Dzulfikar
Dzulfikar Freelance writer

Content creator, Full Time Blogger, Freelancer, SEO Geek. For inquiries contact me dzulfikar.alala[at]gmail[dot]com | bangdzul.com

Selanjutnya

Tutup

Wisata Pilihan

Macau, Negeri yang Menarik Dikunjungi untuk Pertama Kali ke Luar Negeri

4 Februari 2018   16:50 Diperbarui: 4 Februari 2018   16:58 1076 3 3
Macau, Negeri yang Menarik Dikunjungi untuk Pertama Kali ke Luar Negeri
Suasana Ruin's of St Paul yang ramai dengan turis (dok.pribadi)

Jalan-jalan ke Macau cuma seharian rasanya kurang banget. Soalnya tidak sedikit turis asal Indonesia yang sedang melancong ke Hong Kong tapi hanya singgah di Macau seharian saja. Saya saja yang selama tiga hari dua malam di Macau bersama dengan pemenang blog competition yang diselenggarakan oleh Macao Government Tourism Office (MGTO) dan Kompasiana, merasa masih belum cukup untuk mengeksplorasi semua tempat wisata instagenik di Macau.

Melanjutkan tulisan saya yang pertama, saya sudah terkesan saat pertama kali datang ke Macau.  Pembagian jalan bagi pejalan kaki dan kendaraan di Macau menurut saya memudahkan para pejalan kaki terutama turis yang baru pertama kali datang ke Macau. Semua trotoar di Macau terutama di jalan-jalan sempit diberikan pembatas yang jelas. Sehingga kami pun nyaman sekali untuk menyusuri beberapa sudut kota mencai hotel sambil geret-geret koper hahaha.

Nah ini turis jalan bukan pada tempatnya wkwkwk (dok.pibadi)
Nah ini turis jalan bukan pada tempatnya wkwkwk (dok.pibadi)
Beruntung setelah sampai di Hotel, kami pun istirahat selama kurang lebih 60 menit karena cuaca di Macau saat itu memang cukup bersahabat. Siang hari sedikit panas tapi pada malam hari cukup dingin. Akhirnya kami bisa tiba di hotel pada sore hari setelah keliling-keliling di beberapa Kasino-Kasino demi mendapatkan tiket untuk tumpangan gratis.

Iya, beberapa kasino memang memberikan fasilitas bus gratis ke beberapa tujuan. Namun, kita harus jeli karena ada beberapa kasino yang kini menetapkan aturan untuk mengambil tiket terlebih dahulu sebelum bisa menikmati fasilitas bus gratis.


Tapi, kalau dipikir-pikir menggunakan bus gratis itu gak efisien karena ngambil tiketnya sampai lantai dua wakakakakak. Jadi, daripada habis waktu mendingan bayar tiket aja buat ongkos bus. Rata-rata ongkos bus berkisar antara $3 MOP sampai dengan $10 MOP. Tapi, beberapa jalur ada yang punya tarif flat, jauh dekat cukup bayar $3.2 MOP saja. Lebih enak lagi kalau menggunakan kartu Octopus seperti di Hong Kong. Tinggal isi saldo dan tap jika ingin naik bus. 

Welcoming apple (dok.pri)
Welcoming apple (dok.pri)
Oh ya, saat tiba di hotel Best Western Macau (Hotel Sun Sun) kami mendapatkan welcoming apple. Hmm,,, karena saya sudah mulai lapar jadi saya mengambil satu buah untuk kemudian dimakan di dalam kamar. Lumayan buat ganjal perut sebelum jalan lagi.

Queen Bed tapi cuma sendirian,,, syedih (dok.pribadi)
Queen Bed tapi cuma sendirian,,, syedih (dok.pribadi)
Hotel yang kami tempati termasuk ramai juga dengan beberapa turis asal Tiongkok. Yah, gelagat mereka sudah ketahuan kok. Gak mau antre dan doyan serabat serobot saat masuk lift. Karena saya sudah sering baca tentang perilaku turis asal Tiongkok ini di beberapa negara termasuk di Eropa, jadi saya gak terlalu heran lah. Masa bodo aja, selama mereka gak ganggu gue, ya gue cuekin aja.  

View dari kamar hotel (dok.pribadi)
View dari kamar hotel (dok.pribadi)
Saya mendapatkan kamar dengan jendela city view. Langsung menghadap ke pemukiman penduduk. Yang paling enak sih bisa menghadap ke laut. Rasanya mungkin lebih syahdu kalau ngelamun malam-malam sendirian.

