Mohon tunggu...
Daud M Nur
Daud M Nur Mohon Tunggu... Wartawan

Menulis mengabadikan sejarah hari ini

Selanjutnya

Tutup

Finansial Pilihan

Mulusnya Perjalanan Bisnis Hitam Rokok Ilegal

27 Januari 2020   03:19 Diperbarui: 27 Januari 2020   03:18 47 2 1 Mohon Tunggu...
Mulusnya Perjalanan Bisnis Hitam Rokok Ilegal
Source: Net

Sering kita mendengar masuknya barang ilegal, bahkan sebagian masyarakat terlibat sebagai konsumen hasil selundupan tersebut seakan lepas dari pengawasan penegak hukum. 

Asumsi ini sesuai realitas yang sering ditemui ditengah masyarakat.Barang-barang tersebut sedang dinikmati oleh kalangan masyarakat bawah, baik barang elektronik, rokok tanpa cukai serta barang mewah lainnya yang cendrung harganya sangat miring. Inilah bisnis hitam yang katanya dinikmati oleh segelintir orang, bahkan para aktor intelektual.

Mulusnya perjalanan bisnis hitam para penyelundup yang kerap kali mendistribusikan berbagai jenis barang larangan terbatas dari provinsi tetangga dan negara tetangga yang tidak jauh dari perairan Indragiri digunakan sebagai jalur masuknya barang ilegal tersebut. Yang sering disebut jalur tikus.

Pelabuhan atau jalur tikus yang berpotensi sebagai pintu masuk penyelundupan barang-barang ilegal dari negara-negara tetangga bukan rahasia umum lagi. Diduga kuat dibeking aktor intelektual bermoral preman terbiasa melakukan praktek suap-menyuap.

Bisnis yang sangat menggiurkan ini terus bergulir. Bisnis antar pulau menggunakan kapal cepat sangat licin tuk ditindak seakan terorganisir, diduga kuat adanya main mata antara oknum petugas, oknum petinggi dengan pengusaha nakal.

SEGELINTIR OKNUM NIKMATI RECEH HASIL ROKOK ILEGAL, MEMPERKAYA PARA CUKONG

Padahal rokok ilegal merugikan negara, tapi mengapa beberapa orang yang mengambil keuntungan melakukan pendistribusian keseluruhan lini konsumen. Inilah yang dikatakan segelintir pelaku yang menikmati hasil bisnis hitam dengan mendistribusikan rokok ilegal membidik kalangan berpenghasilan bawah.

Jalur haram rokok ilegal, sang cukong bisa menjual ratusan dus rokok dari bisnis hitam ini dengan pola berantai, mulai dari mengangkut menggunakan kapal cepat (speedboat siluman) menuju gudang penampungan hingga sampai ke pemilik grosir, kurir, hingga pengecer.

Cukong menghasilkan untung berlipat, namun tidak sedikitpun merasa terancam. Sedangkan para kurir dan pengecer hanya menjual per pack dan perbungkus berharap mengumpulkan recehan terang terangan memperlihatkan kejahatan ekonomi, berapa miliar kerugian negara hasil dari bisnis hitam yang dilakukan para cukong.?

SANGAT SULIT DITINDAK

Pertanyaan utama yang ingin dijawab adalah bagaimana kapasitas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam penanganan praktek ekonomi ilegal ini?

Mampukah memutus mata rantai bisnis haram tersebut tanpa menguak fakta-fakta serta sisi-sisi lain dari praktek ekonomi ilegal yang berlangsung sekian lama dilakukan para pembisnis haram.

Jika dilihat sepertinya sangat sulit, karena banyak oknum yang menikmati hasil dari bisnis haram ini. Tidak terlepas dari mata rantai pelaku kejahatan ekonomi. Mari kita runut.!!, cukong raih keuntungan miliaran rupiah, aktor intelektual raih ratusan juta rupiah, sementara kalangan penghasilan bawah raup recehan.

Butuh keberanian dan tekad lebih untuk memutus mata rantai peredaran barang ilegal di Negeri Hamparan Kelapa Dunia, karena khwatir mendapatkan intervensi dan tekanan dari para pelaku berkepentingan penikmat pundi-pundi jalur ekonomi haram ini.

Itu mengenai pelaku yang menikmati pundi-pundi barang ilegal. Belum lagi mengenai kondisi fisik geografis yang sangat luas disertai banyaknya titik pelabuhan tikus atau liar. Dan tidak terlepas dari berlangsungnya hukum pasar, yakni adanya permintaan dan penawaran dari masyarakat kalangan bawah, karena harganya jauh lebih miring dari pada barang resmi.

 
Penulis: Daud M Nur

VIDEO PILIHAN