Mohon tunggu...
Gaganawati Stegmann
Gaganawati Stegmann Mohon Tunggu... Administrasi - Telah Terbit: “Banyak Cara Menuju Jerman”

Housewife@Germany, student @Fritzerlerschule, teacher@Denkmit, a Tripadvisor level 6, awardee 4 awards from Ambassadress of Hungary, H.E.Wening Esthyprobo Fatandari, M.A 2017, General Consul KJRI Frankfurt, Mr. Acep Somantri 2020; Kompasianer of the year 2020.

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Mudahnya Mencari Orang Lewat Internet

23 Juni 2021   22:31 Diperbarui: 23 Juni 2021   22:41 94 9 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mudahnya Mencari Orang Lewat Internet
Diary. Sumber ilustrasi: PEXELS/Markus Winkler

Bersyukur memiliki kesempatan sebagai salah satu admin Koteka, Komunitas Traveler Kompasiana sejak berdiri sampai hari ini. Banyak pengalaman yang nano-nano, memperkaya wawasan diri, berbagi ilmu/pengalaman dan networking. Personal branding saya juga ikut terangkat, kalau orang Jawa bilang, nunut. Xixi.

Ada tapinya, ususnya harus panjianggg.

Sehubungan dengan itu, hari ini saya mau cerita kisah mudahnya mencari data orang lewat internet.

Ceritanya begini, setelah lebih dari seminggu mengumumkan siapa saja yang menjadi pemenang kartu pos Gregg Jaden, photographer kondang dari Kanada yang tinggal di Kalifornia, USA yang menjadi narasumber zoom pada hari Sabtu, 29 Mei 2021, dari tujuh pemenang ada satu yang nggak memberikan alamat ke e-mail Koteka. Ih, bandel, ah. Bayangin juga betapa keriting admin Kompasiana yang sering bikin lomba dan bagi hadiah. Ada yang alamatnya nggak dikirim, ada yang alamatnya nggak jelas, ada yang lupa ... pokoknya ribet gitu deh. 

Betul. Yang jadi admin bingung lah, kayak saya ini juga begitu. Masalahnya, kartu pos bergambar tema bahasan dalam zoom tersebut,  dicetak dari Jerman dan harus dikirim ke Amerika. Kartu sudah siap ditempeli 6 alamat yang diprint di atas kertas, supaya tangan si cowok nggak keriting. Haha. Malas banget, sihhhh. Gemes.

Dari Amerika akan dikirim langsung ke Indonesia oleh sang speaker. Makanya kalau satu belum ada alamat, bingung juga. All or nothing, gitu kali ya. Eh ngomong-ngomong kenapa bukan Gregg saja yang bikin kartu pos di Amerika? Sibuk kaliiii, namanya juga artis, wkwkwk.

Lantas, what can I do? Saya bingung, sebab memberi pengumuman di group WA Koteka yang lama-lama gemuk, sampai disuruh pada pindah ke Telegram, nggak ada tanggapan dari si empunya nama. Kesalllll. Saya coba tanyakan kepada salah satu mahasiswa yang ikut pada zoom tersebut. Siapa tahu ada yang kenal. Zoom kali itu bekerjasama dengan UIN Kudus. Ternyata, nggak ada yang namanya itu. Ihhh Kepala saya cekat-cekot, bumi gonjang-ganjing, langit kelap-kelip. Pijimana?

Hey, sebenar, kenapa tidak mencari di internet? Kalau namanya bukan samaran pasti gampang menemukannya. 

Yup, betul, ketemu di Pinterest! Pesan terkirim tapi tidak juga dibalas hari itu. Huh. 

Tak patah arang. Saya cari-cari lagi, ah di instagram ada! Hurray! Untuk mengirimkan pesan, saya tambah menjadi teman di akun saya. Pesan terkirim. Tak berapa lama, ia menjawab bahwa betul itu namanya dan betul ikut acara. Screen shot dokumentasi peserta ikut saya bagi. Wah, senangnya. Akhirnya alamat ada di tangan, dan paket berisi kartu pos dan alamat pemenang segera saya serahkan ke kantor pos filial kampung. Semoga sampai dengan selamat, pandemi gini, pos di mana-mana macet.

Eh. Peserta nggak ada data? Itu mah, biasa. Yang jadi admin Koteka memang harus sekalu ngelus dada. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x