Mohon tunggu...
Fernbaby
Fernbaby Mohon Tunggu... Lainnya - Penulis

Berbagi informasi dan edukasi anak bayi dan parenting

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Bolehkah Bayi Makan Telur Bebek? | Fernbaby

6 September 2022   15:18 Diperbarui: 6 September 2022   15:31 651
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Telur bebek merupakan sumber lemak dan protein yang baik untuk bayi. Telur bebek kaya akan zat besi dan seng, dua nutrisi yang sangat dibutuhkan tubuh bayi Anda untuk tumbuh.

Telur bebek, terutama kuningnya mengandung hampir semua vitamin, terutama selenium, vitamin B dan vitamin B12. Mengandung kolesterol dan kolin untuk mendukung pembentukan tulang, perkembangan otak dan pertumbuhan sel. Selain itu, jangan lupakan peran vitamin D agar tubuh bayi lebih mudah menyerap kalsium untuk memperkuat pertumbuhan tulang.

 Kapan Bayi Boleh Makan Telur Bebek? 

Secara umum, telur apa saja dapat diberikan kepada bayi yang sudah siap makan atau makan makanan padat, yaitu sekitar enam bulan. Seorang ibu dapat memberikan telur bebek kepada bayi yang masih belajar mengunyah dengan cara merebus dan membersihkannya pada tahap awal. Nantinya, saat bayi sudah mengunyah, menelan, dan mencerna dengan lebih baik, telur bebek bisa dijadikan telur dadar atau telur rebus.

 Risiko Alergi Telur Bebek Pada Bayi 

Telur bebek adalah salah satu penyebab alergi paling umum pada bayi. Sekitar dua persen bayi di seluruh dunia menderita alergi telur.

Oleh karena itu, ketika memberi makan telur bebek kepada bayi untuk pertama kalinya, sebaiknya berikan dalam jumlah sedikit dan biarkan bayi mengunyahnya sebentar, misalnya satu atau dua menit. Beberapa bayi bereaksi buruk bahkan terhadap sejumlah kecil telur. Waspadai tanda-tanda alergi atau sensitif, Moms.

Gejala Reaksi Alergi Telur Bebek Pada Bayi 

Reaksi alergi telur bebek pada bayi mirip dengan reaksi alergi telur ayam. Antara lain:

  • Mata berair,
  • gatal-gatal,
  • ruam,
  • mengi,
  • wajah bengkak,
  • batuk,
  • muntah,
  • diare,
  • kram perut.

Karenanya, sama seperti semua makanan yang diperkenalkan di awal bayi memulai MPASI, sebaiknya berikan telur bebek tanpa dicampurkan dengan bahan makanan alergen lain agar Mama lebih mudah mencari penyebabnya jika terdapat reaksi alergi pada bayi.

Apabila bayi mama menunjukkan reaksi berupa tubuh memerah atau sulit bernapas, segera larikan ke IGD karena bayi mama mungkin mengalami syok anafilaksis yang harus cepat mendapatkan penanganan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun