Mohon tunggu...
Gaganawati Stegmann
Gaganawati Stegmann Mohon Tunggu... Telah Terbit: “Banyak Cara Menuju Jerman”

Ibu RT@Germany, a teacher@VHS, a dancer@www.youtube.com/user/Gaganawati1/videos, an author of "Banyak Cara Menuju Jerman", a Tripadvisor level 6, penerima 2 award dari dubes LBBP RI (Hongaria), Y.M. Wening Esthyprobo Fatandari,M.A tahun 2017, nominator Best in Citizen Journalism Kompasianival 2013, nominator Best in Citizen Journalism Kompasianival 2014, nominator Kompasianer of the year Kompasianival 2014.

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Pilihan

Jangan Buang Sampah Sembarangan di Hutan

13 Juli 2020   04:32 Diperbarui: 13 Juli 2020   04:26 61 14 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jangan Buang Sampah Sembarangan di Hutan
Botolnya hilang, sampahnya ditinggal di hutan (dok.Gana)

Jalan-jalan ke hutan menjadi salah satu kebiasaan kami sekeluarga karena tinggal di daerah Blackforest di Jerman.

Menikmati segar dan hijaunya hutan, berbincang dengan keluarga dan tentu saja ini upaya menuju sehat. Paling senang memilih hutan yang memiliki fasilitas tempat grillen" alias bakar-bakar dan Spielplatz" atau tempat bermain. Jadi kadang malah seperti piknik, bawa barang segambreng ke sana. Pindahan.

Sayang, hari itu kami hanya membawa diri, tanpa bekal. Iya, karena sebelumnya sudah brunch. Perut masihlah kenyang.

Tak terasa sudah pukul 12 siang. Sampai di tengah-tengah hutan yang ada tempat bermainnya, kami berhenti. Taman bermain sudah boleh dibuka di era New Normal. Meskipun tidak begitu ramai, sudah ada beberapa pengunjung, selain kami.

Ah, anak-anak sudah ABG tapi ternyata masih mau juga mainan. Mereka berebutan. Memang sejak kecil mereka memang paling suka ke taman bermain dan tidak mau pulang kalau hanya sebentar. Sekarang hanya kadang-kadang saja.  Batas anak yang diijinkan bermain adalah sampai  umur 14 tahun saja.

Dari ayunan, pindah ke jungkat-jungkit lalu ke kereta gantung. Yang terakhir bikin kita serasa jadi Tarzan. Auwooo .... Seru sekali. Dunia anak-anak memang menyenangkan. Mana ada yang mikir utang?

Sembari mengawasi anak-anak bermain, kami memunguti botol-botol bir yang berserakan di semak-semak dan di pepohonan. Jumlahnya 33 botol. Ah, pasti dari sisa pesta anak muda yang pada hari Sabtu nongkrong. Namanya juga malem minggu, malam yang panjang.

Sedih memang memandangi pemandangan yang tidak biasa di Jerman itu. Sampah yang dulu ada di tempat itu sudah tiada. Barangkali karena pemda sengaja menghilangkannya sebab memakan dana yang tidak sedikit untuk membersihkannya. Selain itu banyak orang yang tidak bertanggung-jawab dalam menggunakan tong sampah dengan tidak semestinya.

Mengapa botol itu tidak dibawa pulang oleh mereka yang meminumnya? Mengapa mereka mengotori hutan?

Baiklah, kami yang memberesinya. Dalam hitungan menit, semua botol sudah berjajar rapi di meja dari kayu di tempat bermain itu. Selain itu, saya juga kumpulkan sampah yang berserakan; tisu, plastik, kertas. Bulan lalu, tetangga kami yang jalan-jalan ke hutan menemukan 14 roda mobil bekas dan melaporkannya kepada pemda. Jadi ingat waktu saya ke hutan Hongaria, nemu kulkas sama mesin cuci bekas. Heran ....

"Sayang kita nggak bawa tas. Atau tiap orang bawa, bisa? Atau bajumu dibuka, buat kantong botol? Bisa? Mumpung summer, panas kan?" Usul saya lugu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x