Mohon tunggu...
Niko Nababan
Niko Nababan Mohon Tunggu... Tutor

Belajar Mencintai Kata

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen | Wanita yang Tak Pernah Menyatakan Cinta

20 Mei 2019   19:53 Diperbarui: 20 Mei 2019   23:06 0 7 1 Mohon Tunggu...
Cerpen | Wanita yang Tak Pernah Menyatakan Cinta
John Barney Art - Original Abstract Painting/zatista.com

"Mestinya aku kembali lebih awal," pikir Doni. Ia mendapati ibunya menangis di sudut pintu dapur. Ada beberapa pecahan gelas juga di lantai. Dilihatnya rak piring yang tak lagi tegak lurus. Tampak sisinya bengkok akibat pukulan yang keras.

Apa yang dicemaskan Doni terjadi lagi. Semua ini adalah ulah ayahnya. Ini yang ia khawatirkan, ketika sedang tidak berada di rumah. Ia menatap ke arah ibunya. Ada beberapa bekas pukulan di wajah.

"Sial ! Bajingan itu sungguh keterlaluan," umpat doni dalam hati.

Dengan wajah tampak geram, lalu ia bertanya kepada ibunya.

"Masalah apalagi sekarang ? kemana dia pergi ?"

Ibunya tidak membalas pertanyaan Doni, hanya tampak wajahnya yang sedang menahan air mata. Doni mencoba menarik nafas pelan. Ia masih dapat mendengar isak kesedihan yang belum dituntaskan ibunya.

"Icha," seru Doni, namun tidak ada jawaban.

Seharusnya adiknya itu sudah berada di rumah. Adiknya masih duduk di bangku sekolah dasar kelas lima. Icha merupakan adik Doni satu-satunya. Sebenarnya Doni memiliki seorang kakak, namun setelah lulus sekolah dasar kakaknya memilih tinggal dengan nenek.

Doni memanggil adiknya berulang kali, namun tetap tidak ada sahutan. Kemudian, ia pergi mencari kekamar. Di kamar tampak adiknya sedang menangis.

"Kau baik-baik saja kan ?"

"Iya bang, hanya saja aku tidak bisa melerainya, seperti yang abang lakukan" sambung adiknya.

"Sudahlah, yang penting tidak terjadi apa-apa padamu."

Doni bertanya. "Apa masalah hari ini, kenapa lelaki itu kumat lagi ? "

Icha mejelaskan runtutan ceritanya. Saat itu dia baru saja kembali dari sekolah. Dia melihat sebuah mobil pickup tengah parkir di depan rumah. Karena penasaran, dia bertanya kepada ibunya siapa gerangan tamu mereka.

Ternyata sang pemilik mobil pickup adalah pengusaha pupuk. Pengusaha pupuk tersebut mencoba menawarkan produk terbaru kepada ayahnya.

"Cukup," tegas Doni.

Doni memotong cerita adiknya. "Aku sudah tau apa kelanjutannya."

***

Ini adalah hal yang membuat Doni, adiknya dan ibunya was-was. Ketika ada seseorang yang berkunjung ke rumah, pasti sebuah masalah baru akan muncul. Ayah mereka adalah seorang yang luar biasa tempramennya. Jika keinginannya tidak terpenuhi, maka istri dan anaknya yang akan menjadi korban kemarahannya.

Namun kepada orang lain, ayah mereka tidak pernah menunjukkan sikapnya itu. Di mata orang lain ayah mereka adalah sosok yang pandai bergaul dan suka menolong. Pernah ada seorang tetangga meminjam uang sebesar lima juta kepada ayah mereka. Saat itu ayah mereka baru saja menerima uang hasil penjualan sawit. Lantas ia memberikan semua uang yang ia miliki kepada temannya itu. Padahal uang yang dipinjamkan kepada teman-temannya itu jarang ada yang dikembalikan.

Ayah mereka sama sekali tidak perlu meminta izin dari istrinya dalam hal mengambil tindakan. Sekali saja istri maupun anaknya berkomentar, maka dengan sigap ia akan melayangkan tangannya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3