Mohon tunggu...
Hamdanul Fain
Hamdanul Fain Mohon Tunggu... Anthropology & Biology Lovers

Anthropology & Biology lovers

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Cara Sederhana dan Murah Memperbaiki Keran Patah atau Tertinggal di Pipa Tanpa Menjebol Tembok

22 September 2019   06:26 Diperbarui: 22 September 2019   06:45 0 0 0 Mohon Tunggu...
Cara Sederhana dan Murah Memperbaiki Keran Patah atau Tertinggal di Pipa Tanpa Menjebol Tembok
Dokumentasi Pribadi

Pernah menjumpai keran yang dipasangkan di pipa yang ujungnya mepet permukaan tembok?  Kalau keran itu patah atau rusak bisa jadi menyebalkan karena harus merusak tembok untuk memperbaikinya.

Beberapa hari saya mengalami kejengkelan ini. Putaran keran tidak berfungsi normal. Bocor. Keran baru sudah dibeli tapi ternyata tidak bisa dipasang langsung dikarenakan keran patah di bagian tengah. Badan keran masih tertinggal saat hendak dilepaskan dari pipa. Kemungkinan tukang yang mengerjakan dahulu memberi perekat permanen pada drat pipa dan keran sehingga susah dilepaskan.

Kebetulan tetangga sebelah sedang renovasi rumah. Tukang yang juga kakak pemilik rumah menawarkan diri untuk memperbaiki, tentunya dengan merusak sedikit tembok. Saya berinisiatif untuk memperbaiki sendiri daripada merepotkan orang.

Ilmu pertukangan tidak pernah saya keruk dari bangku sekolah. Youtube dan google jadi cara ampuh untuk belajar memperbaiki keran yang rusak. Setelah klik sana search sini, cara untuk memperbaiki yang simpel bin gampang tidak ketemu.

Setelah merenung sembari memakan semangka di siang bolong, akhirnya dapat juga ide sederhana. Bisa jadi ini cara perbaikan di luar SOP pertukangan.

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi


Ada beberapa alat dan bahan yang dibutuhkan. Berikut daftarnya.
1. Keran baru
2. Sambungan keran
3. Korek api
4. Lembar perekat ulir pipa
5. Perekat paten misalnya lem alteko atau lem G.
6. Amplas halus

Langkah pertama adalah memanaskan sambungan keran. Panaskan di bagian yang tidak memiliki drat atau ulir. Setelah dirasa cukup panas coba masukkan ke dalam keran patah sampai ujung sambungan dapat menempel di permukaan pipa yang tertanam di tembok. Butuh satu sampai dua kali pembakaran supaya sambungan bisa terasa cocok dan menempel. Perlu diperhatikan untuk memanaskan sambungan tidak terlalu lembek apalagi menyala supaya tidak menempel permanen. 

Hal ini dikarenakan masih perlu menggosok permukaan sambungan yang telah dibakar dengan amplas halus agar bisa menempel rata di ujung pipa yang tertanam di tembok.

Pasang keran baru setelah permukaan ujung sambungan cukup rata. Pemasangan dilakukan di ujung satunya yang mempunyai drat atau ulir.

Lem ujung permukaan sambungan yang sudah dibakar tadi sampai bagian dalam sekira satu sentimeter menggunakan lem permanen. Lem juga ujung permukaan pipa yang tertanam di tembok beserta pangkal keran yang tertinggal di pipa. Pasang sambungan sampai menempel dengan baik di permukaan pipa yang tertanam di tembok.

Proses pengeringan tidak terlalu lama sekira dua sampai tiga jam supaya rekat dengan baik. Tambahkan lagi lem permanen di permukaan luar setelah penyambungan. Dapat juga diberikan lembar perekat agar sambungan tambah kuat dan mencegah rembesan air keluar. Diamkan kering dulu dan dapat digunakan setelah setengah hari.

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi


Nah, begitulah sedikit pengalaman saya memperbaiki keran. Semoga bermanfaat bagi kompasianers maupun netizen semua.