Fasilitas handphone yang bisa dibawa ke mana mana (dok.pribadi)
Fasilitas handphone yang bisa dibawa ke mana mana (dok.pribadi)
Nah, kalau nginep di hotel berbintang, enaknya ada fasilitas handphone seperti ini. Sudah gratis kuota internet, dan juga gratis telpon lokal dan interlokal (what bahasanya interlokal hahaha). Tapi, internetnya putus nyambung tiap 30 menit. Kalu buat hemat kuota sih oke nih. Hape ini pun jadi andalan buat kami bertiga tethering selama traveling. 

Sebetulnya saya sudah mengaktifkan paket roaming plus bonus kuota sebesar 2 GB menggunakan si merah. Kebetulan ada promo sehingga paket kuota bisa digunakan di Macau, Hong Kong dan juga Singapura. Nah, kebetulan pula tiga tempat itu memang bakal saya singgahi setelah dari Macau. Tapi, kalau mau beli SIM Card lokal juga bisa kok. Cuma harganya sepertinya lumayan yah. Di beberapa tempat saya baca kira-kira harganya sekitar $70 MOP dengan kuota 2GB. Jadi, sepertinya sama saja dengan mengaktifkan paket roaming dari Indonesia. Tapi, kadang-kadang kalau apes, paket roaming juga malah error saat tiba di tempat tujuan seperti salah satu peserta yang menggunakan si biru pas hahahaha.

Petunjuk jalan yang membantu turis fakir kuota seperti kami (dok.pribadi)
Petunjuk jalan yang membantu turis fakir kuota seperti kami (dok.pribadi)
Setelah mandi dan istirahat beberapa saat, kami lalu melanjutkan petualangan kami ke tempt selanjutnya. Tempat yang bakal kami kunjungi adalah sala satu kuil tertua di Macau, A Ma Temple di Macau. Kuil ini punya legenda yang berkaitan dengan Maritimo Museum di Macau. Apalagi posisinya hanya 10 langka dari A Ma Temple.

Sayangnya pada saat kami datang, Museum Maritimnya sudah tutup karena hanya beroperasi sampai pukul 17.00 saja. Oh ya, jika ingin mengunjungi beberapa Museum harus banyak cari informasi. Soalnya ada beberapa Museum yang tutup pada hari tertentu misalnya hari Senin atau hari Selasa. Mungkin ada alasan tertentu dibaliknya.

A Ma temple Macau (dok.pribadi)
A Ma temple Macau (dok.pribadi)
Nah, saat teman-teman yang lain mulau mengeksplorasi A Ma Temple, pandangan saja justru lebih tertarik pada beberapa gambar di depan A Ma Temple.

 

Mural di depan kuil (dok.pribadi)
Mural di depan kuil (dok.pribadi)
Saya kurang paham apa artinya, tapi saya menduga ini beberapa iklan layanan masyarakat yang dikemas dalam bentuk karikatur dan digambar dengan media dinding-dinding di sekitar A Ma Temple dan Museum Maritim Macau.

Iklan layanan masyarakat yang unik (dok.pribadi)
Iklan layanan masyarakat yang unik (dok.pribadi)
Saat kami datang kebetulan suasana pelataran di dapan kuil tidak terlalu ramai dengan pengunjung. Hanya ada beberapa orang saja berlalu lalang dan juga ada satu dua keluarga yang membawa serta anaknya untuk berjalan-jalan dan menikmati sore hari di sekitar A Ma Temple.

Setelah puas memotret akhirnya saya mencoba naik ke puncak A Ma Temple. Jalannya memang cukup mendaki. Tapi, tidak terlalu sulit kok untuk mencapai puncaknya. 

Kuil ini cukup unik juga karena penuh dengan lika liku jalan. Seperti berada di sebuah labirin dengan dinding batuan yang mata besar. Batu-batu seukuran rumah itu diukir dengan tulisan yang saya tak mengerti dengan warna merah mencolok. Kalau buat foto si instagrammable banget.


Setelah puas memotret beberapa sudut, kemudian saya mula mencari teman-teman lain. Iya, kenapa ya saya lebih suka ngeloyor sendiri daripada teman-teman lain yang suka jalan bareng. Nah, itu bedanya kalau orang introvertdan ekstrovertmenikmati perjalanan hahaha.

Eggtartnya endeus (dok.pribadi)
Eggtartnya endeus (dok.pribadi)
Nah, kebetulan tidak jauh dari A Ma Temple ada sebuah toko oleh-oleh. Salah satu yang perlu kamu coba adalah Egg Tart. Kebetulan saya sengaja cicip egg tart yang dijual di IKEA Alam Sutera demi membandingkan rasanya di negara aslinya hahaha. Ternyata emang betul, lebih enak egg tart di negara aslinya. Apalagi saat itu saya ditraktir oleh mas Christo hahaha. Satu kue ini dibandrol sekitar $10 MOP. Tapi setelah jalan-jalan ternyata ada yang lebih murah lagi, $8 MOP aja. Yah, tapi cuma beda $2 MOP sih apalah artinya hahaha.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3