Mohon tunggu...
Farhatun Najiah
Farhatun Najiah Mohon Tunggu... ūüĖ§

‚öė‚öė

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Menyingkap Anomali Bank Banten

30 November 2020   20:45 Diperbarui: 30 November 2020   21:00 29 1 0 Mohon Tunggu...

Oleh:Farhatun Najiah

Bank Pembangunan Daerah (BPD) Banten yang kerap di sebut Bank Banten, telah melalui perjalanan dan ujian panjang dalam pembentukan dan perkembangannya. Bank kebanggaan warga  Banten ini awal mula nya dikenal dengan nama bank Eksekutif pada tahun 1992-2010 , pada tahun 2010 bank eksekutif  berubah nama menjadi Bank Pundi Indonesia yang kemudian di resmikan menjadi Bank pembangunan Daerah (BPD) Banten pada tanggal 4 oktober 2016.

Namun, ternyata Bank Banten sudah menuai polemik bahkan sejak awal pembentukan nya yang di anggap bermasalah. Penyertaan modal Bank Banten senilai  Rp314,60 miliyar pada tahun 2013 lalu telah menjadi temuan dalam laporan hasil.pemeriksaan (LHP) Badan Pengawas Keuangan (BPK) .

Awalnya Penyertaan modal tersebut di percayakan kepada  PT. Banten Global Development (BGD) selaku Badan.usaha Milik Daerah (BUMD) Banten yang di tunjuk.untuk membidani kelahiran Bank Banten. Namun, BPK menilai oprasional penggelontoran dana oleh BGD tidak sesuai ketentuan,hingga BPK sendiri kemudian merekomendasikan agar dana tersebut di balikan saja ke kas daerah. Tentu saja respon negatif BPK terhadap kinerja pengelolaan PT. Banten Global Development (BGD) ini bukanlah tanpa alasan.

ketika di audit, dana penyertaan modal sebesar Rp314,60 miliyar tersebut berkurang dan hanya tersisa Rp300 milyar saja. Direktur Eksekutif Lembaga Independen Peduli Publik (ALIPP) Uday Suhada kepada SP, mengatakan

"Kalau dana itu disimpan di bank, tentu ada bunga bank nya  kalau didipositokan, dana tersebut sudah bertambah sekitar puluhan milyar," kata uday. Dari sini, dapat kita simpulkan bahwa pembentukan Bank Banten dari awal sudah tidak sehat, juga  perlu di pertanyakan,bagaimana bisa hal terbut terjadi dan Kemanakah bocor nya dana bunga bank tersebut?

Selain pembentukan nya yang bermasalah, Terhitung dari hari ini 2 november 2020 , pada 5 tahun terakhir Bank Bantenpun tidak pernah mencatat laba. Berdasarkan ulasan pada bantennews.co.id bank yang sebelum nya menyandang nama.Bank Pundi ini selalu mengalami kerugian.

Setelah di akuisisi, pada akhir 2016  kerugian Bank Banten.mencapai Rp405,12 miliar, dan terus berlanjut dengan kinerja yang relatif negatif, hingga terkahir pada 2019 bank banten menderita kerugian Rp157,56 miliar.

Dari sini, tentu saja dapat di simpulkan bahwa sakitnya Bank Banten sudah semakin kronis, entah karena ada nya kemungkinan korupsi didalam nya? Pengelolaan yang kurang baik? Atau kegagalan pemerintah dalam hal pembentukan, pengembangan dan pengawasan Bank Banten?

Melihat keadaan Bank Banten yang tidak sehat dan semakin lama semakin terpuruk, banyak pihak yang berpendapat bahwa untuk menyelamatkan Bank kebanggaan masyarakat Banten ini diperlukan penyuntikan dana , namun entah apa yang di suntikan oleh pemerintah, suntikan dana atau kah justru suntik mati? Dalam menangani terpuruknya Bank Banten, Gubernur Banten memilih  Mengambil tindakan pengalihan rekening kas umum daerah (RKUD) dari Bank Banten kepada  Bank BJB.

Kepala BPKAD provinsi Banten Rina Dewiyanti mengatakan, pada 22 April 2020 Gubernur Banten melakukan pengalihan rekening kas umum daerah (RKUD) dari Bank Banten kepada  Bank BJB, dengan alasan kondisi Bank Banten sudah mengalami likuid dan stop kliring, sehingga diperlukan langkah penyelamatan segera uang Kas Daerah (Kasda) yang berada di Bank Banten.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x