Mohon tunggu...
Hariadhi
Hariadhi Mohon Tunggu... Desainer - Desainer

Ghostwriter, sudah membuat 5 buku berbagai Dirut BUMN dan Agency Multinasional, dua di antaranya best seller. Gaya penulisan berdialog, tak sekedar bernarasi. Traveler yang sudah mengunjungi 23 dari 34 provinsi se Indonesia. Business inquiry? WA 081808514599

Selanjutnya

Tutup

Foodie Artikel Utama

Mie-mie Keladi, Makin Tua Makin Jadi

11 Desember 2019   17:56 Diperbarui: 18 Desember 2019   12:39 318
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tak lama, waktunya Mas Budiman Sudjatmiko pulang. Hermawan mengantarkan saya kembali ke Hotel Ibis. Sebelumnya, kami singgah sebentar di salah satu warung yang menjual makanan ikan.

Saya mencoba asam pedas ikan lais. Saya pikir ini ikan selais yang di Sumatera diasap dan rasanya pedas dan renyah. Ternyata beda. Di Pontianak, ikan lais adalah ikan sungai tipis dan panjang. Dagingnya lembut dan bumbunya meresap. "Tahu sebanyak ini, tadi saya pesan tidak pakai nasi," Hermawan tertawa.

"Kalau memang cari yang Mas masih harus coba pacri," infonya.

Dok. pribadi
Dok. pribadi

"Apa itu pacri?" Saya agak keheranan.

"Semacam sayur tapi dari buah nenas. Jadi buah tapi sayur," Ia menerangkan sambil tertawa melihat keheranan saya.

Berat sekali mata saya waktu itu. Selain karena sudah makan banyak, juga kelelahan membantu Mas Bud siangnya. Maka saya langsung pulang ke hotel dan tidur pulas sampai pagi.

Pagi sekali, saya ke Ayani Mega Mal, Pontianak di sebelah Hotel Ibis. Di sini saya mencoba mie keladi (lagi-lagi). Sebenarnya ini bukanlah mie, namun umbi keladi yang diiris tipis-tipis menyerupai mie.

Rasanya ternyata lebih enak daripada mie gandum dan bikin kenyang, walaupun jumlahnya hanya sedikit saja. Ini karena ternyata rempah dan bumbu mie jauh lebih meresap dibanding mie biasa.

Dok. pribadi
Dok. pribadi

Selesai makan mie, saya mencoba kopi Pontianak yang ditawarkan di mal. Sayang pengolahannya tidak terlalu baik sehingga yang terasa hanya pahit, karakternya kurang bisa dibedakan dari kopi biasa. Jadi hanya rasa pahit dan hangus yang keluar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun