Mohon tunggu...
Efwe
Efwe Mohon Tunggu... Administrasi - Officer yang Menulis

Penikmat Aksara, Ekonomi, Politik, dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Penangkapan Nurdin Abdullah Sinyal Bahaya bagi PDIP, Berkacalah Pada Partai Demokrat.

2 Maret 2021   09:21 Diperbarui: 2 Maret 2021   10:01 523
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Semua pejabat negara tersebut merupakan kader PDIP, "The Ruler Party" yang tengah berkuasa di Indonesia. Kondisi yang sangat buruk bagi PDIP.

Bila dibiarkan terus terjadi citranya akan terus memburuk bahkan bisa saja ditinggalkan para pemilihnya, seperti yang terjadi pada Partai Demokrat selepas Susilo Bambang Yudhoyono tak berkuasa lagi.

Mungkin kita masih ingat bagaimana rombongan petinggi PD secara bergantian menjadi pesakitan di tahanan KPK.

Mulai dari Sutan Batoeghana, Ketum PD saat itu Anas Urbaningrum, Nazarudin, Angela Sondakh hingga Andi Mallarangeng dan beberapa kader lainnya hatus mendekam di penjara bahkan hingga saat ini.

Karena kasus korupsi lah, perolehan suara PD dalam 2 pemilu terakhir terus tergerus hingga mendekati gurem.

Jika PDIP tak segera berbenah dan terus saja kader-kadernya yang memegang jabatan ditangkapi penegak hukum karena kasus korupsi, bukan tidak mungkin nasibnya akan seperti PD, nyungsep.

Meskipun kondisinya tak akan separah Demokrat, tapi paling tidak PDIP harus menyerahkan predikat pemenang pemilu pada partai lain.

Apalagi dalam pemilu 2024 nanti, PDIP tak memiliki sosok seperti "Jokowi" yang mampu mengerek suara PDIP menjadi pemenang Pemilu seperti 2 periode terakhir.

Namun demikian, saya tak akan pernah menyebutkan bahwa PDIP sarang koruptor seperti yang diungkapkan pihak oposisi, lantaran jika diamati secara seksama banyak kader PDIP yang terlibat korupsi lantaran PDIP sedang berkuasa dan jabatan publik banyak diduduki para kadernya dan itu alamiah saja seperti halnya Demokrat saat berkuasa.

Tetapi bukan berarti itu excuse yang dapat membenarkan tindakan korupsi itu. Tetap saja seharusnya apapun kondisinya korupsi tidak dilakukan oleh siapapun termasuk oleh pihak yang tengah berkuasa.

Untuk itulah makanya PDIP harus benar-benar membina atau mengingatkan terus kadernya agar tak terlibat dalam upaya menggangsir uang negara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun