Hans Panjaitan
Hans Panjaitan karyawan swasta

KOMPASIANA: MENJALIN PERSATUAN & KESATUAN

Selanjutnya

Tutup

Bola

Tanpa Messi, Barcelona Tekuk Malaga

11 Maret 2018   18:46 Diperbarui: 11 Maret 2018   19:22 565 0 0
Tanpa Messi, Barcelona Tekuk Malaga
Image result for barcelona malaga


Di kandang Malaga, Minggu dini hari, 11 Maret 2018, pasukan Barcelona melewati pekan ke-28 dengan hasil mulus. Bakal calon juara Liga Spanyol edisi 2017/2018 ini mengandaskan calon tim degradasi Malaga dengan skor 0-2. Luis Suarez dan Philippe Coutinho masing-masing menyumbang satu gol. Kedua gol kemenangan tim tamu itu tercipta pada menit 14 oleh Suarez, dan Coutinho pada menit 28. Meski tampil tanpa Messi, tim Catalan tetap perkasa, dengan menguasai lebih banyak bola. 

Sayangnya, Malaga tidak tampil ngotot. Apakah karena mereka sudah merasa putus asa karena bakal terdegradasi di penghujung musim ini? Malaga memang berada di urutan paling buncit dengan nilai cuma 13. Jaraknya dengan La Coruna yang ada di peringkat ke-19 pun cukup jauh, yakni 6 poin. Apakah karena selisih yang lumayan besar itu Malaga sudah pasrah turun kasta musim depan, dan mereka menjadi kurang bergairah untuk menyelamatkan diri dari jurang degradasi? Padahal di atas kertas, dengan sisa pertandingan 10 pekan lagi, Malaga masih punya kans untuk merangsek ke zona aman. Tapi bisa saja mereka sudah ciut duluan. Kalah sebelum berperang. Takluk sebelum berjuang.

Malaga tidak tampil ngotot untuk merepotkan Luis Suarez dkk. Apakah juga karena faktor Lionel Messi yang tidak ikut dalam skuat asuhan Ernesto Valverde melawat ke Malaga? Bisa saja, sebab pemain mana sih yang tidak bangga bermain bersama megabintang asal Argentina itu? Semua orang pasti ingin berada dalam satu lapangan bersama Messi, baik itu sebagai rekan ataupun sebagai lawan bertanding. Tidak diragukan lagi, nama Lionel Messi pasti akan abadi dalam sejarah sepakbola jagad raya. Jadi para pemain yang pernah bermain bersama dia akan bangga menceritakan itu kepada anak-cucu mereka, di masa yang akan datang. Maka dengan tiadanya Messi di lapangan, semangat pasukan Malaga bisa  jadi down

Tanpa Messi, Ivan Rakitic dkk memang sukses menyarangkan dua biji gol. Namun itu semua diperoleh pada babak pertama. Padahal mestinya Barca dapat menambah koleksi gol tandang mereka lebih dari dua, sebab mereka punya keuntungan dalam jumlah pemain. Sejak menit ke-29 tuan rumah harus bermain dengan 10 pemain, karena salah seorang pemain mereka, Samuel, diusir wasit karena melanggar dengan keras Jordi Alba. Tapi tuan rumah tetap bisa menjaga gawang mereka tidak kebobolan lagi hingga laga usai. 

Mungkin karena di kubu Barcelona  tidak ada yang bisa mengiring bola ke daerah gawang dan menciptakan kemelut, seperti biasa dilakukan Messi? Dini hari itu, Philippe Coutinho tampak beberapa kali mencoba merangsek dengan gocekannya, namun selalu kandas, sebab dia sering malah terjatuh. Kualitasnya memang belum sepadan dengan Messi. Andaikata Messi ikut bermain, kemungkinan Barca bisa menang dengan lebih banyak gol lagi?

Kenapa Messi tidak disertakan oleh Valverde ke Malaga? Kemungkinan besar untuk memberikan waktu istirahat yang sangat cukup bagi si La Pulga, julukan Messi. Pasalnya, pekan depan (15/3/2018) dini hari WIB, Barcelona masih harus "berurusan" dengan Chelsea dalam lanjutan Liga Champions leg ke-2, babak perdelapan final. 

Pada leg pertama di Stamford Bridge dua pekan silam, kedua kesebelasan bermain imbang, 1-1. Skor ini, memang lebih menguntungkan bagi Barcelona, sebab di Camp Nou, dengan hanya menahan imbang pasukan Antonio Conte dengan skor 0 - 0 saja, sudah cukup bagi tim Catalan untuk melenggang ke babak perempat final, atau delapan besar.

Tapi tim sekelas Barcelona pasti tidak ingin menjamu tamunya itu dengan suguhan hasil akhir "kaca mata". Barcelona pasti akan tetap menyerang dan berusaha menceploskan gol sebanyak-banyaknya. Apalagi mereka tampil di hadapan pendukung sendiri. Dengan Messi yang kondisinya lebih bugar dibanding rekan-rekannya yang bermain menghadapi Malaga, diharapkan dia akan lebih berdaya dan bersemangat menggebrak lini pertahanan Chelsea. 

Messi tentu tidak mau kembali gigit jari seperti di Stamford Bridge dua pekan lalu. Messi waktu itu nyaris tidak punya kesempatan untuk memperlihatkan kehebatannya, mendrible bola di daerah pertahanan lawan, dan membuat kocar-kacir barisan belakang lawan. Antonio Conte yang asli Italia, sangat paham meredam agresivitas pemain lawan dengan taktik cattenacioatau pertahanan grendel. Parkir bus. Hal itulah yang menyesakkan bagi Messi dkk. 

Cesc Fabergas dan Pedro, dua motor serangan Chelsea yang juga mantan rekan Lionel Messi di Barcelona, seolah tidak memberikan peluang sedikit pun bagi Messi untuk melakukan tendangan bebas ke arah gawang. Sebab mereka mafhum bahwa Messi sering sukses menunaikan tendangan bebas dan berbuah gol. 

Semoga saja, dengan waktu istirahat yang lebih dari cukup, Lionel Messi akan tampil dengan kekuatan prima dan semangat yang fullsehingga lebih gesit dan licin menerobos palang pintu yang akan dipasang oleh Antonio Conte di Camp Nou, Kamis (15/3) dini hari nanti. Sebab apabila Barcelona kandas ke babak delapan besar, apa pula kata dunia?