Mohon tunggu...
Gheisa Gheisa
Gheisa Gheisa Mohon Tunggu... Lainnya - Menjadikan yang terbaik
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Pantang menyerah sebelum berhasil

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Pengertian Filsafat Pendidikan Idealisme dan Tokoh-tokoh Filosofi

2 April 2020   16:33 Diperbarui: 2 April 2020   16:56 93
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Filsafat. Sumber ilustrasi: PEXELS/Wirestock

1. Filsafat pendidikan idealisme

      Idealisme merupakan suatu aliran filsafat pendidikan yang berpaham bahwa pengetahuan kebenaran yang paling tinggi adalah ide dari diri sendiri bukan dari orang lain, jadi dalam pendidikan ini Islam menceritakan pemikiran atau ide tertinggi.

       Aliran idealisme ini menggunakan evaluasi essai karena efektif dalam proses belajar mengajar dan juga dapat meningkatan keterampilan peserta didik dalam mengembangkan soal.jadi aliran idealisme merupakan suatu aliran yang mengedepankan akal pikiran manusia sehingga suatu itu bisa terwujud atas dasar pemikiran manusia itu sendiri bukan dari pemikiran makhluk lainnya.

Dalam pendidikan, aliran idealisme merupakan aliran yang berkontribusi besar demi kemajuan pendidikan. Hal tersebut bisa kita lihat pada metode dan kurikulum pada yang digunakan oleh sekolah tersebut.

          Filsafat idealisme sangat penting dalam dunia mendidik karena meletakkan manusia atau peserta didik sebagai subjek memiliki pengetahuan yang tersimpan dalam dirinya,baik pengetahuan umum maupun agama. Pada taraf inilah pendidikan harus dalam diri anak didik,baik secara rasional dan nyata.

2. Filosofi tokoh-tokoh filsafat pendidikan idealisme

    a.plato

Plato ini merupakan seorang pria yang salah satu dari keluarga berpendapat bahwasanya pengetahuan tidak dapat diperoleh melalui panca indera karena dunia itu Maya atau menyamping dari dunia kenyataan. Hal ini juga dikemukakan oleh Plato bahwasanya kita itu tidak dapat memiliki pengetahuan sejati kalau kita melihatnya dari segala sesuatu yang dapat berubah.

Menurutnya jika kita memiliki pengetahuan sejati apabila kita dapat memahami dari akal apa yang dipahami oleh akal.

Yaitu Secara universal juga dipahami orang lain.contoh Dalama ilmu matematika yang perkalian bahwa jika orang ditanya tentang perkalian maka jawabannya akan sama tetapi berbeda dengan ketika orang ditanya warna pelangi apa yang paling bagus maka hampir setiap jawabannya pasti berbeda karena setiap panca indera menghasilkan bentuk karya seni sendiri yang menurutnya bagus.

Plato juga mengemukakan dalam tujuan pendidikan bahwa pendidikan itu harus membentuk watak dan karakter siswa, bagaimana caranya menjadi kreatif dan produktif.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun