Mohon tunggu...
Firda Larosa
Firda Larosa Mohon Tunggu... High School Student

.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Pengalaman Berkunjung ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi

31 Maret 2019   21:41 Diperbarui: 31 Maret 2019   22:07 0 1 0 Mohon Tunggu...
Pengalaman Berkunjung ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Foto Saat Berkunjung ke Museum (dok. pribadi)

Pada tanggal 23 Maret 2019, saya dan teman-teman saya berkunjung ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Saat berkunjung ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi yang berada di Jakarta Pusat, tiket untuk masuk ke museum tersebut tidak mahal yaitu Rp.2.000,0. Setelah membeli tiket tersebut, hal pertama yang ditunjukkan oleh pengerja museum tersebut adalah video yang menjelaskan tentang sejarah perumusan naskah proklamasi.

Video tersebut juga menjelaskan bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia tidak hanya dilakukan secara fisik saja, tetapi juga dengan cara diplomasi yang pertama kali dilakukan pada tanggal 17 November 1945 dimana diadakan pertemuan antara pihak Indonesia yang dipimpin oleh Perdana Menteri Sutan Syahrir dan pihak Belanda yang dipimpin oleh DR. H.J. Van Mook, sedangkan dari pihak Sekutu diwakili oleh Let. Jen. Christisson.

Setelah ditunjukkan video yang menjelaskan tentang sejarah perumusan naskah proklamasipada Museum Perumusan Naskah Proklamasi terdapat 4 ruangan. Ruangan pertama memiliki nama yaitu Ruang Pertemuan. Ruang ini merupakan tempat peristiwa sejarah pertama dalam persiapan perumusan naskah proklamasi.

Setelah kembali dari Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945, pada pukul 22.00 WIB, Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmah Soebardjo, diterima oleh Laksamana Tadashi Maeda di ruang ini. Ruangan kedua memiliki nama yaitu Ruang Perumusan. Ruang ini merupakan tempat dirumuskannya naskah proklamasi.

Dini hari menjelang 03.00 WIB, Ir.Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebardjo memasuki ruang ini untuk merumuskan konsep naskah proklamasi. Pada ruangan tersebut, adanya patung Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebardjo bertujuan untuk menggambarkan situasi tersebut. Ruang ketiga memiliki nama yaitu Ruang Pengetikan.

Pada ruangan ini, Ir. Soekarno meminta Sayuti Melik untuk mengetik naskah proklamasi. Sayuti Melik mengetik naskah proklamasi di ruang bawah tangga, ditemani oleh B.M. Diah.

Ruangan terakhir memiliki nama yaitu Ruang Pengesahan. Ruang ini merupakan tempat disetujuinya konsep naskah proklamasi oleh seluruh hadirin yag datang yaitu kurang lebih 40-50 orang, serta tempat disahkannya naskah proklamasi yang ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama Bangsa Indonesia. Peristiwa ini berlangsung menjelang subuh, pada hari jumat tanggal 17 Agustus 1945 bertepatan pada bulan suci Ramadhan.

Selain 4 ruangan tersebut, ditunjukkan juga barang-barang bersejarah yang mendukung, seperti piringan hitam yang pertama kali digunakan untuk merekam proklamasi kemerdekaan Indonesia, plakat Pahlawan Nasional tahun 2002, dan lain-lainnya. Ditunjukkan juga konsep naskah proklamasi yang ditulis tangan oleh Ir. Soekarno dan teks proklamasi yang diketik oleh Sayuti Melik.

Tokoh-tokoh bersejarah yang terlibat juga ditunjukkan pada Museum Perumusan Naskah Proklamasi dengan setiap foto tokoh yang besar. Gedung tersebut juga bersih sehingga pengunjung merasa nyaman saat keliling melihat gedung tersebut.

Saat berkunjung ke museum tersebut, pengunjung akan diberi buku yang berisi tentang informasi setiap ruangan yang berada di gedung tersebut sehingga jika pengunjung

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x