Mohon tunggu...
Fatmi Sunarya
Fatmi Sunarya Mohon Tunggu... Penulis - Bukan Pujangga

Penulis Sederhana - Best in Fiction Kompasiana Award 2022- Kompasianer Teraktif 2020/2021/2022

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Artikel Utama

Jelajah Gua Batu Kapal, Gua Eksotis Bercorak Indah di Solok Selatan

10 November 2022   08:27 Diperbarui: 12 November 2022   12:40 517
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Apa yang kita pikirkan tentang "Gua"? Walau sebagian orang senang menyebutkan sebagai "Goa", arti gua dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti liang (lubang) besar (pada kaki gunung dan sebagainya). 

Banyak hal yang menyeramkan dari gua, ada cerita tentang ular besar berada di dalam gua, kelelawar, kalajengking dan lain sebagainya.

Gua sudah pasti gelap, sulit diakses, dan tentu kita takut mengekplorasi gua. Belum masuk gua kita sudah dihantui ketakutan karena suasana gelap. 

Begitu juga dengan penulis, setelah gagal mengeksplorasi Gua Kasah yang berada di Desa Renah Kasah, Kerinci, gara-gara suasananya sangat gelap dan tidak membawa peralatan sehingga penulis tidak tertarik lagi ingin berkunjung ke gua.

Namun, tidak semua gua sulit diakses. Penulis pernah ke Gua Tiangko di Merangin yang aksesnya sangat mudah. Gua Tiangko merupakan peninggalan prasejarah yang menjadi hunian tua pada masa prasejarah. Bisa disimak pada artikel "Berwisata ke Gua Tiangko, Jejak Peradaban Purbakala".

Begitu juga dengan Gua Batu Kapal yang kali ini penulis kunjungi, sangat mudah diakses. Gua ini terletak di Kabupaten Solok Selatan. Tepatnya berada di Kenagarian Sungai Kunyit Barat, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat. 

Kabupaten Solok Selatan merupakan kabupaten tetangga, batas wilayah bagian utara Kabupaten Kerinci (Provinsi Jambi) berbatasan langsung dengan Kabupaten Solok Selatan (Sumatra Barat).

Untuk menuju ke Gua Batu Kapal dari Kerinci cukup jauh, sekitar 3,5 jam perjalanan dengan jarak 117 km, boleh dikatakan perjalanan lintas provinsi. 

Foto Fatmi Sunarya
Foto Fatmi Sunarya

Penulis dengan mengendarai motor melewati jalan lintas provinsi yang beraspal bagus dan lancar. Di kiri kanan jalan, ditemui Rumah Gadang khas Minangkabau, sawah, kebun yang ditanami dengan tanaman tua seperti durian dan juga terdapat tanaman palawija seperti jagung.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun