Mohon tunggu...
Hadi Santoso
Hadi Santoso Mohon Tunggu... Penulis - Penulis. Jurnalis.

Pernah sewindu bekerja di 'pabrik koran'. The Headliners Kompasiana 2019, 2020, dan 2021. Nominee 'Best in Specific Interest' Kompasianival 2018. Saya bisa dihubungi di email : omahdarjo@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Raket Artikel Utama

Asian Games 2018, Saatnya Bulu Tangkis Indonesia "Panen Emas" di Negeri Sendiri

18 Juli 2018   19:49 Diperbarui: 19 Juli 2018   19:36 2802
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, diharapkan bisa meraih medali emas di Asian Games 2018/Foto: twitter.com/INABadminton

Di Incheon, Korea Selatan, empat tahun lalu, hasil hebat diraih pebulutangkis-pebulutangkis Indonesia yang tampil di Asian Games 2014. Indonesia berhasil meraih dua medali emas, satu medali perak dan satu medali perunggu. Prestasi itu lebih hebat dari pencapaian di Asian Games 2010 Guangzhou, Tiongkok, ketika kita meraih satu medali emas dan tiga medali perunggu.

Pertanyaannya, bila di "rumah orang" kita bisa meraih hasil hebat, apakah di "rumah sendiri" kita bisa meraih hasil yang jauh lebih hebat? Apakah Indonesia bisa mengulang pencapaian meraih lima medali emas, tiga medali perak dan tiga medali perunggu ketika pertama kali menjadi tuan rumah Asian Games edisi keempat (tahun 1962) dan ketika kali pertama cabang bulu tangkis dipertandingkan yang hingga kini menjadi prestasi terbaik bulutangkis Indonesia di event olahraga terbesar se-Asia ini? Jawabannya: kenapa tidak!

Sekadar informasi, cabang bulutangkis di Asian Games 2018 yang akan digelar di Jakarta pada 19-28 Agustus 2018, memperebutkan tujuh (7) medali emas. Yakni nomor beregu putra, beregu putri, nomor perseorangan tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran. Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) telah menetapkan 20 pebulutangkis yang akan tampil di nomor beregu serta perorangan.

Nama-nama pebulutangkis yang terpilih tampil di Asian Games 2018 tentunya sudah dihitung peluangnya untuk bisa meraih medali emas. Semisal di nomor ganda putra, dua pasangan Indonesia yang mendapat "tiket" tampil di Asian Games, Kevin Sanjaya/Marcus Gideon dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto diharapkan bisa meneruskan tradisi emas di dua edisi Asian Games terakhir. Bahkan, ganda putra Indonesia selalu bisa meraih medali sejak Asian Games kali pertama digelar. Dari mulai Tan Joe Hok/Liem Tjeng Kiang yang meraih perak pada Asian Games 1962 hingga Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang meraih emas di Incheon pada empat tahun lalu.

Begitu pula di ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta diharapkan bisa meraih medali emas di rumah sendiri. Di Asian Games 2014, Greysia juara ketika berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari.

Dan di ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang pada Asian Games 2014 lalu meraih perak, kali ini diharapkan bisa menjadi juara sekaligus meraih satu-satunya gelar bergengsi yang belum pernah mereka raih. Sejak berpasangan, Tontowi/Liliyana telah meraih puluhan gelar, termasuk medali emas Olimpiade 2016 dan juara Kejuaraan Dunia 2017, hanya juara Asian Games yang belum. Demi bisa tampil maksimal di Asian Games 2018, keduanya tidak tampil di Kejuaraan Dunia 2018 yang akan digelar di Tiongkok pada akhir Juli ini. Selain Tontowi/Liliyana, di nomor ganda campuran juga ada Ricky Karanda/Debby Susanto.

Sementara di sektor tunggal putra dan tunggal putri, meski peluangnya cukup berat, tetapi Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie serta Fitriani dan Gregoria Mariska Tunjung, bila tampil dalam performa terbaik, masih punya peluang untuk minimal masuk semifinal.

Bagaimana di nomor beregu? Meski gagal di Piala Thomas/Uber tahun ini, tetapi keberhasilan tim Indonesia menjadi juara dan tim putri masuk semifinal di Kejuaraan Beregu Asia/Badminton Asia Team Championship 2018 yang digelar pada Februari lalu, menjadi parameter kemampuan tim Indonesia untuk bersaing di Asian Games 2018.

Nah, bila merujuk pencapaian individu atlet-atlet bulutangkis Indonesia pada semester pertama tahun 2018 ini, harapan untuk memanen medali emas di rumah sendiri seperti di Asian Games tahun 1962 silam, sangat mungkin bisa kesampaian.

Bila dianalogikan seperti petani yang menanam padi di sawah, atlet-atlet bulutangkis Indonesia telah mengawali proses masa tanam yang benar dengan melakukan semua hal yang dibutuhkan. Termasuk mengatasi kendala-kendala yang muncul. Kini, tinggal bagaimana merawat tanaman padi tersebut tetap tumbuh subur sebelum tiba masa panen (Asian Games).

Bagi atlet-atlet bulutangkis Indonesia, proses "masa tanam" tersebut diantaranya berwujud tampil di beberapa turnamen-turnamen level teratas. Di semester awal 2018, mereka telah tampil di All England Open, Malaysia Open, Indonesia Open dan terakhir Thailand Open yang berakhir pekan lalu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Raket Selengkapnya
Lihat Raket Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun