Mohon tunggu...
Fadhlan Alfarizi
Fadhlan Alfarizi Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa UIN Jakarta 2022

Selamat membaca wan Kawan

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Daar el Qolam

1 Oktober 2022   18:03 Diperbarui: 1 Oktober 2022   18:04 136 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Pondok pesantren Daar el Qolam adalah pondok pesantren yang didirikan oleh Kyai Ahmad Rifa'i Arief pada tanggal 20 Januari 1968. Pondok pesantren ini berlokasi Pasir Gintung Kecamatan Jayanti Kabupaten Tangerang Provinsi Banten. Pondok ini berdiri karena atas dasar keinginan ayah dari Kyai Ahmad Rifai Arif yaitu Kyai Haji Ahmad Qashad Mansyur yang direalisasikan oleh Kyai Haji Ahmad Rifai Arif.
Saat ini Pondok Pesantren Daar el Qolam dilanjutkan oleh Kyai Haji Ahmad Syahiduddin, Kyai Haji Mafatihullah Karim dan juga Hajjah Enah Huwaenah setelah Kyai Haji Ahmad Rifa Arif meninggal dunia pada tanggal 16 Juni 1997.
Pondok Pesantren Daar el Qolam ini dahulu hanya memiliki satu Pondok pusat yaitu Daar el Qolam 1, dan seiring berjalannya waktu setelah Pak Kyai Haji Ahmad Syahiduddin yang menjadi pemimpin pusat pondok, beliau membangun Pondok Pesantren Daar el Qolam 2, Pondok pesantren Daar el Qolam 3 dan juga Pondok Pesantren Daar el Qolam 4. Yang mana tiap tiap cabang pondok ini memiliki ciri ciri yang berbeda satu sama lain, Pondok pesantren Daar el Qolam 1 itu pendidikannya fokus kepada pendidikan keagamaan karena mengikuti kurikulum kemenag, Pondok pesantren Daar el Qolam 2 adalah lanjutan dari pondok pesantren Daar el Qolam 1 yang mempunyai Program unggulan atau biasa disebut juga sebagai Program Execellent Class. Pondok pesantren Daar el Qolam 3 juga memiliki nama khas yaitu Kampus Dza Izza, di Daar el Qolam 3 memiliki kelas internasional yaitu untuk peserta didik kelas 4 atau kelas 1 SMA yang berniat untuk melanjutkan jenjang pendidikannya ke luar negri. Pondok pesantren Daar el Qolam 4 memiliki ciri khas yaitu program Hafalan Quran yang harus diikuti program tersebut oleh para santrinya.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan