firdhalifia octaryna
firdhalifia octaryna

perilaku anda menunjukan kualitas anda

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup

Pengaruh Makanan Halal terhadap Kecerdasan Anak Usia Dini

7 Desember 2017   11:40 Diperbarui: 7 Desember 2017   12:01 234 1 0
Pengaruh Makanan Halal terhadap Kecerdasan Anak Usia Dini
Sumber: Kepmenkes RI No. 75 tentang AKG bagi Orang Indonesia

Pengaruh Makanan terhadap Kecerdasan Anak Usia Dini

Oleh: Firdhalifia Octaryna

firlifia@gmail.com

Abstrak

Makanan yang masuk ke dalam tubuh akan menghasilkan energi yang dibutuhkan tubuh dalam melakukan aktifitas sehari-hari. aktifitas normal seorang anak dan orang dewasa sangat berbeda. Perkembangan pada anak usia dini masih tumbuh dengan pesatnya. begitupula dengan kebutuhan energi dalam setiap harinya antara anak usia dini dengan orang dewasa berbeda. Anak-anak memiliki kecenderungan aktifitas yang tinggi dan tida bisa diam. Hal ini, membutuhkan banyak energi yang harus diserap oleh anak.

Jenis makanan yang masuk ke dalam tubuh banyak sekali macamnya. Namun, perlu diingat bahwa yang dibutuhkan oleh tubuh yaitu zat-zat yang terkandung dalam makanan. Seperti karbohidrat, protein, mineral, zat besi, dan lain-lain. Zat-zat tersebut diperoleh dari makanan yang dikonsumsi tiap hari.

Dalam islam, disebutkan makanan yang halal dan makanan yang haram. Jenis-jenis makanan yang halal mempunyai sisi baik bagi tubuh yang dapat memberi zat-zat kebutuhan tubuh. Dari makanan yang dihalalkan memberi manfaat baik bagi tubuh. Sedangkan jenis makanan dan  minuman yang haram apakah mempunyai nilai baik. Ulasan berikut ini akan memberikan jawaban yang tepat.

 Dari makanan yang dikonsumsi akan mempengaruhi kecerdasan sorang anak. Anak di usia dini maih dalam masa emas perkembangannya yang membutuhkan asupan gizi sebagai pembantu dalam perkembanganya. bagaimana kajian teori yang dapat mengungkapkannya. Akan disampaikan di bagian yang selanjutnya.

Kata Kunci : Makanan halal, Kecerdasan Anak 

Pendahuluan

Saat ini,banyak sekali jajanan dan makanan yang perlu untuk dikaji ulang tingak gizi dan nutrisi yang dikandungnya. Zat gizi yang perlu dikonsumsi oleh anak balita ada beberapa macam. Diantaranya protein, karbohidrat, lemak, serat, vitamin dan mineral. Semua zat gizi tersebut memiliki takaran tersendiri untuk balita. Anak balita juga perlu penyeimbangan gizi di tiap harinya.

Selain diperhatikan dari cakupan gizi, namun sebagai seorang muslim juga wajib hukumnya untuk menegtahui kehalalan makanan. Salah satu ciri halalnya adalah dengan adanya label halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia). Yang telah disebutkan dan diperintahkan oleh Allah untuk senantiasa menjaga kehalalan makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Zat gizi adalah elemen yang terdapat dalam makanan dimanfaatkan langsung oleh tubuh, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air.zat gizi (nutrisi) yang masuk dalam tubuh diperlukan untuk dapat mempertahankan suatu kehidupan. (Soenardi, 2010)

Zat gizi yang telah dikonsumsi oleh tubuh, nantinya akan diproses dan memberikan dampak bagi seluruh tubuh. Selain itu, juga membantu masa perkembangan anak usia dini. Kecukupan gizi akan membantu perkembangan baik pad anak. namun, jika berlebih juga tidak baik untuk perkembangan anak.

Menurut Almatsier (2011) yang dikutip oleh Marmi mengatakan, zat gizi adalah ikatan kimia yang diperlukan oleh tubuh untuk melakukan fungsinya yaitu karbohidrat, lemak, dan protein berfungsi sebagai sumber energi atau penghasil energi yang bermanfaat untuk menggerakkan tubuh dan proses metabolisme di dalam tubuh, zat gizi yang berfungsi sebagai pembentuk sel-sel pada jaringan tubuh manusia dan memelihara jaringan tersebut, serta  proses-proses mengatur proses-proses kehidupan merupakan fungsi dari kelompok zat gizi seperti protein, lemak, mineral, vitamin dan air. (Marmi, 2013)

Pembahasan

Kebutuhan anak

Malahayati dan Anita Hairunnisa membagi kebutuhan anak dalam 5 kelompok. Berikut ini 5 kebutuhan tersebut :

Kebutuhan Fisiologis

Kebutuhan fisiologis meliputi makan, minum, bernapas, dan istirahat. Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan yang diperukan oleh manusia pada umumnya. Jadi sebagi orangtua harus peka terhadap anak dan juga kebutuhan fisiologisnya.

