Mohon tunggu...
Faridatur Riskiyah
Faridatur Riskiyah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Alumni Universitas Brawijaya

Manusia ini dapat dihubungi melalui akun instagram miliknya dengan id : f._riski

Selanjutnya

Tutup

Hobby Pilihan

Daftar Dosa yang Saya Lakukan sebagai Penikmat Anime

28 Desember 2022   14:46 Diperbarui: 29 Desember 2022   09:48 395
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Anime merupakan sebuah animasi asal negara Nippon atau Jepang yang proses produksinya menggunakan teknologi modern. Beberapa judul Anime yang sudah tidak asing kalian dengar adalah One Piece, Naruto Shippuden, Dragon Ball, dan banyak lagi lainnya. Saya sendiri sangat menyukai Anime meskipun sering kali dianggap aneh karena sangat jarang seorang perempuan---sudah dewasa pula---masih gemar menonton Anime.

"Kamu pasti wibu ya?"

Istilah wibu juga pasti sering kalian dengar, bukan. Pada dasarnya wibu memiliki arti seseorang yang sangat menyukai konten atau budaya yang berbau jejepangan dan sudah berada dalam konteks 'berlebihan'. Tetapi, apakah saya wibu? Saya tidak tahu. Jujur saja, menonton Anime adalah kegiatan paling menyenangkan yang saya lakukan setiap saya merasa lelah dengan kesibukan yang menyiksa.

Sebagai seorang manusia yang telah mengenal Anime sejak usia 11 tahun, saya menyadari bahwa saya melakukan beberapa kesalahan ketika nonton Anime. Tanpa saya sadari, kesalahan ini adalah sebuah dosa atau pelanggaran terhadap tata cara menonton Anime yang baik dan benar.

Daftar dosa yang saya lakukan adalah sebagai berikut:

#1 Nonton Anime secara illegal

Aduh, ini kayaknya sudah menjadi dosa sejuta umat ya? Singkat cerita, saya melakukan dosa ini tanpa saya sadari. Anime pertama yang saya tonton adalah serial Naruto yang pada saat itu rutin tayang di salah satu saluran televisi dengan durasi iklan lebih lama daripada durasi Animenya. Aduh, hal itu membuat saya gemas. Kebetulan, orang tua saya membelikan saya sebuah laptop dan modem internet. Iya, kala itu memiliki keduanya sudah seperti mendapatkan fasilitas hotel bintang lima daripada harus pergi ke warnet.

Berkat dosa yang saya lakukan ini, saya pun rela nabung untuk membeli hardisk eksternal karena saking banyaknya Anime yang saya download. Sepertinya isi kapasitas otak saya pada saat itu adalah 80% nonton Anime dan 20% sisanya saya pakai untuk sekolah. Benar-benar no life kalau kata orang jaman sekarang tetapi anehnya saat itu saya benar-benar bahagia.

Tetapi untuk dosa yang satu ini saya sudah resmi bertaubat. Tidak lagi nonton secara illegal. Semua koleksi Anime yang saya download telah lenyap bersamaan dengan hardisk eksternal saya yang tanpa sengaja terformat. Yah, memang sudah waktunya kalau kata Tuhan. Berkat hal itu, sedikit banyak saya juga belajar tentang apa itu pelanggaran hak cipta dan tidak perlu menyayangkan peristiwa 'kena format' itu.

#2 Menyebarluaskan Anime secara illegal

Dosa kedua ini adalah kelanjutan dari dosa pertama. Saat itu saya merasa seperti berkuasa atas semua koleksi Anime yang saya miliki. Dengan tidak tahu diri saya membagikan koleksi saya ke orang lain dan menjualnya dalam bentuk DVD. Nonton secara illegal saja sudah melanggar hak cipta apalagi menyebarluaskan. Tetapi saya melakukan itu semua atas dasar ketidaktahuan saya sebagai bocah SMP yang baru punya laptop dan modem pribadi. Sekarang saya sudah tahu kalau itu dosa, semoga pengakuan dosa ini tidak membuat saya terjerat pasal apapun.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun