Mohon tunggu...
Fatma Ayu Wening Mumpuni
Fatma Ayu Wening Mumpuni Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Nulis artikel

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Strategi Pertanian agar Tetap Relevan di Masa Pandemi Covid-19

7 Desember 2021   12:13 Diperbarui: 7 Desember 2021   14:25 93 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ekonomi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Caruizp

Indonesia merupakan negara agraris. Hal ini dibuktikan dengan adanya lahan pertanian di Indonesia menurut data Badan Pusat Statitiska pada tahun 2015 dengan luas lahan pertanian mencapai 8 087 393.00 ha. Selain itu, masyarakat Indonesia mayoritas bermata pencaharian di sektor pertanian. Sektor pertanian di Indonesia memiliki pengaruh yang signifikan dalam perekonomian masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan sektor pertanian di Indonesia memberikan lapangan pekerjaan yang luas untuk masyarakat Indonesia sehingga dapat mengurangi membludaknya pengangguran. Tidak hanya itu, sektor pertanian juga dinilai menjadi sektor yang sangat membantu perekonomian Indonesia, hal ini dibuktikan dengan kondisi sektor pertanian yang dinilai tetap relevan ditengah pandemi covid-19 yang menyerang.

Covid - 19 satu kata yang mungkin tidak asing lagi untuk didengar. Pada tahun 2020 virus covid 19 ini mulai masuk ke Indonesia. Hampir seluruh sektor terdampak dengan adanya virus covid 19, tidak terkecuali dengan sektor pangan yang mana sangat erat kaitannya dengan sektor pertanian. Sektor pertanian memang bisa dibilang tidak akan pernah lepas dari kehidupan manusia. Dimana dalam masa pandemi saat ini sektor pertanian menjadi tumpuan bagi masyarakat. Menurut data Pusat Sosial Ekonomi dan Petanian Kemeterian Pertanian sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi dalam distribusi dan pertumbuhan ekonomi dengan nilai ekspor mencapai 14,3% pada tahun 2020. 

Tidak hanya itu, permintaan kebutuhan pangan di dalam negeri juga ikut melonjak di masa pandemi. Hal ini dibuktikan dengan tingginya tingkat permintaan bahan pokok. Terutama pada saat pandemi covid ini mengakibatkan tingginya permintaan pasar yang mana para petani mau tidak mau harus menanam padi maupun tanaman pangan lainnya lebih banyak dari sebelumnya. tingginya permintaan pasar ini dapat menjadi peluang besar bagi para petani dan dapat meningkatkan kesejahteraan para petani beserta keluarganya. pada masa pandemi ini ternyata tidak semua sektor pertanian mengalami peningkatan permintaan pasar.

 Seperti yang terjadi di daerah Sumatera Barat dimana wilayah pertaniannya mengalami penurunan permintaan pasar. Hal ini dikarenakan oleh mulai sepinya para pelanggan pada saat pandemi. Dengan adanya pandemi ini para petani diharapkan dapat meminimalisir adanya dampak buruk yang terjadi pada sektor pertanian.

Indonesia sebagai negara maritim dan agraris, memiliki kelimpahan sumber daya alam, seharusnya dapat dimanfaatkan untuk tetap bertahan dan dapat mencukupi kebutuhan pangan yang meningkat di masa pandemi seperti ini, sehingga pertanian tetap relevan. Hal ini dapat ditunjang dengan penerapan berbagai strategi pertanian. Strategi pertanian agar tetap relevan di pandemi covid-19: pertanian harus tetap bekerja dengan semangat tinggi dan tangguh, untuk mewujudkan kemandirian pangan. Kita membutuhkan tenaga ekstra keras, pemikiran-pemikiran out of the box, serta kerja sama yang semakin erat. 

Saatnya para petani, penyuluh, peneliti, akademisi, swasta, dan pelaku sektor pertanian lainnya untuk menjadi pahlawan bagi bangsa dan negeri ini dengan semangat kebersamaan. meningkatkan produksi nasional berbasis pertanian rakyat dan keberpihakan pada petani kecil. pemerintah sudah melakukan realokasi anggaran yang lebih besar untuk dialokasikan berupa bantuan benih/bibit, program padat karya, stabilisasi stok dan harga pangan, serta distribusi dan transportasi pangan. Keberpihakan terhadap petani kecil pun harus ditunjukkan dengan optimalisasi peran penyuluh. 

Perluasan lahan, dengan Upaya pemanfaatan lahan dilakukan tidak hanya dengan berbudi daya berbagai jenis tanaman pangan dan hortikultura, tetapi juga, budi daya ternak dan ikan sehingga bisa mencukupi ketersediaan pangan, baik karbohidrat, protein, vitamin, maupun mineral. Mengoptimalkan dan memperluas pasar. Dengan mitra atapun secara online dapat dengan membentuk berbagi startup.

Kementrian pertanian dapat ikut serta dengan  tetap menjaga suplai pangan untuk menjamin kebutuhan pangan masyarakat tercukupi dengan mengimbangi pekerja sebagai faktor utama. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa bekerja di sektor pertanian menjadi pekerjaan pilihan utama masyarakat selama masa pandemi Covid-19. 

Data jumlah tenaga kerja sektor pertanian meningkat sebanyak 2,23% selama pandemi Covid-19. Diperkuat juga oleh pernyataan Rusman Heriawan, selaku narasumber pada kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan mengalami pertumbuhan ekenomi di  2020 menjadi sebesar 1,75%. Struktur ekspor nonmigas juga mengalami pertumbuhan. 

Pada 2019 struktur ekspor nonmigas sebesar 17,69% dan pada 2020 menjadi 19,99% dengan keterangan ekspor pertanian mencakup komoditas pertanian dan agroindustri. Dapat dilihat dari data pendapat ahli - ahli pertanian tersebut sektor pertanian cukup efektif dalam mengatasi krisis pandemi ini dengan baik.

Pandemi covid- 19 yang menyerang beberapa negara salah satunya negara Indonesia tidak lagi menjadi hal asing untuk dibicarakan. Indonesia menjadi salah satu negara yang sudah mendapatkan dampak dari adanya pandemi covid-19. Banyak dampak buruk yang diperoleh karena adanya covid-19, seperti hal nya hampir semua sektor di Indonesia terhambat progam kerjanya dikarenakan harus membatasi kegiatannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ekonomi Selengkapnya
Lihat Ekonomi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan