Mohon tunggu...
Fachri Helmanto
Fachri Helmanto Mohon Tunggu...

Pekerja Seni,\r\nKritikus Seni,\r\nPenulis

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Wayang Senggol Kembali ke Masyarakat Jakarta

14 Agustus 2014   04:08 Diperbarui: 18 Juni 2015   03:36 0 0 0 Mohon Tunggu...
Wayang Senggol Kembali ke Masyarakat Jakarta
1407938082418914644

Kesenian betawi wayang senggol kini hidup kembali. Setelah hampir satu abad hilang, rombongan wayang senggol yang diprakarsai Deden Haerudin, M.Sn bersama Abdul Rachem dari Pengajian dan Pengembangan (jibang) dinas pariwisata DKI Jakarta memulai roadshow di 5 wilayah DKI jakarta. Diawali pementasan di Gelanggang Remaja Jakarta Utara (GRJU) yakni kemarin 12 Agustus 2014, dan berlanjut tanggal 14 Agustus di Gelanggang Remaja Jakarta Timur, 18 Agustus di Gelanggang Remaja Jakarta Pusat, 20 Agustus di Gelanggang Remaja Jakarta Barat, dan diakhiri pada 25 Agustus 2014 di Gelanggang Remaja Jakarta Selatan. Wayang senggol berhasil mendapat apresiasi sebagai percontohan revitalisasi teater tradisi yang benar dari pengamat nasional pada Festival Nasional Teater Tradisional di Pasar baru 15 Juni 2014. Untuk itu perlu rasanya bentuk teater ini kembali dimasyarakatkan  sebagai bagian dari budaya DKI Jakarta. "Tujuan roadshow ini tuk memperkenalkan kembali wayang senggol di tanah kelahirannya", ujar Deden. Sasaran roadshow wayang senggol ialah siswa sekolah dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga tingkat sekolah menengah atas (SMA). Besar harapan dari anak-anak sekolah ini muncul kecintaan terhadap budayanya sendiri. Patut diakui bahwa kemasan komedi yang disajikan pada saat pementasan tak kalah dengan komedi yang sekarang populer.  Sebagian anak-anak itu, pasalnya, masih membicarakan hal-hal lucu pada pementasan meski sudah diluar gedung pementasan. Selain itu, penampilan di GRJU memberikan kesan tersendiri bagi anak wayang (sebutan untuk pemain wayang senggol). Hal itu tampak dari tulisan "WAYANG SENGGOL" di bagian atas panggung yang mencitrakan bahwa panggung ini milik rombongan wayang senggol. Selain itu, para penonton berebut maju ke tepi panggung bahkan merespon hampir semua gerakan komikal para anak wayang. "Antusiasme penonton membuat saya seakan pernah pentas di jaman dulu", kesan Anyu, lakon Ajeng Asih. (FDJ)