Mohon tunggu...
Geyonk
Geyonk Mohon Tunggu... Wiraswasta - Warga 62

Photomood, Saya dan kopi hitam .:: IG::.

Selanjutnya

Tutup

Hobby Pilihan

Cahaya dan Warna Sebuah Cerita (Bagian Akhir)

3 Juni 2018   22:27 Diperbarui: 3 Juni 2018   23:01 604
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Hari ini ada banyak sekali motivasi kenapa seseorang mengambil gambar, salah satu alasannya yang paling kekinian adalah Instagrammable, mengabadikan sesuatu yang dianggap bagus, lucu, menarik, dan punya nilai seni tinggi, lalu 'dipoles' kemudian unggah di sosial media besutan Kevin Systrom dan Mike Krieger pada tahun 2010 ini, kalau menurut urban dictionary; cute enough to put on instagram. Sejatinya semua kegiatan diatas adalah fotografi, dan jika ditanyakan apa itu  fotografi saya yakin semua bisa menjawab, melukis dengan cahaya.

Cahaya (dokpri)
Cahaya (dokpri)
Sejatinya, setiap aspek fotografi bergantung pada cahaya: cahaya adalah apa yang ditangkap oleh media rekam, film ketika analog, dan sensor ketika digital. Cahaya memantul dari sumber cahaya dan mengenai objek yang berbeda sehingga membuatnya terlihat dan menciptakan warna seperti pada postingan sebelumnya. Nah, kemudian yang menjadi pertanyaan adalah ketika tidak ada cahaya atau hanya sedikit apa yang akan terjadi?

Tidak ada cahaya (dokpri)
Tidak ada cahaya (dokpri)
Pada awal-awal sejarah fotografi, satu-satunya cahaya yang tersedia adalah matahari, dan ketika saat satu-satunya sumber cahaya ini tidak tersedia ataupun tidak mencukupi menimbulkan kegelisahan, tidak ada lagi foto yang bisa dihasilkan. 

Sama seperti penemuan-penemuan dalam bidang apapun, kegelisahan karena kurangnya cahaya ini akhirnya mendorong percobaan-percobaan bagaimana cara mengatasi hambatan tersebut, so hasilnya adalah dengan cara  mencoba menciptakan cahaya buatan yang bisa diandalkan. Pada saat itu, tentu saja cahaya buatan dalam hal penerangan sudah dipakai.

Sejarah mencatat 400.000 SM manusia membuat/menciptakan sendiri api(yang bisa dikontrol), 3000 SM rush light, 1500 SM oil lamp, 100 M lilin, 1730 hollow wick, 1792 gas lighting, 1802 arc lamp, dan 1853 kerosene lamp, akan tetapi tidak ada satupun cahaya buatan ini yang bisa diandalkan untuk menciptakan cahaya buatan bagi fotografi. 

Setelah beberapa penemuan, barulah Adolf Miethe dan Johannes Gaedicke tahun 1887 menciptakan Blitzlicht atau flash powder, percampuran dari magnesium powder dan potassium chlorate. 

Sebenarnya kedua bahan ini adalah bahan berbahaya ketika dicampur dapat menyebabkan ledakan, memang korban kemudian muncul dari para fotografer yang tidak hati-hati ketika mencampur atau saat menyalakannya. Kebayang kan jika tidak ada penemuan berikutnya, mungkin hari ini para fotografer yang membutuhkan cahaya buatan dengan magnesium powder dan potassium chlorate bisa dikejar-kejar densus 88.

Singkat cerita, ketika GE(general Electric) menemukan sashalite dan Philips menemukan photoflux, disempurnakan oleh flashcube, dan magicube oleh Kodak, semuanya menjadi lebih indah. Cahaya dan pencahayaan kemudian menjadi pelajaran yang aman dan menarik.

Bola (dokpri)
Bola (dokpri)
Gambar sederhana ini tercipta ketika cahaya dan pencahayaan hadir, dan sering kali gambar sederhana ini menjadi sangat begitu rumit ketika dipelajari, dikarenakan penuh dengan istilah(mungkin sangat asing) dan aturan-aturan, sehingga memerlukan banyak latihan untuk bisa menguasai

Kita lihat 1 (dokpri)
Kita lihat 1 (dokpri)
Gambar sederhana ini memuat 2 exposure, pertama lampu kamar dan kedua adalah speedlight. Lampu kamar kemudian disebut ambient, dan speedlight disebut incident light. Walaupun ada 2 exposure, pada kenyataannya terlihat seperti hanya ada satu, karena intensitas cahaya dari speedlight lebih tinggi dari lampu kamar, sehingga lampu kamar tidak terasa(tampak) sama sekali. Apakah ambient-nya tidak perlu? Kita butuh ambient light untuk menentukan fokus pada obyek. 

Misalnya (dokpri)
Misalnya (dokpri)
Jika tidak ada speedlight dan lampu kamar jadi satu-satunya sumber cahaya maka polanya akan seperti ini, lampu kamar sebagai incident light(sinar datang) mengenai permukaan bola, dan reflected light(sinar pantul) akan terekam kamera melalu lensa. Dengan adanya reflected light yang masuk, kita juga bisa melihat/mengukur nilai exposure-nya melalui light meter yang ada dalam kamera. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun