Mohon tunggu...
Fatmi Sunarya
Fatmi Sunarya Mohon Tunggu... Penulis - Bukan Pujangga

Penulis Sederhana - Kompasianer Teraktif 2020-2021 "DILARANG MEMUAT ULANG ARTIKEL UNTUK TUJUAN KOMERSIAL 😡"

Selanjutnya

Tutup

Humor Pilihan

Preman Berhati Premium

11 Juli 2022   22:35 Diperbarui: 11 Juli 2022   22:51 250 55 20
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi dari www.piqsels.com

Don't judge a book by its cover. Begitu kata bijak, bahwa jangan menilai seseorang dari tampilan luar. Tapi coba lihat isi dompetnya. Ealah, bukan begitu juga kale.

Menilai seseorang, gunakan mata hati, selami jiwanya, dan ikuti nurani, kayak iklan pilkada ya. Begitu juga dengan daku, insting atau penilaian pada orang lain itu tak pernah salah.

Kalaupun salah, anggap saja khilaf. Begitulah, suatu hari saya khilaf. Ketika seseorang mondar mandir di depan rumah.

Pria dengan ciri-ciri berbadan tegap, bertato, berkumis, berjambang dan memakai slayer kepala. Kalau ditutupi mata sebelah, mirip bajak laut di pelem SpongeBob SquarePants.

Daku lapor ke ibu dan sekalian bertanya, apa punya hutang, siapa tahu dia debt korek kuping eh debt collector.

Engga, ibu menggeleng. Dan mulailah kami mengarang bebas. Apakah dia ingin mencuri? Merampok? Atau naksir sama anak gadis ibu? Saya dong .

Akhirnya, setelah dia capek mondar mandir kayak setrikaan, dia mengetuk pintu. Ibu rupanya penakut, daku disodorin buka pintu.

"Ini rumah Ibu Melati?" Tanyanya.

"Iya, benar. Ada apa ya? Suaraku bergerigi. 

"Oh, syukurlah. Soalnya saya sudah lupa rumah Ibu Melati di mana. Ibu ada?"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humor Selengkapnya
Lihat Humor Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan