Mohon tunggu...
Faisal Nur R
Faisal Nur R Mohon Tunggu... Mahasiswa

Nama Saya Faisal Nur Rahman, Saya seorang Mahasiswa. Berkuliah di UGM Diploma IV Pengelolaan Hutan

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

KKN PPM UGM Ajak Warga TanjungJaya Lestarikan Mangrove

13 Agustus 2020   10:49 Diperbarui: 13 Agustus 2020   11:01 15 0 0 Mohon Tunggu...

SERANG (13/08/2020) - KKN PPM UGM Desa Tanjungjaya Mengkampanyekan kelestarian mangrove pasca Tsunami pada Desember 2018 yang menghantam daerah pesisir Banten dan Lampung. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga ekosistem laut yang sempat rusak dan bisa kembali pulih untuk upaya mengurangi efek bencana alam lainnya. Selain itu dalam melestarikan juga tidak kalah pentingnya mengenai pemanfaatan hasil mangrove menjadi olahan yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Pulau Liwungan merupakan pulau yang terletak di Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten merupakan pulau yang luasnya kurang lebih 25 Hektar. Pulau liwungan memiliki keindahan alam salah satunya adanya hutan mangrove. Hutan Mangrove memiliki potensi yang tinggi tetapi belum dimanfaatkan dengan baik.

"Hutan Mangrove yang ada di Pulau Liwungan cukup besar, tetapi untuk pemanfaatan hasil panen dari hutan mangrove masih belum optimal" Ungkap pak Deden selaku Steakholder pengelola wisata Mangrove Patikang.

Melihat permasalahan tersebut, Mahasiswa KKN-PPM UGM Desa Tanjungjaya 2020 mengadakan program mengenai resep-resep olahan makanan maupun minuman yang berbahan dasar dari buah maupun daun mangrove. Dengan pemafaatan daun maupun buah mangrove, mendrong masyarakat untuk menjaga pohon mangrove agar tetap tumbuh untuk dimanfaatkan. Program ini bisa mendorong masyarakat Desa Citeureup untuk menjaga mangrove agar tetap terjaga kelestariannya dan dapat mendorong penambahan nilai ekonomi yang didapatkan dari hasil olahan mangrove. Mahasiswa UGM mencarikan resep makanan maupun minuman yang bersumber dari literatur dan media sosial yang ada.  Kemudian pelaksanaan dari program ini masyarakat dapat mencoba untuk mengolah mangrove menjadi makanan maupun minuman yang ada pada buku resep yang sudah disusun.

Mangrove merupakan tanaman yang memiliki fungsi perlindungan alam yang sangat besar terutama untuk ekosistem perairan. Mangrove merupakan tanman yang tidak dilindungi sehingga bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam produk antara lain makanan, minuman, maupun bahan tambahan tekstil dan bahan baku kosmetik/farmasi.

"Saya harap untuk kemudian hari masyarakat Desa Citeureup dapat memanfaatkan mangrove dan tetap menjaga kelestariannya dengan cara memanfaatkan buah maupun daun mangrove untuk olahan makanan maupun minuman yang sesuai dengan buku resep. Kemudian masyarakat dapat menambahkan inovasi-inovasi yang dapat membantu mengembangkan produk olahan mangrove agar nilai ekonominya semakin tinggi" Ungkap Faisal yang merupakan salah satu tim KKN-PPM UGM.

VIDEO PILIHAN