Mohon tunggu...
Gaganawati Stegmann
Gaganawati Stegmann Mohon Tunggu... Administrasi - Telah Terbit: “Banyak Cara Menuju Jerman”

Housewife@Germany, founder My Bag is Your Bag, co founder KOTEKA, teacher, a Tripadvisor level 6, awardee 4 awards from Ambassadress of Hungary, H.E.Wening Esthyprobo Fatandari, M.A 2017, General Consul KJRI Frankfurt, Mr. Acep Somantri 2020; Kompasianer of the year 2020.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Semarak Masa Adven di Jerman Telah Tiba!

25 November 2016   18:53 Diperbarui: 26 November 2016   11:37 332
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Jerman sudah mulai dingin. Maklum, masuk musim winter di mana salju bisa saja turun meski global warming melanda dunia. Bahkan di musim gugur kemarin, salju sudah turun duluan di beberapa tempat di Jerman. Aneh tapi nyata.

Baju mulai dirapatkan, ditebalkan supaya badan terasa nyaman. Orang Jerman bilang, "Es gibt kein schlechtem Wetter sondern falsche Kleidung." Jerman yang memiliki empat musim, ada musim dinginnya, yang sebaiknya tidak dijuluki sebagai cuaca buruk tapi orang sebaiknya memperhatikan betul pakaian yang dikenakan. Jangan sampai salah kostum atau batuk, pilek dan panas akan mendera. Kalau dipikir, bener juga kannnn.

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi
Nah, akhir bulan November ini, masyarakat Jerman sudah mulai heboh:

- Sudah beli hadiah natal belum?
- Natalan mau ke mana?
- Keluarga ngumpul di mana nanti? Anak-anak datang kan?
- Nanti masak apa pada malam natal tanggal 24 Desember?
- Sama keluarga mau skiurlaub, liburan main ski di mana? Swiss? Austria?

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi
Dan entah apalagi rentetan pertanyaan yang bisa saja dilontarkan orang. Natalan jadi seperti lebaran bagi masyarakat Jerman yang multikulti, campuran beragam etnis. Mayoritas memang beragama Katholik, agama dan keyakinan lain juga ada dan ikut mewarnai acara.

Seiring dengan hal itu, di mana-mana sudah digelar Weihnachtsmarkt mulai minggu ini. Pasar natal dengan kelap-kelip lampu di sana-sini. Jualan kastanien (biji kastanye yang digongso), glühwein (anggur hangat) atau punsch, dekorasi Natal, hasil rajutan dari kepala sampai kaki, sosis, dan ah, banyak deh.

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi
Hanya ada setahun sekali. Memperhatikannya saja sudah merasa senang, apalagi berjalan-jalan di sekitarnya dan menikmati apa yang ada di sana bersama teman, keluarga atau orang terdekat. Lupa sudah sama dingin yang menggigit kulit. Barangkali juga sudah lupa pula kalau akhir tahun masih juga nggak punya duit. Intinya, ceria bersama sanak keluarga dan orang banyak. Jarang-jarang lagiii.

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi
Hmm...Tambah seru lagi karena pameran Adven sudah mendahului pasar Natal di seluruh penjuru Jerman. Menurut pengamatan dan pengalaman, Adven ditandai dengan penyulutan lilin pertama pada Adventkranz, lingkaran krans berisi empat lilin yang disulut satu persatu tiap hari minggu; Adventsonntag pertama, kedua, ketiga dan keempat sampai menjelang natalan tanggal 24 Desember. 

Biasanya lilin yang sudah dinyalakan akan menemani keluarga saat makan bersama. Karena lilin pertama disulut lebih awal, adakalanya lilin memiliki ketinggian lebih dari lilin keempat, yang dinyalakan berdekatan dengan Natal.

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi
Makanya, ada kebiasaan yang dilakukan anak-anak Jerman, melafalkan sajak Adven;

"Advent, Advent, (Adven-adven)
Ein Lichtlein brennt (satu lilin menyala)
Erst eins, dann zwei, (pertama-tama satu, lalu dua)
Dann drei, dann vier, (disusul ketiga dan keempat)
Dann steht das Christkind vor der Tür." (Akhirnya, Anak Yesus pemberi hadiah sudah datang).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun