Mohon tunggu...
Firdaus Tanjung
Firdaus Tanjung Mohon Tunggu... Wiraswasta - Memberi dan mengayuh dalam lingkar rantai kata

"Apabila tidak bisa berbuat baik - Jangan pernah berbuat salah" || Love for All - Hatred for None || E-mail; firdaustanjung99@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Medan Pilihan

How to Sale? Wujudkan Danau Toba "Rumah Kedua" Wisatawan

25 September 2021   23:59 Diperbarui: 26 September 2021   00:08 846
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Danau Aek Natonang, ibarat danau di atas danau di P. Samosir (Dok. Jhony Sinaga)

Beberap titik spot diantaranya, ground-camping di Tongging sedang dilakukan pembenahannya. Begitu juga lokasi tempat paralayang sudah berjalan. Termasuk track jungle di perbukitan. 

Beberapa area yang akan dibuat camping-ground di Tongging. (Dok. Dickson Pelawi)
Beberapa area yang akan dibuat camping-ground di Tongging. (Dok. Dickson Pelawi)
Kesemua itu berlatar perbukitan, danau dan flora faunanya. Termasuk juga adat dan budaya. Menarik, bukan?

Siapa pun yang pernah berkunjung ke Danau Toba pasti terkesan dengan luasnya danau dan pemandangan alamnya yang indah. Udaranya yang sejuk sangat bagus untuk relaksasi.

Danau Toba ini memiliki panjang 100 km, dengan lebar 30 km dan kedalaman 500 meter. (Pada titik tertentu ada kedalaman mencapai 1000 meter lebih). Berada di posisi ketinggian 900 mdpl (meter dari permukaan laut). Sudah terbayang bukan, bagaimana luas dan besarnya danau ini?

Berbicara tentang Danau Toba memang tidak saja sekedar alam dan budayanya. Justru dari sini akan banyak melahirkan ide-ide atau gagasan lain yang tentu dapat meningkatkan visit turis dan ekonomi masyarakat.

Salah satu spot angel buat selfi di Sirmanjarunjung, Kab. Simalungun Sumut. (Dokpri ftanjung)
Salah satu spot angel buat selfi di Sirmanjarunjung, Kab. Simalungun Sumut. (Dokpri ftanjung)

Danau Toba merupakan kebanggan warga Sumut khususnya dan Indonesia umumnya telah ditetapkan sebagai Global Geopark Kaldera Toba oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization) pada 7 Juli 2020 lalu.

Dalil-dalil yang disampaikan Pemerintah Indonesia sangat logis, yaitu Kaldera Toba memiliki kaitan kuat antara geologis dan warisan tradisi budaya lokal. Termasuk keanekaragaman hayati dan hubungan ekologi sosiologinya.

Bisa jadi hasil itu ada korelasi kuat secara tidak langsung dengan ditetapkannya Danau Toba sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas Nasional. Yang telah diwacanakan pada November 2017 lalu.

Hasilnya dari 10 destinasi tersebut, ada 4 yang lebih diprioritaskan, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo. Oleh karenanya, disebut dengan Destinasi Super Prioritas (DSP) Pariwisata Indonesia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Medan Selengkapnya
Lihat Medan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun