Dzulfikar
Dzulfikar Freelance writer

Content creator, Full Time Blogger, Freelancer, SEO Geek. For inquiries contact me delapanempat@gmail.com | dzulfikaralala.com

Selanjutnya

Tutup

Tekno Artikel Utama

Kenapa Apple Buka Developer Academy di BSD Serpong?

7 Mei 2018   17:56 Diperbarui: 8 Mei 2018   20:59 3084 4 2
Kenapa Apple Buka Developer Academy di BSD Serpong?
dok.pribadi

Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartanto mengatakan bahwa saat ini Apple hanya memiliki tiga Apple Academy di Dunia. Pertama di Brazil, kedua di Italia dan ketiga di BSD, Serpong. Hal tersebut dikatakannya saat peresmian Apple Developer Academy Indonesia di BSD Green Office Park, Sampora, Cisauk, Tangerang Selatan, Banten, 7 Mei 2018.

Bahkan Apple menjanjikan bahwa Apple Academy ini akan bertambah lagi satu di Pulau Jawa dan satu lagi di luar Pulau Jawa. Namun, saat ini lokasi tersebut masih dirahasiakan oleh Apple.

Nilai investasi Apple membangun Apple Academy di BSD Serpong dan dua tempat menyusul lainnya menurut Menperin senilai 44 juta USD atau sekitar Rp 616 Miliar. Dalam satu tahun diharapkan Apple Academy ini akan mencetak 600 software developer setiap tahun. Namun saat ini untuk tahap awal baru terjaring 200 orang.

dok.pribadi
dok.pribadi
Ke depan Apple Academy ini akan dibuka untuk umum tanpa membatasi latar belakang maupun usia. Apple Academy tidak membebankan biaya. Bahkan nantinya semua prototipe aplikasi yang dihasilkan dari pembelajaran Apple Acedemy, lisensinya akan tetap dimiliki oleh pengembang atau si developer.

Pertanyaannya kenapa Apple memilih kawasan BSD?
Alasannya karena saat ini BSD City memang tengah gencar mengembangkan infrastruktur yang lengkap untuk menunjang dan mewujudkan ekosisten digital. Dari segi infrastuktur pun BSD City sudah menyokong lingkungan digital dengan fasilitas high resiliencies fiber backbone, command center, dsb.

Nilai investasi yang dikucurkan oleh Sinarmas Land tidak sedikit karena saat ini sudah disiapkan lahan seluas 25 hektar untuk membangun digitalhub dengan kucuran dana hingga Rp 10 triliun selama tiga tahun ke depan ungkap CEO Sinarmas Land, Michael Widjaya.

dok.pribadi
dok.pribadi
BSD Serpong yang berada di bawah naungan Sinarmas Land sepertinya tinggal selangkah lagi menjadikan kawasan bisnis di pinggir Jakarta ini menjadi Silicon Valley-nya Indonesia di masa mendatang. Apalagi Apple Academy sudah bergabung di Green Office Park 9, BSD Serpong, Tangerang Selatan.

Selain Menperin, turut hadir juga Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara atau akrab juga dipanggil Chief RA. Menurut Chief, Apple Academy tidak akan menjadi kompetitor bagi beberapa akademi yang sudah hadir di Indonesia karena Apple Academy hanya berbasis sistem operasi iOS.

dok.pri
dok.pri

"Ini akan menjadi tempat calon-calon Startup muda, dan menjadi pembangunan digital ekonomi Indonesia," kata Rudiantara.

Persyaratan untuk menjadi siswa di Apple Academy ini akan resmi dibuka pada bulan Juni mendatang dan ada mekanisme serta persyaratan yang harus dipenuhi untuk bisa mendaftar. Program gratis ini menurut Menperin akan berlangsung selama tiga tahun di tiga tempat di Indonesia seperti dijanjikan Apple kepada pemerintah.

Indonesia akan mendukung semua developer tanah air untuk belajar dari berbagai sumber dan mengapresiasi langkah yang Apple lakukan dalam membangun ekosistem digital di Indonesia. Bahkan saat ini pemerintah sudah memiliki program techno center di berbagai Universitas negeri maupun Universitas swasta. Diharapkan dari beberapa program itulah muncul talenta-talenta mudah yang bisa memecahkan berbagai persoalan di tengah masyarakat dengan penggunaan teknologi saat ini.

Salah satu yang menarik lagi ternyata ada sosok anak muda, mahasiswa Binus yang akan mewakili Indonesia dalam ajang Worldwide Developer Conference (WWDC) di Amerika Serikat.

Andika Leonardo (dok.pri)
Andika Leonardo (dok.pri)
Sosok berkacamata tersebut adalah Andika Leonardo, mahasiswa Universitas Binus jurusan ilmu komputer. Ia akan berada di San Jose California selama kurang lebih lima hari dengan biaya ditanggung oleh Apple seluruhnya.

Andika menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia dalam ajang konferensi developer Apple sedunia tersebut.

Menperin dan Menkominfo berharap Andika bisa membawa harum nama bangsa dan bisa kembali ke Indonesia dan turut serta membangun ekosistem digital di Indonesia dengan baik.

Dzulfikar Alala