Mohon tunggu...
Profil
0 Poin
Drs. Gasper Liauw, M.Si, kelahiran, Misol, Raja Ampat, Papua Barat, pada 30 Oktober 1964. Tulisannya dimuat antara lain di Cenderawasih Pos, Media Yahukimo dan Opini Dot Com (http ://opinidotcom.blogspot.com). Karya yang pernah ditulis : Corporate Plan PDAM Jayawijaya (2001), Analisis Penerimaan PAD Yahukimo (2008). Buku yang telah terbit : Suara Dari Yahukimo Merancang Masa Depan Indonesia Dengan Penuh Harapan (JP BOOKS, 2007). Buku yang akan segera terbit: The Papua Paradox, penerbit Andi Offset, Yogyakarta. Penulis dapat dihubungi melalui email :glmas9@yahoo.com atau sms ke 08124812768.
Bergabung 06 Juni 2010
Statistik
0
0
0
0
0
0

Label Populer

FOLLOWERS 9
avatar
avatar
Didimus Wandik
Menuliskan
avatar
avatar
Valen Ohei
saya berasal dari papua,3 bersaudara,2 laki" dan satunya perempuan yaitu saya,saya anak tunggal,sekarang tinggal di jakarta dengan tante dan om saya,seorng siswa sma kelas 1 i salah satu yayasan di bekasi mgkn sdikit ttg sya yg bsa sya berkan
avatar
avatar
Dinesh D' Roiza
I have something special for you !!!
avatar
avatar
Dian Esa
What u do is what u get....
avatar
avatar
Frans Dione
Pengajar dan Pembelajar Pemerintahan. Pengurus Pusat MIPI (Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia).
avatar
avatar
Taufik H. Mihardja
Sehari-hari merawat Kompas.com dan Kompas TV
avatar
avatar
Wisnu Nugroho
mengabarkan yang tidak penting agar yang penting tetap penting
avatar
avatar
Pepih Nugraha
Gemar catur dan mengoleksi papan/bidak catur. Bergabung selama 26 tahun dengan Harian Kompas sejak 1990 hingga 2016. Setelah menyatakan pensiun dini, hari-hari diisi dengan membaca, menulis, mengajar, dan bersosialisasi. Menulis adalah nafas kehidupan, sehingga baru akan berhenti menulis saat tidak ada lagi kehidupan. Bermimpi melahirkan para jurnalis/penulis kreatif yang andal. Saat ini mengelola portal UGC politik https://PepNews.com dan portal UGC bahasa Sunda http://Nyunda.id Mengajar ilmu menulis baik offline di dalam dan luar negeri maupun mengajar online di Arkademi.com.
avatar
avatar
Prayitno Ramelan
Pray, sejak 2002 menjadi purnawirawan, mulai Sept. 2008 menulis di Kompasiana, "Old Soldier Never Die, they just fade away".. Pada usia senja, terus menyumbangkan pemikiran yang sedikit diketahuinya Sumbangan ini kecil artinya dibandingkan mereka-mereka yang jauh lebih ahli. Yang penting, karya ini keluar dari hati yang bersih, jauh dari kekotoran sbg Indy blogger. Mencintai negara dengan segenap jiwa raga. Tulisannya "Intelijen Bertawaf" telah diterbitkan Kompas Grasindo menjadi buku. Website lainnya: www.ramalanintelijen.net
LAPORKAN KONTEN
Alasan