Rasa Aman

Rasa aman nampaknya juga dibutuhkan oleh semua orang. Tidak ada yang menginginkan berada di tempat asing yang tidak mengenakkan. Begitu pula dengan anak-anak lebih sensitif terhadap hal-hal asing.

Dihargai

Anak juga membutuhkan rasa untuk dihargai. Anak yang terus mendapat perlakuan tidak menyenangkan (diremehkan), akan menyebabkan rasa percaya dirinya rendah. Penghargaan terhadap anak juga tidak boleh berlebih, sesuai dengan porsi saja.

Aktualisasi Diri

Ketika seorang anak dapat memperlihatkan keahlianya di depan umum, akan memperkuat rasa pecaya dirinya. Anak yang keberadaanya diakui tidak akan menjadi anak pemurung dan peneyndiri. Begitu pula dengan jiwa sosialnya akan tumbuh dengan baik.

Cinta dan Afiilasi

Setiap anak menginginkan dicintai oleh orang lain, baik dari keluarga atau lingkungan sekitarnya. Anak yang merasa kekurangan rasa cinta dari orang lain biasanya akan tumbuh menjadi anak yang suka cari perhatian, merasa sepi, dan sendiri. (Rendra & Dkk, 2014)

Dalam kebutuhan anak usia dini memiliki lima komponen tadi yang didalamnya terdapat kebutuhan fisiologis. Kebutuhan fisiologis meliputi makan, minum, serta istirahat anak. kebutuhan tersebut menjadi umum untuk semua manusia. 

Sebagai seorang muslim perlu diketahui kadar gizi serta kadar kehalalan makanan. Pada dasarnya Allah telah memerintahkan untuk menjaga makanan yang masuk dalam tubuh dengan makanan halal. Seperti yang telah disebutkan dalam surah Al-Baqoroh ayat 168, yang artinya :  

168. Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.

Sedangkan kebutuhan makan dan gizi yang dibutuhkan oleh anak meliputi :

Energi

Energy diperlukan untuk berlangsungnya proses -- proses yang mendasari kehidupan. Berdasarkan hasil Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi (2013), angka kecukupan energy untuk anak usia 1 -- 3 tahun adalah sebesar 1000 kkal/orang/hari, sedangkan untuk anak berusia 4 -- 6 tahun adalah sebesar 1550 kkal/orang/hari.

Karbohidrat

Anjuran konsumsi karbohidrat sehari bagi anak usia 1 tahun ke atas antara 50 -- 60%. Anak -- anak tidak memerlukan 'gula pasir' sebagai energy serta madu harus dibatasi. Dalam kehidupan sehari -- hari, manusia membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energy utama serta bermanfaat untuk perkembangan otak saat belajar disebabkan karbohidrat di otak berupa sialic acid. Begitu juga dengan balita, mereka juga membutuhkan gizi tersebut yang bisa diperoleh pada makanan. Kenalkan mereka dengan beragam karbohidrat secara bergantian.

Protein

Kebutuhan protein secara proporsional lebih tinggi untuk anak-anak daripada orang dewasa. Besarnya kebutuhan protein berdasarkan berat badan adalah:

2.2 g/kg BB/hari pada usia <6 bulan

2 g/kg BB/hari pada usia 6-12 bulan

1-1.5 g/kg pada usia di atas 1 tahun

Kecukupan protein per hari untuk balita disajikan pada tabel berikut ini.





Lemak

Balita membutuhkan lebih banyak lemak dibandingkan orang dewasa karena tubuh mereka menggunakan energy yang lebih secara proporsional selama masa pertumbuhan dan perkembangan mereka. Sumber lemak dalam makanan bisa diperoleh dalam mentega, susu, daging, ikan, dan minyak nabati.

Sumber:Kepmenkes RI No. 75 tentang AKG bagi Orang Indonesia
Sumber:Kepmenkes RI No. 75 tentang AKG bagi Orang Indonesia



Serat

Serat adalah bagian dari karbohidrat dan protein nabati yang tidak dapat dipecah dalam usus kecil dan penting untuk mencegah sembelit, serta gangguan usus lainnya. Serta dapat membuat perut anak menjadi cepat penuh dan terasa kenyang, menyisakan ruang untuk makanan lainnya sehingga sebaiknya tidak diberikan secara berlebih. Kecukupan lemak untuk balita 1-3 tahun adalah 16 g/hari, sedangkan 4-6 tahun adalah 22 g/hari.

