Mohon tunggu...
Efwe
Efwe Mohon Tunggu... Administrasi - Officer yang Menulis

Penikmat Aksara, Ekonomi, Politik, dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Financial Pilihan

Habis SBR 012 Cetak Rekor, Terbitlah SR 018 Awal Bulan Depan

10 Februari 2023   10:55 Diperbarui: 10 Februari 2023   11:13 451
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Masa penawaran dua sub seri Saving Bonds Ritel (SBR) 012 T2 bertenor 2 tahun dan SBR 012 T4 dengan tenor 4 tahun telah berakhir Pukul 10.00 Kamis (09/02/2023) kemarin. Total raihan dana dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel ini mencapai Rp. 22,18 triliun.

Dengan rincian, jumlah pemesanan untuk SBR 012 T2 dengan imbal hasil 6,15 persen sebesar Rp.16,73 triliun dan SBR 012 T4 ber-imbal hasil 6,35 persen dipesan senilai Rp. 5,45 triliun.

Angka ini merupakan rekor tertinggi penyerapan investor untuk sebuah SBN ritel yang tak diperdagangkan kembali (non-tradeable) sejak dijual secara online melalui sistem e-SBN.

Bukan hanya perkara rekor, fakta tersebut menunjukan bahwa instrumen keuangan pelat merah ritel ini  memang luar biasa hype di tengah masyarakat umum dan investor.

Selanjutnya, setelah proses settlement SBR 012 selesai pada 15 Februari 2023 pekan depan, para investor yang telah melakukan pemesanan akan mendapatkan unit investasinya tersebut dan akan menerima imbal hasil pertamanya pada 10 Maret 2023.

Penerbitan SR 018

Nah, apabila ada diantara masyarakat yang belum sempat berinvestasi di seri SBR 012 karena satu dan lain hal atau menunggu instrumen investasi berbasis syariah, mengacu pada jadwal penerbitan SBN ritel yang telah dirilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR-Kemenkeu), awal bulan depan, tepatnya pada 3 Maret 2023 Pemerintah akan membuka penawaran untuk Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)  atau Sukuk ritel seri SR 018.

Seri SR 018 ini merupakan produk investasi berbasis syariah khusus diperuntukan bagi individu warga negara Indonesia. Penerbitan dan pengelolaannya benar-benar complied terhadap prinsip-prinsip syariah.

Clear! sesuai dengan pernyataan Dewan Syariah Nasional (DSN), Sukuk ritel ini tak mengandung unsur Maysir (Judi), Gharar (ketidakjelasan), dan usury atau riba.

Penerbitan Sukuk ritel mnggunakan struktur Akad Ijarah atau dalam istilah lain disebut Asset to be Leased. Dana hasil dari penerbitannya akan digunakan sepenuhnya untuk kegiatan investasi berupa hak pembelian manfaat Barang Milik Negara (BMN) untuk kemudian disewakan kepada Pemerintah Indonesia.

Selain itu, dana hasil investasi masyarakat itu akan digunakan untuk pengadaan proyek yang nantinya akan disewakan kepada Pemerintah Indonesia.

Dari hasil sewa itulah, imbal hasil Sukuk Ritel akan dibayarkan kepada investor atau masyarakat pemegang unit sukuk ritel sesuai dengan besaran imbal hasil yang nantinya akan ditetapkan oleh Pemerintah.

Lantas keuntungan apa yang bakal diraih oleh masyarakat jika memilih untuk berinvestasi di sukuk ritel ini?

Pertama. Aman, seperti halnya SBN ritel  lainnya, imbal hasil dan pokok dari investasi tersebut pasti dibayarkan karena dijamin oleh Undang-Undang nomor 19 tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara serta Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kedua. Menarik, tingkat imbal hasil yang ditawarkan akan sangat kompetitif di atas rata-rata suku bunga deposito bank-bank besar di Indonesia dan beban pajaknya lebih rendah dibandingkan deposito.

Ketiga. Terjangkau, lantaran hanya dengan jumlah minimum investasi sebesar Rp. 1 juta saja siapapun masyarakat asal memiliki KTP bisa berinvestasi di sukuk ritel ini.

Keempat. Mudah, karena dengan sistem e-SBN, masyarakat yang berminat untuk berinvestasi secara online di rumah atau di manapun, selama 24 jam dan 7 hari seminggu.

Karakteristik dari sukuk ritel, berkaca pada penerbitan deretan sukuk ritel sebelumnya, memiliki nilai imbal hasil yang tetap atau fix rate. 

Jadi dari awal penawaran hingga jatuh tempo, besaran imbal hasilnya tetap. Misalnya imbal hasil yang ditawarkan di awal penerbitan 5,95 persen per tahun maka sampai jatuh tempo ya 5,95.

Imbal hasil tersebut akan dibayarkan setiap bulan, langsung masuk rekening pemiliknya, hingga tanggal jatuh tempo tiba yang biasanya memiliki jangka waktu atau tenor selama 3 tahun.

Berbeda dengan SBR yang tak dapat diperdagangkan kembali di pasar sekunder atau non-tradeable, sukuk ritel bisa diperdagangkan kembali di pasar sekunder, setelah tiga kali masa pembayaran atau dipegang selama tiga bulan, tapi hanya antar warga negara Indonesia saja.

Satu hal lain yang sangat penting untuk diingat, seri SBR 012 atau SR 018 dan seri SBN ritel lainnya hasil dari investasi ini, akan digunakan sepenuhnya oleh Pemerintah Indonesia untuk mendukung pembangunan nasional memalui pembiayaan APBN, baik untuk pembangunan fisik dan sumber daya manusia-nya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun