Mohon tunggu...
farah gholiyah
farah gholiyah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Universitas Pendidikan Indonesia

“God created you to be in the world. You’re in the world to fulfil a specific mission” (Lailah Gifty Akita)

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Cegah Stunting pada Anak dan Balita, Mahasiswa UPI Melakukan Sosialisasi Melalui Program KKN Tematik 2022 di Sukabumi

9 Agustus 2022   13:25 Diperbarui: 9 Agustus 2022   14:05 197
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kuliah Kerja Nyata Tematik Pemberdayaan Masyarakat Berbasis SDG’s Desa dan Rekognisi MBKM-Puspresnas Kemdikbudristek dengan tema “Partisipasi Mahasiswa dalam Menguatkan dan Meningkatkan Program SDG’s Desa dan Rekognisi MBKM-Puspresnas Kemdikbudristek” merupakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diselenggarakan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada 2022.

Dalam mewujudkan salah satu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yaitu “Tanpa Kelaparan” atau “Zero Hunger” dan mengurangi angka prevalensi stunting yang mencapai angka 24,4% pada 2021, mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Tematik UPI 2022 Kelompok 04 -121 -yaitu M. Fatih Bilhaq, Farah Gholiyah, Nurul Izzah, Resti Febriani, dan Idah Rohayati- mengadakan sosialisasi dalam rangka pencegahan stunting di Kampung Keluarga Berkualitas “Lukmanul Hakim” RW 07, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi.

“Pencegahan stunting perlu dilakukan dengan mengingat bahwa masa depan bangsa akan dibawa oleh para generasi muda. Sehingga, perlu dibentuknya anak bangsa yang bermutu dan berkualitas” jelas Bapak Dian, Koordinator Penyuluhan KB, Gunungpuyuh Sukabumi.

Dalam mendukung kegiatan sosialisasi tersebut, Puskesmas Karang Tengah dan Posyandu Lukmanul Hakim turut memberikan bimbingan untuk terselenggaranya sosialisasi yang lancar dan baik.

Sosialisasi pertama, dilakukan pada Sabtu, 23 Juli 2022.


Dokpri
Dokpri

Video kegiatan

Sosialisasi yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Anak Nasional ini dilakukan di MDTA Hidayatul Mu’alimin dengan topik sosialisasi yaitu “Makanan Seimbang”. Memberikan pengetahuan kepada anak-anak tentang asupan makanan yang bergizi (tidak dengan konsep 4 sehat 5 sempurna) tetapi dengan menggunakan konsep "Isi Piringku".

Sosialisasi kedua, dilakukan pada Selasa, 26 Juli 2022

Dokpri
Dokpri

Video kegiatan

Sosialisasi dilakukan bersamaan dengan kegiatan rutinan penimbangan di Posyandu Lukmanul Hakim. Sosialisasi kedua yang mengangkat topik inti yaitu “Stunting pada Anak: Prevalensi Kurang Gizi, Kurus, dan Anemia” dengan sasaran kegiatan yaitu orang tua anak atau balita yang diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dalam mengenali dan mencegah stunting pada anak-anaknya.

Sosialisasi terakhir, dilakukan pada Senin, 01 Agustus 2022

Video kegiatan

Laporan Bulanan Gizi Puskesmas Karang Tengah menyebutkan bahwa total bayi ASI Eksklusif usia 0 – 5  Bulan 29 Hari adalah 24/34 (L) dan 25/29 (P) serta bayi dengan lulus ASI Eksklusif sebanyak 5/8 (L) dan 7/8 (P). Berdasarkan data tersebut, maka dapat dinilai bahwa pemberian ASI belum sepenuhnya diberikan secara eksklusif kepada bayi di Karang Tengah.

Untuk itu, dilakukannya sosialisasi yang juga dalam rangka memperingati Hari ASI Sedunia untuk mampu menjadi wadah dalam saling berbagi pengetahuan tentang ASI dan MP-ASI sebagai asupan gizi utama bagi anak pada usia hingga 24 bulan kehidupan pertamanya. Menangkal mitos-mitos yang seringkali terdengar di lingkungan masyarakat, sehingga ASI Eksklusif dan MP-ASI dapat diberikan secara optimal kepada buah hati.

Dokpri
Dokpri

Dari beberapa kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan oleh Kelompok KKN 04 -121 UPI di Kp. KB Lukmanul Hakim tersebut alhamdulillah memberikan respons yang sangat baik dan mendukung dari berbagai pihak termasuk masyarakat KP. 

KB Lukmanul Hakim yang memiliki anak/balita dan/atau yang sedang menyusui. 

Besar harapan kami, dengan diadakannya sosialisasi ini, dapat membantu orang tua anak atau balita dalam mencegah dan menurunkan angka stunting yang terjadi di Indonesia -terkhusus angka Gizi Kurang pada RW 07 yang mencapai 13,6% per Mei 2022 melalui pemberian asupan yang bergizi dengan konsep “Isi Piringku” kepada anak dan pemberian ASI Eksklusif dan MP-ASI yang sehat kepada balita. Hingga pada akhirnya, akan terbentuk anak sehat dan generasi muda yang berkualitas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun