Mohon tunggu...
Dzulfikar
Dzulfikar Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Content Creator

Blogger dan Content Creator. Member Kompasiana sejak Juni 2010. Aktif menulis di blog bangdzul.com dan vlog https://www.youtube.com/@bangdzul/

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Diserang Kampanye Hitam, Ini yang Perlu Dilakukan Jokowi

19 Maret 2019   23:30 Diperbarui: 21 Maret 2019   01:49 145
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tangkapan layar twitter Haikal Hassan /dok.pribadi

Tak pelak isu PKI yang menerpa Jokowi 5 tahun lalu saja masih ada sisa-sisanya di beberapa kantong-kantong kemenangan kubu sebelah. 

Kenyataan tersebut sulit dibantah dengan melihat cuitan ustaz Haikal yang terkesan bertanya namun tendensius. Malah terkesan menggiring opini yang selama ini memang dijadikan bahan gorengan tentang sentimen anti Cina.

Sebagai sosok ustaz yang dipandang, seharusnya ustaz Haikal tidak serta merta langsung membagikan konten tersebut. 

Jika kita mendapatkan informasi yang belum jelas kebenarannya, makan tahan dulu. Jangan langsung disebarkan begitu saja. Pahami apa sih maksudnya Indochina. 

Jangan malah terlihat seperti orang yang kurang kritis dan malas mencari sumber primer.

Dikhawatirkan ada yang menduga-duga bahwa Indochina adalah Indonesia. Jika tidak disertai dengan narasi yang benar, cuitan tersebut bisa menimbulkan banyak tafsiran. 

Bisa saja toh ada yang berpikir bahwa Indonesia sudah dikuasai oleh China karena terjerat utang yang besar sampai-sampai namanya ganti jadi Indochina. Makin kacau lagi narasinya.

Inilah bahayanya misinformasi yang disebarkan bisa berujung menjadi kabar bohong dan fitnah.

Indochina yang dimaksud bukanlah Indonesia China, melainkan negara-negara di wilayah Asia Tenggara yang banyak dipengaruhi budaya India dan Tiongkok seperti Vietnam, Myanmar, Laos dan Kamboja.

Sama halnya seperti saran Nukman. Bagi orang dewasa, jangan hanya membaca judul saja lalu mengambil kesimpulan. Cek dulu isinya. Sebelum menyebarkannya, tahan dulu. Cek dulu kebenarannya. 

Meskipun benar sebaiknya juga dipikirkan kembali apa manfaatnya. Kalaupun isinya benar tapi tak bermanfaat, lantas untuk apa juga disebarkan?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun