Mohon tunggu...
Haendy B
Haendy B Mohon Tunggu... Blogger, Football Anthutsias

mengamati dan menulis walau bukan seorang yang "ahli" | Footballism

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

PHK Bukalapak, Apakah Bukalapak Bangkrut?

15 September 2019   14:49 Diperbarui: 15 September 2019   21:20 0 1 0 Mohon Tunggu...
PHK Bukalapak, Apakah Bukalapak Bangkrut?
Logo Bukalapak oleh bukalapak.com

Bersiap-siap, hal itulah yang harus dilakoni oleh para pegawai startup unicorn dari Indonesia, Bukalapak, karena badai PHK mulai datang dan akan menerpa berbagai divisi di Bukalapak. Dari wawancara yang dihimpun oleh beberapa media online, ternyata isu PHK bukan isapan jempol belaka, lalu mengapa startup  yang didirikan pada tahun 2010 oleh Achmad Zaky beserta dua orang temannya semasa berkuliah di Institut Teknologi Bandung, Fajrin Rasyid dan Nugroho Herucahyono seperti diterpa badai krisis.

Dari data dari iPrice jumlah karryawan Bukalapak adalah 2.696 karyawan pada kuartal II 2019. Di sektor e-commerce Indonesia, mereka hanya kalah dari Shopee yang punya 3.017 karyawan dan Tokopedia di tempat pertama dengan 3.144 pada periode yang sama, bisa dibayangkan beberapa banyak karyawan yang di PHK. Isu PHK ini berbarengan dengan turunnya jumlah pengunjung web pada Bukalapak yakni 89.765.800 pada kuartal I 2019. Pada kuartal ini, kunjungan web bulanan Bukalapak menurun sebanyak 22% dari kuartal sebelumnya, menyebabkan Bukapalak turun satu peringkat ke peringkat ketiga. Posisi Bukalapak direbut oleh Shopee ID yang mencatat kenaikan jumlah pengunjung webnya.

Jauh sebelumnya isu PHK, Buka lapak melalui CEOnya  Achmad Zaky sempat mengundang'protes' dari pendukung kubu Jokowi semasa pilpres 2019, ini terkait atas  cuitan Twitter pribadi Achmad Zaky terkait Industri 4.0 yang menyinggung Presiden baru sehingga lahirlah gerakan #uninstallbukalapak yang juga menjadi trending topic di Twitter. Biaya riset dan pengembanannya yang dimiliki Indonesia memang masih dibwah-bawah negara-negara seperti Malaysia, padahal biaya riset dan pengembanyan sudah mencapai $ 2 M dollar tahun 2016.

Lahirnya Bukalapak.

Bukalapak memiliki makna yang sederhana yaitu semua orang bisa menggelar barang dagangan nya tanpa modal yang besar dan melakukan transaksi di sebuah lapak digital. Momentum awal bagi kemajuan Bukalapak adalah ketika tren pengguna sepeda lipat melonjak pada tahun 2010. Pada saat itu, terdapat banyak komunitas yang menjual berbagai sepeda dan aksesorisnya dengan harga terjangkau sehingga meramaikan dan meningkatkan pertumbuhan pengguna di Bukalapak secara signifikan.

Setelah berdiri kurang lebih satu tahun, Bukalapak mendapat penambahan modal dari Batavia Incubator (perusahaan gabungan dari Rebright Partners yang dipimpin oleh Takeshi Ebihara, Japanese Incubator dan Corfina Group). Di tahun 2012, Bukalapak menerima tambahan investasi dari GREE Venturesyang dipimpin oleh Kuan Hsu. Pada bulan Maret 2014, Bukalapak mengumumkan investasi oleh Aucfan, IREP, 500 Startups, dan GREE Ventures, Dari laporan keuangan EMTEK tahun 2015 (pemilik 49% saham Bukalapak), diketahui bahwa Bukalapak telah mendapatkan dana investasi dari EMTEK total hingga Rp439 miliar.

Dari tahun 2010 Bukalapak mendapat beberapa penghargaan, yaitu dua penghargaan bergengsi sekaligus pada bulan Juli 2016 yakni saat CEO Bukalapak Achmad Zaky, menerima tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya yang langsung diberikan oleh Presiden Joko Widodo di Jambi. Penghargaan lainnya adalah The Loyalty and Engagement Awards 2016, kategori The Best Use of Consumer Insight/Data Analytics dan The Best Use of Mobile, yang didapatkan di Singapura. Selain itu CEO Bukalapak juga mendapat penghargaan dari Achmad Bakrie Awards (PAB) 2018 , Achmad Zaki dianggap mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat lewat bidang dan karyanya.

Badai Untuk Unicorn

Ketika PHK terjadi di Bukalapak yang berstatus Unicorn, banyak pihak yang seperti kebakaran jenggot, seperti dari Kominfo yang berusaha meyakinkan publik bahwa Bukalapak baik-baik saja. Pembelaan pun datang dari pihak Bukalapak, mereka menyebutkan bahwa pengurangan karyawan sebagai bagian efisiensi demi mencetak laba, karena selama ini kecendrungan Startup adalah menaikkan jumlah pengguna daripada memikirkan jumlah laba yang harus didapat. 

Kesulitan keuangan juga dialami berbagai Startup kelas Unicron di dunia, tercatat Labs yakni Unicorn asal Hong Kong ini mengumumkan untuk menutup operasinya pada 31 Juli 2019. Sebelum menutup operasinya, perusahaan yang memiliki valuasi senilai US$1,5 miliar ini sudah terlebih dahulu memberhentikan karyawannya secara diam-diam.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2