Mohon tunggu...
Fajr Muchtar
Fajr Muchtar Mohon Tunggu... Guru - Tukang Kebon

menulis itu artinya menyerap pengetahuan dan mengabarkannya https://www.youtube.com/c/LapakRumi

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Fintech dan Satu Kisah Sukses

19 Mei 2019   19:48 Diperbarui: 19 Mei 2019   20:04 71
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Beberapa hari lalu, saya bertanya kepada teman-teman di grup bisnis. Kaitannya dengan tema tulisan di SamberTHR Kompasiana tentang sosok pengusaha dadakan yang mengandalkan fintech. Dari 3 grup bisnis yang saya ikuti taka da satupun yang merespon pertanyaan saya. Tadinya kan niatnya mau saya wawancara sebagai bahan reportase hari ke 14. Akhirnya saya browsing dan mencari beberapa kisah pengusaha-pengusaha yang meminjam dari fintech ini.

Cerita-cerita ini saya kumpulkan dari berbagai sumber dan berharap agar hal ini bisa menjadi pelajaran buat pembaca yang meminjam modal dari fintech. Sebelum itu, saya ingin menjelaskan dulu beberapa hal tentang fintech ini.

Rambu-rambu

(Dok : The Jakarta Post)
(Dok : The Jakarta Post)

Istilah Fintech saat ini digunakan untuk menyebut inovasi dalam bidang jasa keuangan atau finansial. Dengan kata lain fintech adalah inovasi finansial yang diberi sentuhan teknologi modern.

Karena menggunakan teknologi modern, maka hampir semua proses Pengumpulan dana, transfer dan pengelolaan asset) menjadi lebih simpel.

Dari sisi inilah fintech menjadi sangat menarik dibandingkan layanan perbankan yang cenderung ribet dan banyak persyaratan yang mesti dipenuhi. Seperti biasa, saat ada peluang kemudahan dan kecepatan pelayanan, kemudian layanan ini menjamur. Saat menjamur seperti itu, kemudian muncul pula oknum-oknum yang mencoba meraup keuntungan dari euphoria dan ketidaktahuan nasabah.

Agar tidak terjerat pada permainan fintech abal abal, maka cek dulu 7 hal ini.

Dok : Republika
Dok : Republika
1. Cek perizinan di OJK

Ini adalah aturan paling dasar saat ingin menjadi investor atau nasabah satu fintech. OJK (otoritas jasa keuangan Indonesia) adalah otoritas tertinggi dari perusahaan keuangan di Indonesia. Pilihlah fintech yang telah dijamin oleh OJK. Sebab pada saat perusaah yang kita pilih kolaps, maka dana yang kita salurkan ke perusahaan akan dijamin oleh OJK.

2. Pilih yang transparan

Pilih perusahaan yang transparan dan mudah diakses laporan keuangannya. Meskipun sudah resmi dan dijamin OJK, ada beberapa perusahaan yang mempersulit dan menutup akses informasinya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun