Mohon tunggu...
Firman Sulistyo
Firman Sulistyo Mohon Tunggu... Sulisan Firman

Semua yang ada di sini, ditulis oleh Firman Sulistyo

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen | Dengkuran

10 Oktober 2019   11:56 Diperbarui: 10 Oktober 2019   12:01 0 5 3 Mohon Tunggu...

Tidur menurut Jono adalah satu-satunya cara yang sangat ampuh untuk mengobati segala rasa. Kantuk, lelah, letih, sedih, senang, terlalu senang, bahkan ketika tidak sedang merasakan itu semua, kenikmatan yang ditimbulkan dengan tidur masih tetap istimewa.

*

Liburan kuliah telah usai. Jono, seorang mahasiswa jurusan Sastra Dongeng di salah satu universitas di negeri dongeng adalah seorang pria yang mengidolakan hal yang unik; tidur. Baginya, tidur adalah segalanya. Pelipur segala lara, pelita dalam gelap, dan yang terpenting adalah pelega di segala dahaga. Namun, ia bukanlah seseorang yang ketika sudah tertidur menjadi lupa sama sekali dengan waktu. Baginya, telat berangkat kuliah, telat menepati janji dengan teman atau datang rapat, atau lupa makan karena terlalu lama tidur adalah hal yang tak ia kenal di dalam kamusnya. Dengan tidur ia masih tetap bisa datang kuliah tepat waktu, menepati janiji dengan teman, dan yang terpenting tidak lupa makan. Baginya tidur bukanlah sesuatu yang sepele, walaupun terkadang ia menganggap begitu.

Liburan kuliah kemarin, Jono selalu mengurangi waktu jatah tidurnya. Walaupun ia sangat mengerti hal itu bukanlah sesuatu yang sepatutnya dilakukan seseorang yang mengidolakan tidur. Tidurnya ketika libur kala itu selalu tidak kurang dari subuh. Biasanya, selepas salat subuh ia langsung pergi tidur. Ia pun tahu bahwa kebiasaan seperti itu tidak baik, dan ia juga mengerti bahwa tidur sehabis salat subuh bukanlah sesuatu yang dinilai baik (paling tidak bagi sebagian orang). Namun ia tetap melakukannya, karena ia butuh. Pukul 8 pagi ia sudah bangun. Dengan kondisi tubuh yang disegar-segarkan. Lalu ia menghabisi harinya seperti biasa dengan menonton anime yang ada di laptopnya, atau sesekali ketika ia sedang bosan menonton ia akan menulis apa pun yang bisa ditulisnya.

*

Jono, tentunya selain lihai mendongeng juga piawai dalam menulis. Dongeng apalagi. Tulisannya yang lain berupa cerpen, puisi, esai, atau bahkan ceracauan yang terkadang tidak jelas apa maksudnya, sering dimuat di media cetak. Baik media cetak lokal maupun nasional. Dengan begitu ia bisa memenuhi hasrat belanjanya yang besar. Sebagai seorang pria, Jono tidak membatasi dirinya dalam hal berbelanja. Ketika ia menginginkan suatu hal yang menurutnya menarik, ia akan berusaha bagaimanapun caranya bisa mengumpulkan uang guna membeli barang tersebut.

*

Jono pagi ini sedang siap-siap kembali ke indekosnya. Kembali siap-siap mengeluh ketika ingin tidur dan dihadapkan dengan suara dengkuran teman sekamarnya yang lebih tepat disebut polusi suara. Ia sangat terganggu dengan suara dengkuran temannya itu. Menurutnya, suara dengkuran membuatnya tidak bisa menikmati hal yang sangat diidolakannya (tidur) dengan sepenuh hati dan sering membuatnya bangun dengan perasaan yang tidak sama sekali segar. Teman sekamarnya memang terkenal dengan seseorang yang mempunyai suara dengkuran terkeras dan paling mengganggu seantero indekosnya. Rama namanya. Rama sebenarnya adalah seorang pria yang baik, pandai, kritis terhadap topik atau isu apa pun. Namun, dengkurannya ketika tidur adalah satu-satunya hal yang membuatnya menjadi bahan guyonan teman-teman di kampusnya. Sekaligus juga menjadi satu-satunya alasan bagi setiap wanita yang ia senangi pada akhirnya meninggalkannya. Rama sama halnya dengan Jono, mahasiswa yang rela pergi jauh dari kampung halamannya demi melanjutkan pendidikannya di universitas di negeri dongeng. Ia dengan sangat berat hati terpaksa meninggalkan kedua orang tuanya yang saat ini ia ketahui salah satunya sedang menderita sakit keras.

Rama sedang menghadapi konflik batin yang sangat berat. Di satu sisi ia sangat ingin kembali ke kampung halamannya menjenguk orang tuanya, di sisi lain ia juga harus menempuh ujian skripsinya yang hanya tinggal beberapa hari lagi. Jono sebagai teman dekatnya hanya bisa diam, hanya bisa tetap memberi semangat, kekuatan supaya Rama tetap tabah, kuat, dan sabar.

*

Rama akhirnya selesai menjalani sidang skripsinya setelah ia disuruh dosen pengujinya mendongengkan para dosen pengujinya tersebut sampai mereka tertidur. Rama dengan kemampuan dongengnya yang memang tidak selihai Jono, akhirnya berhasil membuat pada pengujinya tertidur walau dengan waktu mendongen yang cukup lama, yaitu 32 jam nonstop.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x