Mohon tunggu...
xxxxx xxxxx
xxxxx xxxxx Mohon Tunggu... Penegak Hukum - Penulis Paruh Waktu

xx xxxx xxxx

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Kampus Mengajar Nadiem Makarim Tidak Visioner & Tidak Tepat Sasaran

12 Februari 2021   14:27 Diperbarui: 12 Februari 2021   15:22 952
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Mendikbud Nadeim Makarim | Foto : JPPN

Baru-baru ini Mendikbud Nadiem Makarim meluncurkan "Program Kampus Mengajar", sebuah program yang berkolaborasi dengan LPDP.  Apa itu program Kampus Mengajar? Kampus Mengajar adalah bagian dari program Kampus Merdeka, yang dicanangkan Kemendikbud pada masa kepemimpinan Menteri Nadiem Makarim.

Penyelenggaraan program Kampus Mengajar bertujuan memberi kesempatan pada mahasiswa S1 dari seluruh Indonesia untuk belajar dan mengembangkan kapasitasnya di luar kelas perkuliahan. Dalam Kampus Mengajar, mahasiswa yang menjadi peserta program ini akan ditempakan di sejumlah sekolah dasar untuk membantu proses belajar-mengajar di sana. Adapun lokasi SD penempatan di seluruh Indonesia yang dipilih sesuai lokasi domisili para peserta program Kampus Mengajar.

Para mahasiswa yang lolos menjadi peserta program Kampus Mengajar dan mengikuti kegiatannya selama 12 pekan akan mendapat insentif sebagai berikut:

  • Uang saku senilai Rp700 ribu per bulan
  • Potongan UKT (Uang Kuliah Tunggal) maksimal Rp2,4 juta satu kali
  • Konversi sks untuk memenuhi syarat gelar sarjana sebesar 12 sks
  • Sertifikat peserta program Kampus Mengajar.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Nizam menjelaskan program Kampus Mengajar akan mencari para mahasiswa yang berdomisili di dekat SD sasaran. Dengan begitu, program ini tidak berisiko memicu mobilisasi mahasiswa pada masa pandemi Covid-19.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyatakan terdapat 2 tujuan utama penyelenggaraan Kampus Mengajar. Pertama, menghadirkan mahasiswa sebagai bagian dari penguatan pembelajaran literasi dan numerasi. Kedua, membantu pembelajaran pada masa pandemi, khususnya untuk SD-SD di daerah 3T.

"Tantangan yang kita hadapi sangat besar, khususnya adik-adik yang duduk di bangku Sekolah Dasar. Melalui Kampus Mengajar 2021, saya ingin menantang adik-adik mahasiswa untuk mengatakan 'Saya Mau' yakni mau membantu mengubah tantangan tersebut menjadi harapan," kata Nadiem di Jakarta, pada Selasa kemarin (9/2/2021).

Tidak Visioner

Kampus Mengajar sangat tidak Visioner, karena jika yang ingin dicapai oleh Kemendikbud adalah mendongkrak potensi dan kemampuan siswa-siswi di daerah 3T. Dengan segala sumber yang dimiliki oleh kemendibud sangat mungkin melakukan hal yang lebih baik.

Daerah 3T butuh sarana dan prasarana pendidikan yang memadai, butuh guru-guru yang berkualitas bukan mahasiswa yang bahkan bukan dari Fakultas Keguruan. Jika ingin mengatasi masalah utama tentu Nadiem Makarim dan jajarannya perlu membuat kebijakan atau program kerja yang tujuannya sesuai dengan latar belakang masalah yang ada. Misalnya saja, menyekolahkan para pemuda di wilayah 3T, dan memberikannya karpet merah untuk menjadi guru tetap di sekolah-sekolah yang ada di wilayah 3T, tentu saja dengan standar gaji yang memadai.

Tidak Tepat Sasaran

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun