan jumlah yang dijamin paling tinggi sebesar £35.000. Saat krisis tahun 2008, jumlah yang dijamin dinaikkan menjadi £50,000 dan tahun 2010 dinaikkan lagi menjadi £85,000 menyelaraskan dengan EU Directive yang menghendaki jumlah yang dijamin di negara anggota Uni Eropa setara dengan €100,000. 

Pada saat euro melemah terhadap poundsterling, jumlah simpanan yang dijamin diturunkan menjadi £75,000 yang mulai berlaku 1 Januari 2016. Sebaliknya, ketika poundsterling melemah terhadap euro setelah hasil pemungutan suara Brexit diumumkan, jumlah simpanan yang dijamin dinaikkan kembali menjadi £85,000 yang mulai berlaku 30 Januari 2017. 

Setelah menyatakan keluar dari Uni Eropa, belum ada keputusan apakah jumlah simpanan yang dijamin di Inggris masih akan terus diselaraskan dengan negara Uni Eropa lainnya.

www.theguardian.com
www.theguardian.com
Set-off atau Netting

Dalam penjaminan simpanan dan likuidasi bank, istilah set-off merujuk pada upaya memperhitungkan simpanan yang dimiliki nasabah pada suatu bank dengan kewajiban yang dimilikinya pada bank yang sama. 

Dengan memperhitungkan simpanan dan kewajiban tersebut, nasabah penyimpan atau debitur pada akhirnya hanya akan memiliki saldo pada salah satu diantara simpanan atau kewajibannya, atau bahkan tidak memiliki saldo pada keduanya. 

Set-off atau sering juga disebut “netting” ditujukan untuk mengurangi jumlah nasabah penyimpan atau debitur yang harus diurusi/diadministrasikan sehingga diharapkan dapat mengurangi biaya dalam proses pembayaran klaim atau likuidasi bank.

Kebijakan set-off dapat berpengaruh terhadap jumlah simpanan yang dibayar penjamin simpanan dan yang akan diterima nasabah penyimpan. Oleh karena itu, detail kebijakan set-off perlu dikaji dan disimulasikan untuk menilai dampaknya pada nasabah penyimpan atau debitur. 

Beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan dalam penerapan set-off antara lain: kriteria kewajiban yang akan di-set-off dan waktu pelaksanaan set-off.

Kewajiban yang digunakan untuk set-off dapat meliputi seluruh kewajiban tanpa melihat kolektabilitasnya, atau hanya kewajiban yang sudah jatuh tempo atau macet saja. 

Set-off terhadap kewajiban yang kolektabilitasnya lancar sebaiknya dihindari karena dapat mengganggu keberlangsungan usaha yang dibiayai kewajiban tersebut, bahkan dapat menyebabkan kewajiban yang awalnya lancar menjadi macet. Oleh karena itu, set-off umumnya hanya diberlakukan terhadap kredit yang macet atau angsuran yang telah jatuh tempo.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3