Mohon tunggu...
Fatmi Sunarya
Fatmi Sunarya Mohon Tunggu... Penulis - Bukan Pujangga

Penulis Sederhana - Kompasianer Teraktif 2020-2021 "DILARANG MEMUAT ULANG ARTIKEL UNTUK TUJUAN KOMERSIAL 😡"

Selanjutnya

Tutup

Vox Pop Artikel Utama

Investasi Hijau Menjadi Solusi Jangka Panjang Menghadapi Krisis Energi dan Pangan

21 Juli 2022   15:39 Diperbarui: 27 Juli 2022   10:44 551 94 21
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber foto https://money.kompas.com/

Suatu waktu dalam diskusi pada aplikasi percakapan, salah seorang rekan mengingatkan untuk memulai mandiri pangan. Dengan cara memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam sayur, buah-buahan, bumbu dapur dan membuat kolam dengan skala kecil untuk memenuhi kebutuhan keluarga serta beternak ayam dan lain-lain. 

Karena beberapa tahun ke depan situasi ekonomi dunia akan buruk, negara yang ekonominya tangguh dapat mengalami inflasi. Harus segera mandiri pangan, begitu ujar rekan saya.

Sejak pandemi, perekonomian dunia mengalami krisis ditambah lagi terjadi perang Rusia-Ukraina yang menyebabkan krisis pangan dan juga krisis energi serta berimbas pada krisis keuangan. Diperkirakan akan banyak negara yang ambruk karena berbagai krisis ini dan tidak dapat memenuhi kebutuhan pangan negaranya.

Tidak terkecuali Indonesia, Indonesia juga terancam akan krisis energi dan pangan. Dalam kelompok pangan beberapa komoditas seperti kedelai, gandum, minyak goreng dan bawang merah menjadi perhatian utama, sedangkan energi yang menjadi perhatian adalah BBM (bahan bakar minyak), listrik, dan LPG (liquefied petroleum gas), gas alam dan batu bara.

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani dengan Ms. Janet Yellen, Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) pada 15 Juli 2022 lalu telah melakukan pertemuan bilateral pada hari pertama Pertemuan Ketiga Menteri Keuangan dan Gubernur Bank G20 (3rd Finance Ministers and Central Bank Governors/FMCBG).

Dilansir dari Siaran Pers Kementerian Keuangan Republik Indonesia, pertemuan ini membahas isu-isu energi, pangan dan lingkungan serta kebijakan negara masing-masing terkait isu tersebut guna mencapai pemulihan ekonomi dunia secara bersama.

Menurut Menteri Keuangan RI Sri Mulyani, penanganan krisis pangan dan energi di dunia harus diakselerasi karena sejatinya siapapun berhak untuk mengakses makanan dan energi secara terjangkau dan akan mendiskusikan usulan AS untuk dibahas bersama-sama dengan menteri terkait yang menangani sektor energi.

Sri Mulyani juga menegaskan bahwa hasil dari Pertemuan Ketiga FMCBG akan dikomunikasikan dengan baik kepada masyarakat dunia. Hal tersebut selaras dengan semangat Presidensi G20 Indonesia untuk terus bekerja keras dan berkontribusi dalam menangani berbagai permasalahan utama di dunia. 

Hal tersebut juga menjadi bukti nyata atas signifikansi dan relevansi peran Presidensi G20 Indonesia untuk mencapai pemulihan ekonomi global secara bersama, selaras dengan arah tema Presidensi G20 Indonesia, “Recover Together, Recover Stronger”. 

Bagaimana mengatasi ancaman krisis energi dan pangan ini?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Vox Pop Selengkapnya
Lihat Vox Pop Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan