Mohon tunggu...
Gatot Swandito
Gatot Swandito Mohon Tunggu... Gatot Swandito

Yang kutahu aku tidak tahu apa-apa Email: gatotswandito@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

KLB Demokrat: SBY Sudah Isyaratkan Lempar Handuk

28 Februari 2021   20:09 Diperbarui: 28 Februari 2021   20:43 1958 16 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
KLB Demokrat: SBY Sudah Isyaratkan Lempar Handuk
SBY (Sumber: Kompas.com)

KLB Demokrat seperti Perang Bharatayudha yang sudah tidak bisa dielakkan lagi. Meski hari H belum ditentukan, namun para kader Demokrat pengusung KLB sudah menargetkan bulan Maret 2021 sebagai waktu pelaksanaannya.

"Apakah mungkin KLB terjadi dan apakah mungkin KLB itu hanya untuk melengserkan AHY? KLB pasti jalan. Jadi jangan tanya apakah mungkin? Pasti jalan. Dan melengserkan? Ya pasti kami lengser AHY," kata salah seorang kader Demokrat pendukung KLB, Hencky Luntungan sebagaimana yang dikutip JPNN.com

Sebagaimana perang saudara Bharatayudha yang menjadi penentu penguasa Kerajaan Hastinapura, KLB Demokrat juga akan menjadi "perang" di antara para kader Partai Demokrat dalam memperebutkan kepemimpinan partai.

Dalam kisah Mahabharata, Duryudana berhasil membujuk adik sepupunya Yudistira untuk bermain dadu. Yudistira yang memang gemar bermain dadu tentu saja mengiyakannya. Tanpa disadari oleh Yudistira, dadu yang digunakan dalam permainan tersebut bukan dadu sebagaimana biasanya, melainkan dadu yang bisa diatur oleh Sengkuni.

Satu per satu adik-adik Yudistira menjadi budak Kurawa setelah Duryudana memenangkan permainan. Taruhan pun meningkat, Yudistira akhirnya terbujuk untuk menjadikan Kerajaan Hastinapura yang dipimpinnya menjadi benda taruhan. Dan, Yudistira pun kalah dan harus menyerahkan Hastinapura kepada Duryudana.

Akibat kekalahannya itu, setelah menjalani masa perbudakan, Yudhistira bersama keempat adiknya harus menjalani pengasingan selama 13 tahun. Setelah 13 tahun kemudian konflik di antara Pandawa-Kurawa dengan Duryudana sebagai pemimpinnya terus memanas hingga mau tidak mau harus diakhiri dengan peperangan.

Pada Maret 2020 Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) resmi terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat 2020-2025 secara aklamasi dalam Kongres V Partai Demokrat setelah mendapat dukungan suara lebih dari 70 persen dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC).

Terpilihnya AHY ini kemudian digugat oleh sejumlah kader Demokrat yang menilai proses aklamasi tidak fair lantaran panitia dianggap menutup rapat-rapat pintu peluang bagi kader-kader lainnya untuk mengajukan diri sebagai calon ketua umum.

Namun demikian, dorongan KLB Demokrat tidak semata-mata karena proses terpilihnya AHY, melainkan juga lebih dikarenakan kepemimpinan AHY yang dianggap buruk. Oleh kader Demokrat pengusung KLB, AHY dipandang tidak egaliter atau tidak demokratis, berlaku sewenang-wenang terhadap kader-kader partai yang bersikap kritis, kurang komunikatif, dan masih banyak lagi yang lainnya. Selain itu, AHY dianggap gagal menjalankan tugasnya sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) untuk Pilkada 2018 dan Pemilu Serentak 2019.

Bila konflik antara Pandawa-Kurawa yang dipimpin Duryudana memuncak setelah 13 tahun masa pengasingan, konflik antara kader pengusung KLB Demokrat-kader anti-KLB Demokrat memanas setelah 13 purnama sejak AH Yudhoyono terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Sebenarnya ada satu lagi persamaan antara Perang Bharatayudha dengan KLB Demokrat. Destarastra, ayah dari Duryudana, sempat menjadi Raja Hastinapura setelah terjadi tragedi yang mengakibatkan raja sebelumnya, yaitu Pandu Dewanata, meninggal dunia. SBY, ayah dari AHY, sempat menjadi Ketua Umum Partai Demokrat setelah ketua umum sebelumnya, Anas Urbaningrum ditangkap KPK.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x