Gunawan BP
Gunawan BP

Bukan siapa-siapa. Hanya seorang pemuda yang berasal dari Desa Bumi Pajo, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, NTB. Mencoba belajar dan berbagi melalui untaian kata dan kalimat.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Mengabadikan Sejarah

26 Maret 2018   05:17 Diperbarui: 26 Maret 2018   09:35 303 0 0
Mengabadikan Sejarah
Sumber gambar: qureta.com

Menulis itu sangat penting bagi keberlangsungan hidup umat manusia. Entah apa yang terjadi dari generasi ke generasi jika tak ada goresan tinta. Mungkin kita tak akan mengetahui peran serta orang-orang pada zaman dahulu.

Contoh sederhana, Gadjah Mada. Bagi yang mempelajari sejarah, peranan dan kisah heroiknya demi menyatukan Nusantara, tentu kita mengetahuinya. Itu tak lain, karena nama dan peranannya tersebut selintas diabadikan dalam kitab Negarakertagama. 

Seandainya tidak dituliskan, maka lenyaplah sudah peranan yang begitu dahsyat itu. Tentu, hal demikian menyadarkan kita bahwa mengabadikan sejarah atau cerita kehidupan itu sangatlah urgen.

Saya sendiri banyak mengenal orang-orang yang penuh inspiratif berkat dari tulisan dan/atau bukunya yang saya baca. Hingga kini, mungkin saya tak akan pernah "mengenal" Prof. Imam Suprayogo, jika saya dulu tidak pernah membaca bukunya yang berjudul "Masyarakat Tanpa Ranking." Barangkali, saya tidak bisa berjumpa secara langsung dengan Prof. Dr. H. Muhammad Chirzin, M.Ag., jika saya tidak pernah memulai menulis.

Mungkin juga tak akan pernah melihat dan bersua dengan Much. Khoiri (sang penulis yang begitu inspiratif, juga humoris), jika saya masih ogah untuk menulis. Ibnu Sina, Albert Einstein, Plato, Aristoteles, Fibonacci, Pythagoras, Abu Raihan Al-Biruni, Al-Khawarizmi, Andi Hakim Nasution, dan lainnya, saya mengenal nama ini lewat tulisan. Hematnya, semua itu bermula dari tulisan. Tanpa goresan pena yang sempat "diabadikan," sampai detik ini pun, saya tak pernah mengenal nama-nama tersebut.

Saya rasa sebagian besar dari Anda bisa mengenal orang-orang yang begitu hebat dan berpengaruh di muka bumi ini, di mana pun itu, berkat adanya tulisan yang Anda baca. Begitu pentingnya sebuah tulisan, sehingga kita yang hidup di era milenial pun bisa mengenal sejarah dan kehidupan manusia di masa silam, meskipun kita tak mengenalnya secara langsung.

Ya, seperti itulah "kekuatan" tulisan. Bisa mengekalkan sejarah. Mampu menampung ide-ide brilian orang-orang di zaman dulu. Bisa merekam jejak kehidupan umat manusia dan fenomena alam sekitar.

Sejarah akan "abadi," bila kita mau menuliskannya. Kisah dan cerita akan diketahui oleh generasi selanjutnya, jika kita yang hidup di masa kini mau menggoreskannya. Perjalanan hidup kita kini, akan dikenang dan terus diingat oleh anak cucu kita nanti, andaikata kita mulai menuliskannya dari saat ini juga. Pengetahuan dan ilmu yang kita punya sekarang akan ada bekasnya dan "abadi," bila kita mau menorehkannya di atas lembaran kertas atau di dalam laptop.

Jadi, tunggu apa lagi. Anda yang sedang membaca tulisan sederhana ini, mulailah menulis dari sekarang juga. Ikatlah segala macam pengetahuan yang berseliweran di jagat raya. Goreslah berbagai kisah yang pernah dialami. 

Perintahkan jemarimu untuk terus bergoyang. Jangan pernah berhenti sebelum menghasilkan untaian kata dan kalimat. Menulis, menulis, dan menulislah, jika tak ingin hilang ditelan waktu dan sirna dari sejarah. Segera abadikan itu semua. Siapa tahu itu bisa menjadi amal jariyah Anda di hari akhirat kelak. Semoga.

Wallahu a'lam.

Oleh: Gunawan