Mohon tunggu...
Fenni Bungsu
Fenni Bungsu Mohon Tunggu... Suka menulis

#SemangatCiee melalui tulisan non fiksi dari ragam bidang dan Cerita Fiksi. ⭐ IG : @fenni_bungsu ⭐ www.fennibungsu.com ⭐www.fennibungsu.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

Empat Hal Didapat dari #ExploreRawamangun bareng Click Kompasiana

25 Februari 2020   20:33 Diperbarui: 25 Februari 2020   21:24 84 6 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Empat Hal Didapat dari #ExploreRawamangun bareng Click Kompasiana
dok. ClicKompasiana

Rawamangun bisa saya katakan adalah wilayah yang sudah banyak dikenal oleh banyak orang. Sebut saja misalnya terminalnya (Terminal Rawamangun), mall-nya (Arion), kampusnya (Universitas Negeri Jakarta), tempat olahraganya (Velodrome), hingga transportasinya (TransJakarta, dan LRT). 

Di sekitar Rawamangun menjadi hal yang membuat saya tertarik dengan ide dari salah satu komunitas Kompasiana yaitu ClicKompasiana dalam mengadakan Explore Rawamangun pada hari Minggu, 23 Februari 2020 lalu, sehingga menerbitkan "Empat Hal yang Didapat dari Explore Rawamangun bareng ClicKompasiana", yang saya rangkum sebagai berikut:  

Hidup adalah Sebuah Perjalanan

Di acara #ExploreRawamangun ini, perjalanan saya tempuh semenjak dari rumah berjalan kaki menuju halte TiJe Perumnas Klender -- transit di halte TiJe Kampung Melayu -- transit Halte TiJe Matraman -- kemudian tiba di Halte TiJe Pemuda Rawamangun. Lalu menyusuri sky bridge menuju lokasi di stasiun LRT Velodrome. Tidak lupa untuk jepret ketje alias ada pengambilan gambarlah, untuk dokumentasi, hihi.

Foto di sky bridge antara Halte Tije Pemuda Rawamangun dan LRT Velodrome - Dok.FenniBungsu
Foto di sky bridge antara Halte Tije Pemuda Rawamangun dan LRT Velodrome - Dok.FenniBungsu
Kurang lebih satu jam mengeksplor di sekitar stasiun LRT Velodrome dan stasiun LRT Pegangsaan Dua. Perjalanan pun dilanjutkan menuju suatu tempat untuk sejenak menikmati santap siang. 

Lepas lelah dan konser di bagian sistem pencernanan perjalanan pun  berlanjut ke Makam Pangeran Jayakarta menggunakan angkutan umum KWK 25 dan berhenti tepat di depan lokasi. Rangakaian acara pun berakhir sekitar pukul setengah lima.

Makan siang di Bakmi Tasik -- dok. fennibungsu
Makan siang di Bakmi Tasik -- dok. fennibungsu
Di situlah dapat dirangkum bahwa perjalanan hidup dilakoni dari pagi hari hingga sore/malam, bahkan ada istilah keluar dari rumah gelap hingga gelap kembali ke rumah. Oleh karenanya perjalanan hidup yang positif semoga selalu menaungi kita, agar memperoleh manfaatnya dalam kehidupan.

Imbang Melihat ke Atas dan ke Bawah

Siapa yang tidak senang bisa jalan-jalan menggunakan transportasi masal yang keren ini. Saya #SemangatCiee sekali untuk bisa ikutan acara yang digagas oleh ClicKompasiana karena memang belum pernah coba, sekaligus ingin merasakan sendiri sensasinya itu seperti apa. Apalagi pernah dapat kartu sakti si krico, eaaa. Padahal dapatnya tahun lalu, baru bisa  dimanfaatkan pas di momen acara komunitas Kompasiana.

dok. FenniBungsu
dok. FenniBungsu
LRT adalah Lintas Rel Terpadu yang dilengkapi dengan kursi prioritas, dan tata tertib di dalam kereta. Di sekitar stasiun terdapat toilet untuk umum dan disabilitas, tangga eskalator, lift, dan mesin tiket otomatis. 

Sementara ini baru tersedia perjalanan dari Halte Velodrome hingga Halte Pegangsaan Dua, dengan ketersediaan kereta per 10 menit.  

Dengan perlintasan jalur layang pada LRT, saat berada di dalam kereta bila kita menengok ke arah atas awan biru nan cerah menaungi perjalanan ini, sebagai suatu hikmah agar tidak lupa dengan siapa yang menciptakan kita. 

Tatkala kita melihat ke sisi bawah pengajaran pun diperoleh bahwa masa itu berputar tak melulu berada di atas. Adakalanya pun di bawah, bahkan berada di tengah, ya kan kan..

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN