Mohon tunggu...
Felinda Fazriyani
Felinda Fazriyani Mohon Tunggu... Mahasiswi IAIN Jember

Jangan mudah putus asa jika impianmu belum tercapai, tetap semangat, dan jangan lupa bersyukur.

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Aliran Rekonstruksionisme dalam Filsafat Pendidikan

27 Mei 2020   03:30 Diperbarui: 27 Mei 2020   03:23 12 0 0 Mohon Tunggu...

Kali ini penulis akan menjelaskan sedikit tentang aliran-aliran dalam filsafat pendidikan yaitu aliran rekonstruksionisme, meliputi pengertian dan beberapa tokoh beserta pemikirannya dalam aliran ini. Sebagai berikut :

1. Filsafat Pendidikan Rekonstruksionisme

Aliran ini merupakan salah satu aliran dalam filsafat pendidikan yang termasuk modern. Rekonstruksionisme berarti suatu aliran yang ingin membangun masyarakat baru dengan cara membenahi pola pikir dan keyakinan baru melalui pendidikan serta mengubah tatanan masyarakat itu sendiri.

2. Tokoh Filsafat Pendidikan Rekonstruksionisme

a. Caroline Pratt

Caroline Pratt adalah seorang filsuf sekaligus guru yang lahir pada tahun 1960-an. Pemikirannya yaitu tentang memberikan peluang atau kesempatan pada anak-anak untuk menampilkan apa yang mereka bisa dan mereka miliki, dengan cara ini anak akan lebih bebas dalam menampilkan karyanya serta baik untuk tumbuh kembangnya anak dan pola pikirnya.

b. George Count (1889 - 1974)

George Count merupakan salah satu seorang pelopor dalam aliran rekonstruksionisme dan seorang tokoh utama pendidikan. Pemikirannya tentang pendidikan historis dan seorang pendidik, dimana dalam hal ini pendidikan digunakan sebagai kekuatan yang positif untuk memperkenalkan masyarakat terhadap kebudayaan baru yang lebih modern dan canggih.

Sedangkan seorang pendidik ditujukan untuk memimpin masyarakat bukan malah sebaliknya, selain itu pendidik juga harus peduli dengan masalah-masalah lainnya yang terjadi dalam masyarakat.

c. Paulo Freire (1921 - 1997)

Paulo Freire adalah seorang pendidik masyarakat Brazil dan merupakan lulusan dari University Recife. Pemikirannya tentang pendidikan kaum tertindas, dimana beliau mengajarkan orang-orang miskin yang buta huruf serta mengajarkan para buruh tebu yang belum bisa membaca dan menulis. Atas kerja keras dan kegigihannya dalam meningkatkan derajat kaum tertindas Sehingga pada tahun 1991 berdirilah Institut Paulo Freire.

Semoga bermanfaat,

Sekian dan terima kasih:)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x