Mohon tunggu...
Farhan Azhwin
Farhan Azhwin Mohon Tunggu...

A prospective Indonesian scientist | "Learning from your mistake makes you smart while learning from other people's mistake makes you genius, keep being beneficial for others who actually need it"

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Gula dan Otak

19 Agustus 2016   06:57 Diperbarui: 19 Agustus 2016   12:03 532 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Gula dan Otak
Sumber: www.sciencealert.com

Peneliti jerman telah menemukan bahwasanya gula yang kita konsumsi sehari-hari mempunyai efek yang kuat terhadap otak. Mereka mengungkapkan bahwasanya otak akan kembali aktif mengambil gula dari aliran darah. Ini sekaligus memutarbalikan asumsi yang telah lama beredar bahwasanya ini proses yang murni pasif.

Hal yang lebih mengejutkan lagi adalah sel dalam otak yang bertanggungjawab dalam menyerap gula darah kita yaitu sel glial bukan sel neuron (yang selama ini dianggap). Sel glial ini merupakan sel non-neuron yang menyediakan berbagai dukungan nutrisi, dan turut berpartisipasi dalam transmisi sinyal, membentuk 90 persen dari total sel otak. Namun masih menjadi pertanyaan alasan mengapa sel glial ternyata memainkan peran utama dalam menyerap glukosa agar otak kita bekerja aktif kembali. 

Otak manusia mengalami konsumsi gula tertinggi dari setiap organ didalam tubuh kita. Selain menemukan bagaimana otak kita dalam memberikan respon terhadap asupan gula. Ditemukan juga bahwa terdapat sel-sel lain selain neuron yang turut aktif memainkan peran dalam mengontrol kebiasaan kita. Astrosit merupakan salah satu bentuk khusus dari sel glial yang jumlahnya melebih jumlah neuron yakni sekitar lima kali lipatnya, berperan sedikitnya dalam menjaga the blood-brain-barrier atau penghalang darah otak, membawa nutrisi ke jaringan saraf, dan memperbaiki sumsum tulang belakang (spinal cord repair). 

Kemudian mereka pun menemukan sel-sel tersebut juga berperan terhadap perilaku makan kita, kemampuan mereka yang secara aktif menerima asupan gula ternyata mengatur jenis sinyal terkait nafsu makan yang dikirimkan neuron ke seluruh tubuh.

"Hasil penelitian ini menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa metabolisme penting dan proses perilaku seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya tidak diatur melalui sel saraf sendiri, adanya sel-sel lain di dalam otak seperti astrosit juga memainkan peran penting" jelas pemimpin studi Matthias Tschöp dari Technical University of Munich. Tschöp dan koleganya memutuskan untuk menginvestigasi bagaimana otak menerima gula dari darah dan seberapa banyaknya, karena berkaitan dengan rasa lapar kita. 

Mereka juga menggunakan positron emission tomography (PET) scans untuk mengobservasi bagaimana reseptor insulin bertindak di permukaan astrosit otak, mengatur sejumlah glukosa yang masuk dari karbohidrat yang kita  makan, tentu hal ini menjadikan pemahaman dasar bahwa sel glial menjadi 'penjaga gawang' dalam seberapa banyak gula yang terserap, mereka mencari gula secara aktif, bukan hanya secara pasif menyerapnya. 

Mereka mengatakan masih banyak penelitian yang perlu dikerjakan untuk menyesuaikan asumsi lama bahwa hanya neuron saja yang mengatur asupan makanan dan metabolisme, juga menyarankan bahwa mungkin sel-sel kekebalan tubuh kita turut memainkan peran di dalamnya.

Sumber : www.cell.com (disini)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x