Vitamin dan Mineral

Usia balita merupakan usia yang cenderung kekurangan zat besi sehingga balita harus diberikan asupan makanan yang mengandung zat besi. Makanan atau minuman yang mengandung vitamin C, seperti jeruk merupakan salah satu makanan yang mengandung gizi yang bermanfaat untuk penyerapan zat besi.

Kebutuhan Vitamin dan Mineral untuk Anak 1 -- 6 Tahun:

  • Sumber:diadaptasi dari berbagai sumber
    Sumber:diadaptasi dari berbagai sumber

Balita juga membutuhkan asupan kalsium secara teratur sebagai pertumbuhan tulang dan gigi balita. Salah satu pemberi kalsium terbaik adalah susu yang diminum secara teratur. (Susilowati & Kuspriyanto, 2016)

Hubungan makanan halal dengan tingkat kecerdasan anak

Makanan dan minuman memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan manusia. Pengaruh tersebut dapat dikelompokkan menjadi :

Mempengaruhi pertumbuhan tubuh dan kecerdasan akal

Berhubung makanan dan minuman memiliki dominan pengaruh terhadap pertumbuhan fisik dan kecerdasan akala manusia, maka Allah memberi petunjuk dan memerintahkan makanan yang halal dan thoyyib, sehingga akan memberikan pengaruh yang baik pula bagi kehidupan secara fisik jasmani bagi yang mengkonsumsinya.

Mempengaruhi sifat dan perilaku

Pada tubuh manusia terdapat sel-sel yang disebut dengan gen yang membawa dan membentuk sifat dan perilaku manusia. Selain itu, aktifitas tubuh dikoordinasikan oleh syaraf dan hormon. Makanan yang dikonsumsi diantaranya berfungsi untuk menjaga sel-sel dan fungsi organ, termasuk juga fungsi syarat dan hormon. 

Dengan begitu makanan yang dikonsumsi akan mempengaruhi sifat dan perilaku manusia.

Mempengaruhi perkembangan anak-keturunan

Makanan dan minuman yang dikonsumsi seseorang juga kan mempengaruhi pertumbuhan sperma dan ovum. Setelah terjadi pembuahan, janin akan berada di rahim seorang ibu. Saat ibu mnegandung, makanan yang dikonsumsi akan mempengaruhi pertumbuhan janin.

Mempengaruhi diterima/ditolaknya amal dan ibadah

Tugas utama manusia di muka bumi adalah beribadah. Jika makanan dan minuman yang dimsukkan ke dalam tubuh saja tidak suci atau haram maka jelas akan menghambat diterimanya doa. (Amin, 2017)

Sedangkan dalam analisis hubungan gizi yang terkandung dalam makanan dengan kesehatan dan kecerdasan anak akan memberi hal yang signifikan. Kesehatan dan gizi anak dapat diartikan sebagai suatu hal yang mendatangkan zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Makanan bayi ASI merupakan makanan utama, sedangkan lainya sebagai pelengkap. 

Anak usia 1-3 tahun sangat rentan terhadap penyakit gizi. Mereka boleh diajari makan sendiri dengan mencicipi makanan yang lunak.

Pola makan anak yang bergizi akan meningkatkan konsentrasi belajar anak. dan juga memberikan kerja otak yang bagus untuk pertumbuhan anak. sedangkan sebaliknya, jika pola makan anak tidak bergizi akan menimbulkan gangguan pada kesehatan dan juga konsentrasi belajar anak. (Mursid, 2015)

Kesimpulan

Dari banyak sumber yang telah dijabarkan mengenai kebutuhan gizi anak, kadar halal yang mempengaruhi pertumbuhan, serta pola makan bergizi yang mempengaruhi kecerdasan anak. maka perlu diperhatikan lagi dalam memberi makanan yang haru dikonsumsi anak. dari gizi yang dikandungnya, kemudian juga kehalalan yang menjadi utama bagi umat islam. Banyak sekali sekarang jenis makanan dan juga jajanan yang perlu di hati-hati sendiri oelh orang yang akan mengkonsumsinya.

Makanan yang halal dan juga toyyib menjadi acuan dalam membantu perkembangan kecerdasan anak. tidak hanya saat anak sudah berumur 1 tahun ketas, namun sejak dalam kandungan pun seorang ibu harus menjaga makanan yang akan dikonsuumsi nantinya oleh anak.

Daftar Pustaka

Amin, M. (2017). Motor Penggerak Eksplorasi Fatwa Halal Kontemporer. Jakarta: Pustaka Jurnal Halal.

Marmi. (2013). Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Mursid. (2015). Belajar dan Pembelajaran PAUD. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Rendra, T., & Dkk. (2014). Papa Mau Aku Sukses. Yogyakarta: Solusi Distribusi.

Soenardi, T. (2010). Variasi Makanan Bayi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Susilowati, & Kuspriyanto. (2016). Gizi dalam Daur Kehidupan. Bandung: PT Refika Aditama.