Mohon tunggu...
Hadi Santoso
Hadi Santoso Mohon Tunggu... Penulis - Penulis. Jurnalis.

Pernah sewindu bekerja di 'pabrik koran'. The Headliners Kompasiana 2019, 2020, dan 2021. Nominee 'Best in Specific Interest' Kompasianival 2018. Saya bisa dihubungi di email : omahdarjo@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Ada Banyak "Keajaiban" di Botol Fliptop Kecil Kayu Putih Aromatherapy

6 November 2016   14:35 Diperbarui: 6 November 2016   20:11 139
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sejak menikah dan membangun keluarga pada November enam tahun silam, ada banyak momen terjadi. Momen-momen yang semakin merekatkan kekeluargaan kami. Dari tinggal berdua dengan istri. Lantas hadirnya anak pertama pada September 2011. Kemudian disusul kelahiran anak kedua pada Maret 2013.

Dan, selama enam tahun perjalanan itu, minyak Kayu Putih Cap Lang seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari keluarga saya. Kayu Putih Cap Lang memberikan kehangatan ketika saya kehujanan sepulang kerja. Kayu Putih Cap Lang juga memberikan kenyamanan kepada dua anak saya ketika keduanya mengalami masuk angin, sakit perut (perut kembung atau mual-mual), juga gatal-gatal akibat digigit serangga.

Hingga kini, Kayu Putih masih menjadi bagian penting dalam keluarga saya. Apalagi, kini dengan aromatherapy nya, Kayu Putih Cap Lang punya lebih banyak fungsi. Selain menghangatkan badan, Kayu Putih Aromatherapy Cap Lang kini juga membantu melegakan pernapasan. Serta, aroma nya yang harum (tidak seperti aroma menyengat kayu putih pada umumnya), membuat Kayu Putih Aromatherapy Cap Lang juga nyaman digunakan saat beraktivitas.

Melalui tulisan ini, saya ingin berkisah tentang beberapa momen yang menjelaskan betapa kedekatan Kayu Putih Aromatherapy Cap Lang dengan keluarga saya.

Kayu Putih Aromatherapy Cap Lang , Teman Pengantar Tidur Anak-Anak

Di sebuah malam sekira dua pekan lalu, badan saya serasa diguyur air hujan. Awalnya saya mengira itu mimpi bahwa rumah saya bocor. Namun, saya yang tertidur lebih dulu dari anak-anak (ketiduran), baru sekitar lima menit-an, langsung terbangun begitu kaki saya basah oleh cipratan “air hujan” itu. Ternyata bukan hujan. Tapi muntahan nya anak pertama saya, Gaoqi Dzaka yang kini berumur lima tahun.

Rupanya dia masuk angin. Perutnya kembung. Beberapa suap nasi yang dilahapnya sejam sebelumnya, seolah keluar semua dari perutnya. Dia masuk angin karena meminum susu yang seharusnya ia simpan untuk bekal sekolahnya. Plus hawa dingin AC di kamar dan juga tingkahnya sebelum tidur yang super aktif.

Dalam kondisi belum sepenuhnya sadar, saya bangkit dan segera membopongnya ke kamar mandi. Mencopot baju tidur nya. Membersihkan tumpahan muntah di kedua kakinya. Menghangatkan badannya dengan handuk. Sementara mama nya sibuk bikin lemon tea hangat di dapur. Dan, setelah segelas lemon teh hangat diteguknya, si kakak lantas berujar: “Mama, badannya kakak dikasih kayu putih Cap Lang dulu ya. Supaya badannya hangat dan bisa tidur nyenyak,” ujarnya.

Kayu Putih Aromatherapy untuk penawar perut kembung/foto pribadi
Kayu Putih Aromatherapy untuk penawar perut kembung/foto pribadi
Dengan segera, istri saya lantas mengoleskan kayu putih ekaliptus aromatherapy cap lang. Wajah bocah lima tahun yang beberapa menit lalu terlihat pucat, kini sudah kembali tenang. “Enak ma. Hangat. Kakak suka minyak kayu putih yang baru ini,” ujar Gaoqi Dzaka, anak pertama saya.

Tak mau kalah, sang adik, Gaizan Ahza yang berusia 3,5 tahun, juga ikut-ikutan. “Mama, adik juga dikasih kayu putih Cap Lang ya. Adik suka yang ini. Bau nya wangi,” ujar si kecil Gaizan sembari memegang botol kecil kayu putih aromatherapy lavender Cap Lang.

Beberapa menit kemudian, dua bocah itu tertidur dengan pulas. Perutnya tidak lagi kembung. Kehangatan dan aroma menyegarkan dari aromatherapy Cap Lang, membuat keduanya seolah tidur dengan selimut yang benar-benar nyaman.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gaya Hidup Selengkapnya
Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun