Mohon tunggu...
Jeffry Wijaya
Jeffry Wijaya Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penulis

Menulis di tengah hiruk pikuk kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Horor Pilihan

Ayam Australorp

28 November 2023   12:35 Diperbarui: 28 November 2023   12:43 197
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto oleh JTdale, diambil dari Wikimedia Commons

Kalau usahaku suatu saat nanti tutup dadakan, itu pasti karena ulah Danu. Dagangan kesayanganku, semuanya dicomot begitu saja olehnya. Danu adalah preman pasar yang menakutkan, seperti momok seram berjalan. Tidak ada yang berani melawannya tanpa alasan yang kuat. Dia sudah seperti setan yang hidup di dalam diriku

Aku melihat Danu masuk ke warungku. Tanganku dingin berkeringat. Tubuhnya besar, mengisi seluruh ruangan. Wajahnya kasar berbekas luka dan tato tengkorak. Pakaiannya berbahan kulit hitam lusuh, dengan rantai besar di pinggangnya. Entah apa yang akan dia perbuat kepadaku hari ini.

"Rizal," katanya sembari agak membungkuk di dalam warungku.

Aku menarik napas dalam. "E.. Eh- eh... Ada Danu. Lagi cari apa?"

"Aku melihat ayammu tadi di belakang, berapa harganya?"

"A-ayam yang mana ya, Danu?"

"Itu yang bulunya hitam, ekornya putih. Cakep banget."

"Y-yang itu gak dijual, Danu..."

Danu melihat sekitar, dan mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Ditaruhnya benda itu di atas estalase kaca yang berada di antara kami. Sebuah pisau lipat. "Berapa?" tanyanya sekali lagi.

Aku terkesiap. "Sembilan ratus ribu, Pak Danu. Harga pasarnya segitu."

"Nih," dikeluarkannya 9 keping koin uang 1000 rupiah, lalu melemparnya kasar. "Aku ambil ayamnya sendiri," lanjutnya sambil melenggang pergi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Horor Selengkapnya
Lihat Horor Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun