Mohon tunggu...
Gapey Sandy
Gapey Sandy Mohon Tunggu... Penulis - Kompasianer

Peraih BEST IN CITIZEN JOURNALISM 2015 AWARD dari KOMPASIANA ** Penggemar Nasi Pecel ** BLOG: gapeysandy.wordpress.com ** EMAIL: gapeysandy@gmail.com ** TWITTER: @Gaper_Fadli ** IG: r_fadli

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Pilihan

Sinar Mas Land, Lebih dari Sekadar Berinovasi Hijau

14 September 2022   21:48 Diperbarui: 14 September 2022   22:04 671
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Eka Tjipta Widjaja. (Foto: Lukas Ferdinand/Kontan)

Merespon kegiatan tersebut, CEO Sinar Mas Land Group, Michael Widjaja menyatakan, "Isu yang dibahas pada Forum B20 selaras dengan visi Sinar Mas Land dalam membangun kehidupan yang lebih hijau, bersih dan berkelanjutan. Apalagi, Sinar Mas Land juga berupaya menghadirkan lingkungan hidup yang sustainable dan menjadi pionir cityscape yang berkelanjutan dari hulu ke hilir. Mulai dari taman-taman kota, streetscape hingga gedung-gedung perkantoran, produk residensial dan komersial, untuk menghadirkan lingkungan yang nyaman bagi masyarakat."

Sementara itu, Deputy Chair Energy Sustainability and Climate (ESC) Task Force B20, Agung Wicaksono mengingatkan tentang kendaraan listrik. "Elektrifikasi, pembangkitan berbasis energi terbarukan, dan efisiensi energi adalah pilar utama transisi energi. Investasi dalam teknologi dan sektor terkait transisi energi pun kini semakin meningkat. Salah satu pilar teknologi yang akan berperan besar dalam transisi energi adalah Kendaraan Listrik sebagai transportasi rendah emisi. Hal ini sejalan dengan inisiatif Indonesia melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Serta, sejalan dengan salah satu prioritas rekomendasi kebijakan yang diformulasikan oleh ESC Task Force yaitu percepatan transisi energi berkelanjutan dengan menurunkan intensitas karbon melalui berbagai inisiatif," tuturnya.

Kegiatan seminar nasional Forum B20 ini bersamaan dengan peresmian uji coba kendaraan listrik tanpa awak pertama di Indonesia. Nama kendaraannya, "Navya Arma". Kehadiran "Navya Arma" merupakan langkah konkret Sinar Mas Land mewujudkan smart city yang berkelanjutan di BSD City.

Tampilan kendaraan listrik tanpa awak Navya Arma. (Foto: Gapey Sandy)
Tampilan kendaraan listrik tanpa awak Navya Arma. (Foto: Gapey Sandy)

Lantas, seperti apa rasanya naik Navya Arma? Belum lama ini, penulis merasakan sendiri bagaimana sensasi naik mini bus tanpa sopir itu. Semuanya, dituliskan di sini: Pengalaman Naik Bus Tanpa Sopir. 

Pertama, secara umum, berkeliling kawasan The Breeze, BSD City dengan menumpangi Navya Arma sangat sensasional karena beberapa alasan. Pertama, aura kendaraan berteknologi tinggi (high tech), very modern looking dan made with modern materials, sangat mengemuka.

Didominasi tampilan luar warna biru, Navya Arma punya dua wajah eksterior yang sama baik muka depan maupun belakang. Imut dan futuristik. Di sisi atap, terdapat dua kotak cukup besar warna putih yang merupakan konsol Global Positioning System (GPS). Inilah yang mengoperasikan secara otomatis arah dan rute lokasi yang hendak dituju.

Selain GPS, di beberapa bagian body Navya Arma dibenamkan LIDAR atau Light Detection and Ranging. Jumlahnya ada enam. Fungsi LIDAR? Untuk mengetahui ada obyek apa-apa saja di sekeliling Navya Arma. Sehingga secara digital real time akan langsung merespon semua obyek tadi demi mencegah benturan. LIDAR merupakan teknologi peraba jarak jauh optik yang mengukur properti cahaya yang tersebar untuk menemukan jarak dan juga informasi lain dari target yang jauh.

Sistem rem Navya Arma menggunakan cakram hidrolik yang terkenal sebagai mekanisme pengereman paling nyaman untuk semua kendaraan. Cakram hidrolik Navya Arma dipasang di posisi ban depan juga belakang.

Navya Arma juga mampu mendeteksi dan merespon undakan jalan seperti "polisi tidur". Kendaraan listrik ini punya suspensi yang menjamin kenyamanan penumpang. Karena, air suspension atau suspensi udara yang digunakannya mampu menggantikan per baja dengan bantalan udara, bahkan dapat diatur tingkat kekerasannya secara fleksibel.

Kedua, Navya Arma berbasis energi listrik sehingga pasti irit dan ramah lingkungan. Tak ada lagi gas buangan karbon dioksida (CO2) hasil pembakaran energi fosil yang kotor.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun